Sabtu, 14 Februari 2026

Tekan Angka Kemiskinan di Kabupaten Karo

Administrator - Minggu, 31 Maret 2019 15:51 WIB
Tekan Angka Kemiskinan di Kabupaten Karo

 

Baca Juga:

Tanahkaro I SUMUT24

Kemiskinan di Kabupaten Karo salah satu yang dipandang sebagai ketidak mampuan dari sisi ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan. Tetapi yang diukur dari sisi pengeluaran.

Dasar ini membuat masyarakat Kabupaten Karo dari tahun 2014-2017 terjadi peningkatan penduduk miskin 9,20 % – 9,97 %. Namun pada tahun 2018 yang lalu penurunan jumlah enduduk miskin di Kabupaten Karo 2018 sebanyak 35.360 orang (8,67%), atau turun sebanyak 4.660 orang(1,30%) dibandingkan jumlah penduduk miskin 2017 yang berjumlah 40.020 orang (9,97 %).

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala Badan Pusat Statistik kab. Karo Yustinus Sembiring saat menyerahkan hasil survei sosial ekonomi Nasional (Susenas), Jumat (29/3) Diruang Kerja Bupati Karo.

Jika dilihat dari hasil Susenas ini, Terkelin mengatakan garis kemiskinan Kabupaten Karo secara total sebesar Rp. 437.702,- per kapita per bulan, sedangkan pada Maret 2017 garis kemiskinan Kabupaten Karo secara total sebesar Rp. 423.663,-per kapita per bulan. Tambahnya

Secara indeks, kita apreisasi kemajuan yang kita raih selama ini melalui program kita kerja selama 2018 ini yang dilakukan OPD terkait dalam membangun karo, bahwa angka kemiskinan dapat kita tekan, walaupun selama ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan ujarnya lagi.

Kedepan saya minta semua OPD agar lebih bergiat lagi melakukan terobosan terobosan dan dapat menyerap anggaran agar program yang bersentuhan dengan masyarakat dapat dirasakan masyarakat karo, sehingga ditahun 2019 ini upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran lebih baik lagi.

Caranya melalui dinas DPMD agar mensosialisasikan kepada seluruh kepala desa jika ingin ada penurunan lagi apa salahnya kita pakai strategi BPS Karo, yaitu memanfaatkan dana dana desa secara fisik pembangunannya, namun orang sebagai pekerja utamakan masyarakat setempat.

Dalam arti kata untuk menjaga perputaran ekonomi uang tidak keluar desa apalagi ke luar Tanah Karo, ini sangat berpengaruh. Katanya

Sementara Kepala BPS kab. Karo Yustinus Sembiring angkat bicara bahwa sesuai data yang kita dapat melalui survei sosial ekonomi Nasional (Susenas),kita apreisasi kinerja bupati Karo Terkelin Brahmana SH, sebab mampu mengangkat perekonomian yang terpuruk sejak mulai tahun 2014-2017 dengan cara menekan angka kemiskinan. Tambahnya

Dari tahun 2017 angka kemiskinan kab. Karo 9,97 % dan ditahun 2018 terjadi penurunan menjadi 8,67 % secara grafik, sudah mulai membaik. Tandasnya

Jadi dari Sisi Badan Pusat Statistik kab. Karo kami menilai kepemimpinan bupati Karo mendapat predikat berhasil dalam memimpin Tanah Karo, keberhasilan ini sesuai data indeks mengukur kemiskinan, melalui BPS menggunakan konsep kemampuan seeorang untukmemenuhi kebutuhan dasar (basic eeds approach). Selain itu kita menggunakan Metode menghitung Garis Kemiskinan (GK), dengan dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan. Kata Yustinus

Artinya Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan padi padian, umbi umbian, ikan sayuran, daging, telur dll dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan,kesehatan dll. Pungkasnya. (lin)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mohammad Saleh Ketua Golkar Jateng, raih gelar doktor hukum dengan predikat Summa Cumlaude
Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana
Lepas 22 Kontainer, Kapolri Pastikan Bantuan Terdistribusi Merata hingga Wilayah Terdampak Terpencil
Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana
Dompet Dhuafa Waspada dan RSU Sufina Aziz Perpanjang Kerja Sama di Tahun ke-9
Hari Ini Dibuka: PalmCo Sediakan 1.000 Lebih Kursi Mudik Gratis Lebaran 2026, Utamakan Kelompok Rentan
komentar
beritaTerbaru