Senin, 16 Februari 2026

Turunkan Angka Kematian Balita, Dinkes kota Solok Gelar Pertemuan MTBS

Administrator - Minggu, 07 Juli 2019 14:31 WIB
Turunkan Angka Kematian Balita, Dinkes kota Solok Gelar Pertemuan MTBS

Solok I Sumut24

Baca Juga:

Dalam rangka menurunkan angka kematian Balita ,Dinas Kesehatan Kota Solok gelar pertemuan Manajemen Terpadu Balita Sakit MTBS ,,Kegiatan ini di ikuti oleh Kepala Puskesmas beserta petugas Pembina Posyandu, Pengelola Anak, Pengelola Program Ibu dan Bidan Koordinator se-Kota Solok,acara berlangsung di Aula Dinas kesehatan Kota Solok

Pertemuan tersebut dihadiri Kabid P2 dan Kesmas dr. Pepy Ledy Soffiany dan Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat, Ns. Aprinur Azwira, S.Kep dilaksanakan selama dua hari (2-3 Juli 2019) di aula Dinas Kesehatan.Berdasarkan data SDKI 2017 diperkirakan 763.145 Balita meninggal di Indonesia, kematian terbanyak pada Balita adalah karena Diare, Pneumonia, DBD, Campak dan Malaria.

Salah satu pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan bayi dan Balita dilakukan melalui penerapan program Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS).

Tujuan dari MTBS adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang terkait dengan penyebab utama penyakit pada Balita, melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di unit rawat jalan fasilitas kesehatan dasar.

Sementara, narasumber pada pertemuan ini menghadirkan Nazli Nazir, S.ST dan Menda Nengsih, S.ST dari Seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar. Dalam sambutannya, Kabid P2 Kesmas dr. Pepy Ledy Soffiany mengatakan sejak tahun 1996 Departemen Kesehatan bekerja sama dengan WHO mengembangkan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Indonesia.

“Sasaran utama penerapan MTBS adalah Perawat, Bidan atau Bidan Desa yang menangani Balita sakit. Tentunya Dokter Puskesmas perlu juga terlatih agar dapat melakukan supervisi penerapan MTBS di wilayah kerja Puskesmas,” tutur Kabid P2 Kesmas.

“Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak,” jelasnya.

Narasumber Nazli Nazir, S.ST, narasumber menjelaskan beberapa point tentang apa itu Manajemen Terpadu Balita Saki yang merupakan pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana Balita sakit yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat dasar.

Manfaat dan keuntungan MTBS yaitu keterpaduan tatalaksana kasus (untuk program ISPA dan Diare), mengurangi missed opportunities (untuk program Imunisasi), memperbaiki penanganan malaria pada Balita (untuk program Malaria), memberi konseling pemberian makan dan ASI (untuk program Gizi), pedoman tatalaksana pengobatan yang baku (untuk program Pengobatan), mencari pertolongan kesehatan secara tepat (untuk program Promkes).

Adapun tambahan materi dari narasumber Menda Nengsih, S.ST, Ia menambahkan tentang apa saja tatalaksana Balita sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun, yaitu, penilaian dan klasifikasi Balita sakit umur 2 bulan -5 tahun, penilaian dan klasifikasi Batuk dan sukar bernapas, penilaian dan klasifikasi Diare.

Tindakan dan pengobatan Balita sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah tindakan dan pengobatan Balita sakit yang memerlukan rujukan, seperti memberi dosis pertama antibiotik, memberi obat untuk malaria berat, memberi parasetamol untuk demam tinggi, mencegah agar gula darah tidak turun, memberi vitamin A pengobatan dan memberi tindakan pada penderita DBD. (Yose)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
UNPAB Tutup PKKMB 2025/2026 Lewat “Green and Smart Campus Movement”
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Bupati Solok Terima Silaturahmi Forum Ketua KAN Kabupaten Solok
SMPN 1 Kota Solok Terima Hibah Mobil Operasional Dari Anggota DPR RI Willy Aditia.
Aloka Telah Tiba di Washington D.C.
komentar
beritaTerbaru