Minggu, 15 Februari 2026

Sebut Pejabat Nonjob Bolos, Kepala BKN Regional Sumut Asbun

Administrator - Selasa, 18 Juni 2019 20:46 WIB
Sebut Pejabat Nonjob Bolos, Kepala BKN Regional Sumut Asbun

MEDAN I SUMUT24.co Adanya statemen kepala BKN Regional Sumut English Nainggolan yang mengatakan, para pejabat eselon II yang baru-baru ini telah dicopot oleh Gubsu Edy Rahmayadi jarang masuk alias bolos karena malu sebab sekarang menjadi bawahan adalah statemen yang mengada-ada disinilah jelas bahwa Kepala BKN Regional Sumut tersebut Asal bunyi alias asbun tak mendasar, ucap salah seorang ASN Pemprovsu yang enggan disebutkan namanya kepada Wartawan, Rabu (19/6). Menurut ASN tersebut, Sebagai pejabat yang membawahi ASN tak selayaknya seorang Kepala BKN menyebutkan hal tersebut karena sama dengan memercik air didulang terkena muka sendiri, ini jelas kepala BKN tersebut gagal membina ASN dan membuka boroknya sendiri. Apalagi ucapan kepala BKN tersebut tidak didasari bukti seperti Absensi dan lainnya. Jangan asal cakap kalau tak mengerti.

Baca Juga:

Saat ini saja jajaran OPD Pemrovsu absensi sudah menggunakan selfie android sehingga kalau tidak selfie tepat waktu masuk dan pulang berbagai tunjangan apapun namanya langsung terpotong dari honor dan gaji. Jadi mana mungkin ASN mau gajinya dipotong, apalagi terkadang SK ASN nya sudah tergadai, ucapnya. Kita berharap Menteri Menpan RB agar dan pejabat yang membawahi BKN agar mengevaluasi pejabat BKN Regional Sumut karena asal buat statemen, padahal belum tentu kebenarannya.

Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional Sumut English Nainggolan menyebut, para pejabat Eselon Dua yang dinonjobkan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi harus tetap menjalankan tugas dengan benar, dan pastinya tidak membolos pada jam kerja.

Setelah beberapa waktu lalu Edy Rahmayadi menonjobkan belasan pejabat Eselon Dua lingkungan Pemprov Sumut.

Kepala BKN Regional Provinsi Sumatera Utara, English Nainggolan mengatakan, pastinya para pejabat eselon dua membolos datang ke kantor karena tekanan psikologis yang diterimanya. Lantaran, dahulu menjabat sebagai pimpinan kini hanya menjadi bawahan.

“Secara manusiawi eselon dua dinonjobkan itu tertekan. Apalagi dulunya ada kepala dinas dan dirinya di nonjobkan di tempat ia memimpin,” jelasnya, melalui sambungan telepon genggam, Selasa (18/6/2019).

English Nainggolan juga mengatakan, dengan mendapat tekanan, tidak menutup kemungkinan para pejabat itu akan malu untuk datang ke kantor. Setelah itu, dengan membolos pastinya dapat menganggu kinerja di dinas tersebut.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
UNPAB Tutup PKKMB 2025/2026 Lewat “Green and Smart Campus Movement”
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Bupati Solok Terima Silaturahmi Forum Ketua KAN Kabupaten Solok
SMPN 1 Kota Solok Terima Hibah Mobil Operasional Dari Anggota DPR RI Willy Aditia.
Aloka Telah Tiba di Washington D.C.
komentar
beritaTerbaru