Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
KISARAN | SUMUT24
Baca Juga:
Sampai dengan bulan Desember tahun 2015 atau dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Asahan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Untuk tahun 2015 ini tercatat 24 orang ibu meninggal akibat proses persalinan, sedangkan jika dibandingkan pada tahun 2014 lalu hanya berjumlah 16 orang.
Kasi KIA (Kesehatan Ibu Anak )Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Elida Hanum, Kamis (7/1) saat dikonfirmasi mengatakan, angka kematian bayi baru lahir di tahun 2015 berjumlah 91 bayi mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2014 lalu yang berjumlah 118 bayi.
“Dari data yang ada kami himpun di setiap puskesmas maupun rumah sakit, dibandingkan tahun lalu angka kematian bayi baru lahir menurun, namun angka kematian ibu baru melahirkan mengalami peningkatan,”jelasnya.
Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu baru melahirkan di Asahan tersebut, menurutnya masih banyaknya kepercayaan masyarkat khususnya di perdesaan terhadap persalinan yang dilakukan tidak di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit.
“Penyebab utamanya banyaknya masyarakat yang masih percaya menolong persalinan pada bidan kampung di rumah, atau tidak di layanan fasilitas kesehatan,”kata Elida.
Hal tersebut tentu saja banyak kemungkinan yang akan terjadi mengingat keterbatasan alat medis yang ada jika menolong persalinan dilakukan di rumah. Padahal dikatakannya pihak Dinas Kesehatan sendiri melalui Puskesmas kecamatan telah gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap ibu hamil kepada masyarakat.
Terpisah, menurut Nazli sebagai Ketua Forum Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir (KIBBLA) Asahan yang selama ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya dalam mensosialisasikan kesehatan ibu hamil dalam rangka menekan angka kematian ibu melahirkan menjelaskan, memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kepada ibu hamil agar menolong persalinan di fasilitas kesehatan (faskes) tidak cukup hanya dilakukan sebatas sosialisasi saja.
Menurutnya, pemerintah Kabupaten Asahan harus berperan aktif dalam membuat regulasi yang mengatur dan mengharuskan para bidan desa tidak boleh lagi menolong persalinan diluar (faskes). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan nomor 97 Tahun 2014, tentang pelayanan masa kehamilan dan persalinan pada pasal 14 point 1 yang mana sudah jelas dituliskan setiap ibu yang akan melakukan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan.
“Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, Asahan sudah ketinggalan. Sementara di Kabupaten kota lain, sudah banyak dibuat regulasinya dalam bentuk peraturan daerah (Perda). Ini mengingat angka kematian ibu di Asahan setiap tahun terus mengalami peningkatan,” ujarnya. (teci)
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota
Pemkab Padang Lawas Utara Tes Urine Pejabat, Bupati Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba
kota