Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
sumut24.co TAPTENG, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Soeharto melaksanakan k
News
DELI SERDANG I SUMUT24 Infeksi baru HIV/AIDS terjadi diantaranya karena laki-laki tertular melalui hubungan seksual dengan Pekerja Seks Komersial (PSK), baik itu PSK langsung, tidak langsung atau PSK dari jejaring sosial.
Baca Juga:
Aktivis yang konsen di HIV/AIDS, Syaiful Harahap menjelaskan, saat ini pemerintah hanya terfokus di hilir saja seperti melakukan tes HIV, bukan dari hulu yakni penularan HIV.
“Tidak ada yang konkret di hulu. Misalnya pemeriksaan pada laki-laki dewasa. Selama ini yang diperiksa hanya perempuan saja, PSK, atau ibu hamil. Padahal laki-laki yang mendatangi PSK. Bayangkan satu PSK bisa melayani lima laki-laki per hari. Lima laki-laki itu berisiko atau tiga diantaranya tertular kemudian main sama istri, terus menular ke anaknya,” ujar Pemerhati (berita) HIV/AIDS ini dalam acara pelatihan media dan CSO yang digelar Indonesia AIDS Coalition di Deli Serdang, Senin (17/6).
Insiden infeksi HIV baru, lanjutnya adalah seorang istri yang tertular dari suaminya dan bayi tertular dari ibunya. “Ini yang harus ditekan dalam menekan mata rantai penularan HIV. Kalau menghentikan jelas tidak mungkin,” ujarnya.
Untuk itu, nasib istri dan anak ada pada suaminya, sehingga bagi para suami yang ingin ‘main’ di luar harus menggunakan pengaman kondom. “Kalau tidak pakai kondom di luar, di rumah sama istri pakai kondom. Tapikan gak mungkin dia pakai kondom, istri pasti bertanya. Makanya, gunakan kondom saat di luar,” ujarnya.
Kata Syaiful, PSK langsung di lokalisir bisa diintervensi dengan program wajib kondom bagi laki-laki. “Masalahnya yang susah dijangkau ini, PSK tidak langsung misalnya di bar, Kafe atau online,” katanya.
Untuk hal ini, maka Pemerintah harus didorong untuk membuat regulasi Undang Undang, agar suami istri melakukan konseling HIV. Untuk yang melakukan perilaku berisiko diminta untuk tes HIV. “Karena tak mungkin juga buat lokalisasikan, bertentangan nanti sama daerah, apalagi Indonesia masih budaya dan agamanya kental,” katanya.
Selain itu, Tim Inisiatif Petugas Kesehatan & Konseling (TIPK) harusnya meminta kepada Orang dengan HIV/AIDS (Odha) untuk berjanji untuk menghentikan penularan mulai dari dirinya.
“Harusnya itu disampaikan, tapi sekarang sudah tidak adakan. Tidak cukup hanya diperiksa saja, terus dikasih konseling, tapi mereka juga harus janji dari dirinya,” katanya. (red)
sumut24.co TAPTENG, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Soeharto melaksanakan k
News
Medan Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru
Umum
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
kota
Bupati Solok Terima Silaturahmi Forum Ketua KAN Kabupaten Solok
kota
SMPN 1 Kota Solok Terima Hibah Mobil Operasional Dari Anggota DPR RI Willy Aditia.
kota
Aloka Telah Tiba di Washington D.C. Oleh Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURISEBELUM naskah yang sedang Anda baca ini, sudah dua kali s
News
Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Nasional Air Dingin Bupati Solok Diskusi Bersama Masyarakat Terkait.
kota
Bupati Madina Saipullah Nasution Nakes Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan di Mandailing Natal
kota
Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan Turun ke Desa, Jumat Berkah di Sosa Julu Serap Aspirasi Warga
kota
Harga Bahan Pokok Dijaga Stabil, Pemkab Paluta Turunkan 1,5 Ton Beras SPHP di Padang Bolak
kota