Sabtu, 14 Februari 2026

Mahfud Md Ajak KPK Buat Forum Milenial Antikorupsi

Administrator - Senin, 25 Maret 2019 14:49 WIB
Mahfud Md Ajak KPK Buat Forum Milenial Antikorupsi

 

Baca Juga:

Jakarta I SUMUT24 Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md kembali menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengajak lembaga antirasuah untuk ikut bekerja sama dalam kegiatan bertajuk antikorupsi generasi milenial.

“Saya mau ngajak satu forum tentang menguatkan nasionalisme melalui pemberantasan korupsi. Kita diskusi itu tadi karena kita kalau tidak atasi korupsi sama-sama, nasionalisme generasi milenial lama-lama meluntur,” tutur Mahfud di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Menurut Mahfud Md, generasi milenial Indonesia yang bergerak seiring perkembangan zaman akan terus maju merambah dunia internasional. Pada akhirnya, jika tidak dibentuk di negerinya sendiri tentang sikap nasionalisme lewat perbaikan antikorupsi, maka pada akhirnya mereka akan memilih untuk meninggalkan negaranya.

“Karena di dalam situasinya tidak bagus, milenial itu orang nanti akan keluar, bukan lagi ke negaranya sendiri. Oleh karena itu kita ajak mari kita perbaiki negara ini bersama-sama,” jelas dia.

Generasi milenial harus sadar bahwa negara membutuhkan generasi muda bangsa yang peduli dengan pemberantasan korupsi dalam negeri.

“Yang berlalu kita selesaikan baik-baik, yang ke depan kita antisipasi agar nggak terjadi korupsi-korupsi besar. Bahkan kalau bisa jangan sampai terjadi gitu aja,” Mahfud Md menandaskan.

Kebiasaan Pejabat Usai Ditangkap

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md membeberkan kebiasaan para pejabat korup usai ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setidaknya ada tiga poin yang biasanya terjadi berurutan.

“Pertama bahwa saya ini dijebak. Kan nggak mungkin orang dijebak dengan OTT. Karena OTT dibuntuti udah lama dan dia sendiri yang atur pertemuannya,” ujar Mahfud Md di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Kemudian, lanjut Mahfud, usai memberikan pernyataan itu, pejabat yang diduga terlibat kasus rasuah itu akan menyebut bahwa dirinya merupakan korban politik.

“Tidak ada jawaban lain. Nanti sudah diperiksa, ditunjukkan bukti-buktinya, baru dia oh ya,” jelas dia.

Terakhir, pejabat tersebut akan mengambil langkah nota keberatan alias eksepsi saat persidangan.

“Eksepsi, menolak semua isi dakwaan. Kan selalu begitu urutannya,” kata Mahfud. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mohammad Saleh Ketua Golkar Jateng, raih gelar doktor hukum dengan predikat Summa Cumlaude
Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana
Lepas 22 Kontainer, Kapolri Pastikan Bantuan Terdistribusi Merata hingga Wilayah Terdampak Terpencil
Kapolri Kunker ke Polda Sumut, Kirim 22 Truk Bantuan ke 3 Daerah Terdampak Bencana
Dompet Dhuafa Waspada dan RSU Sufina Aziz Perpanjang Kerja Sama di Tahun ke-9
Hari Ini Dibuka: PalmCo Sediakan 1.000 Lebih Kursi Mudik Gratis Lebaran 2026, Utamakan Kelompok Rentan
komentar
beritaTerbaru