Senin, 16 Februari 2026

Warga Desa Pertambatan Harapkan Perhatian Pemkab Sergai, Bertahun-tahun Belum Dialiri Listrik

Administrator - Senin, 29 Juli 2019 14:10 WIB
Warga Desa Pertambatan Harapkan Perhatian Pemkab Sergai,  Bertahun-tahun Belum Dialiri Listrik

Serdangbedagai|Sumut24

Baca Juga:

Sejumlah warga Dusun IV Batu Obot Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), merasa hidup seperti di zaman penjajahan. Hal itu diakibatkan di kawasan tersebut belum pernah dialiri listrik sama sekali. Sehingga suasana perkampungan di daerah itu ketika malam hari terlihat gelap gulita.

Pantauan Wartawan di lokasi, Minggu (28/7), akses jalan menuju perkampungan di perbatasan Sergai-Simalungun itu juga terlihat memprihatinkan karena banyak dipenuhi lubang yang menganga. Untuk kendaran roda empat atau lebih, dipastikan tidak dapat memasuki perkampungan tersebut dikarenakan akses jalan yang sempit.

Tetua masyarakat setempat, Marisa Br Barus (73) didampingi warga lainnya Barita Simbolon (36) dan Derita Br Simbolon saat dijumpai di lokasi menjelaskan, saat ini kampungnya hanya dihuni 7 Kepala Keluarga (KK) saja.

Dulunya, lanjut dia, banyak masyarakat yang bermukim di kawasan itu hingga mencapai sekitar 30 KK. Namun, karena tak ada listrik itu, banyak masyarakat yang mengungsi (pindah) ke daerah lain.

“Dulu banyak yang tinggal di daerah ini, karena tidak ada listrik mereka pada pindah ke daerah lain,”ujarnya.

Pihaknya juga mengaku sudah berulangkali menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah setempat ataupun PT PLN. Namun, PT PLN berdalih listrik bisa masuk ke kampung itu jika minimal dihuni 20 KK. Selain itu, pihak PT PLN juga, kata dia, mematok harga sebesar Rp5 juta sebagai harga pemasangan meteran awal.

“Mau uang dari mana kami memasang listrik di sini. Sedangkan kami sehari-hari hanya bekerja serabutan. Untuk makan saja sudah sulit,” keluhnya sembari menyebut bahwa anak-anak mereka juga selalu mengeluh kegelapan ketika mengulang pelajaran di rumah pada malam hari.

Atas situasi tersebut, pihaknya meminta pemerintah setempat maupun PT PLN dapat mencari solusi terbaik terhadap persoalan tersebut. “Di zaman yang sudah merdeka ini kami merasa seperti di anaktirikan. Tolonglah Pak Bupati, bantu kami,” harap warga berkaca-kaca.

Terpisah, Manager PT PLN Rayon Dolokmasihul Erwin Siagian saat dihubungi via selulernya, Senin (29/7) mengatakan bahwa masyarakat yang belum teraliri listrik itu sudah datang melaporkan keadaan itu kepada pihaknya.

Atas laporan tersebut, pihaknya menyarankan masyarakat untuk membuat surat resmi agar diajukan ke PT PLN Area Pematangsiantar untuk diteruskan ke PT PLN Medan.

Menurutnya, terealisasi atau tidaknya permintaan masyarakat itu bukan domain (ranah) pihaknya. Pihaknya mengaku hanya bisa membantu mengantarkan surat permohonan saja.(Bdi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
JMSI Sumut Apresiasi Terpilihnya Salman Sihotang sebagai Ketua PD PERPAMSI Sumut 2026–2030
Jelang Ramadhan 1447 H, Rico Waas Punggahan dan Bantu Masjid Ikhwanul Muslimin Medan Amplas
UNPAB Resmikan dan  Peletakan Batu Pertama Science Techno Park Al-Amin
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
UNPAB Tutup PKKMB 2025/2026 Lewat “Green and Smart Campus Movement”
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
komentar
beritaTerbaru