Minggu, 15 Februari 2026

Penyetaraan Pendidikan Juga Perlu Mutu Para Pendidiknya

Administrator - Jumat, 03 Mei 2019 06:59 WIB
Penyetaraan Pendidikan Juga Perlu Mutu Para Pendidiknya

MEDAN I SUMUT24.co Aktivis Muda Nu Batubara Jasmi Assayuti menilai penyetaraan pendidikan di Indonesia bukan hanya terpenuhinya fasilitas sarana dan prasarana, namun juga terkait mutu para pendidiknya itu sendiri.

Baca Juga:

“Kalau sarana dan prasarana pemerintah sudah mulai maksimal. Tapi kalau melihat terutama wilayah perbatasan, soal pendidiknya untuk meningkatkan mutu pendididikan kalau mungkin lebih baik diperbanyak,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/5).

Untuk meningkatan mutu pendidikan, menurut jasmi yang juga mempunyai lembaga pendidikan aswaja di batubara, ketersediaan tenaga pendidik dapat mewujudukan pendidikan yang lebih bervariasi. Tenaga pendidik di wilayah tertinggal juga hendaknya mampu mendorong kemajuan siswa di pelosok desa yang ada dibatubara,

“Faktanya di desa perupuk kecamatan lima puluh pesisir tempat saya kelahiran saya sangat butuh pembinaan di Kawasan tersebut, siswa atau masyarakat lokalnya kurang terdorong untuk mengenyam pendidikan dengan maksimal. Yang berkembang ya siswa di sana tetapi dari keluarga pendatang,” sambungnya.

Menurutnya diperlukan tenaga pendidik yang bisa memfasilitasi atau mendorong siswa lokal untuk memiliki minat dan semangat untuk maju.

Keadaan yang cukup ideal, menurutnya di perkotaan seperti di kota medan. Namun bukan berarti tanpa ada masalah. Ia mengatakan prihatin di sebuah sekolah ada murid yang berani melawan gurunya.

Mengatasi hal tersebut, menurut alumni IAIN SU kota medan itu diperlukan pengawasan yang melibatkan orang tua dan guru. Komunikasi antara tenaga pendidik dengan orang tua siswa sangat diperlukan dan terbukti efektif.

Jasmi menceritakan di lingkungan tempat tinggalnya para orang tua dari anak-anak TK perlu membuat grup WhatsApp di mana tenaga pendidik tergabung di grup tersebut. Dengan itu orang tua dan guru dapat saling komunikasi dan dapat saling mengawasi.

Ia menilai sangat tidak tepat jika guru dan orang tua siswa saling mengandalkan dan menyalahkan. “Kadang kala kan orang tua menyerahkan perkembangan anak-anaknya hanya kepada guru, dengan alasan membayar mahal. Lalu guru juga merasa sudah menyelesaikan tugasnya jika usai jam sekolah.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Lima Pejabat Eselon II Pemprov Sumut Mundur, Bobby Nasution Tegaskan Kinerja Utama
Peresmian Fasilitas Polda Sumut dan Peluncuran Bansos Polri, Kajati Harli Siregar Hadiri Kegiatan di Medan
Meriah dan Kompetitif, Turnamen Amal U-15 MAVI Sumut Cetak Bibit Atlet Voli Muda
Dwi Versi Indrajit
Mohammad Saleh Ketua Golkar Jateng, raih gelar doktor hukum dengan predikat Summa Cumlaude
Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana
komentar
beritaTerbaru
Dwi Versi Indrajit

Dwi Versi Indrajit

Dwi Versi Indrajit Oleh Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI TERNYATA bukan hanya Srikandi dan Gatotkaca yang beda versi Mahabharata de

News