Sabtu, 14 Februari 2026

Sekretaris PW NU Sumut Hatta Siregar: Indonesia Bukan Negara Agama

Administrator - Kamis, 07 Maret 2019 14:26 WIB
Sekretaris PW NU Sumut Hatta Siregar: Indonesia Bukan Negara Agama

MEDAN I SUMUT24.co Sekertaris PW NU Sumut, Muhammad Hatta Siregar mengatakan, tidak ada pembahasan dan menyudutkan agama lain yang ada di Indonesia. Akan tetapi, kata dia, masyarakat NU setuju, bahwa diluar agama Islam disebut dengan Non-muslim.

Baca Juga:

“Dalam pembahasan itu ada beberapa hal, terutama masalah Bagaiaman hukum-hukum dalam keputusan sesuatu. Bahwa dalam kenegaraan, tidak dikenal istilah kafir, tetapi sebaiknya digunakan kata non muslim, yang bukan Islam,” katanya saat menggelar konferensi pers, di Kantor PW NU Sumut, Jalan Sei Batanghari, Kota Medan, Kamis (7/3).

Berdasarkan konstitusi tidak boleh ada lembaga yang mengeluarkan fatwa kecuali Mahkamah Agung. Sebab Indonesia bukan darul fatwa. 

“Kalau ini hasil musyawarah ulama, bukan fatwa. Karena Indonesia bukan negara agama beda dengan negara Timur Tengah yang ada mufti. Namun sejurus dengan itu, tidak boleh ada warga negara Indonesia yang tidak beragama. Maka ada kementerian agama, tapi tidak ada darul fatwa,” ucapnya. terkait dengan fatwa, oleh karena hanya institusi yang diberi mandat oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan, yang sah mengeluarkan fatwa, maka NU menegaskan tidak satu pun lembaga yang mengatasnamakan dirinya sebagai mufti. Bahwa NU tidak merubah apa yang ada di Alquran. Akan tetapi dalam pergaulan sehari-hari supaya tidak boleh memakai kata-kata kafir melainkan nonmuslim. (Polemik) ini karena ada orang yang tidak senang dengan NU,ucapnya.

Sementara itu Wakil Khatip PW NU Sumut Nisbul Khair mengatakan, Hasil Munas alim ulama dan Konbes NU se Indonesia tentang penggunanan bahasa non muslim kepada yang bukan islam adalah merupakan dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan terhadap umat di Indonesia ini agar jangan terpecah belah, karena NU adalah selama menjaga keutuhan dan kerukunan antar umat beragama bukan untuk mendukung salah satu capres atau lainnya. Karena kebetulan saja KH Maruf Amin mencalon dan dicalonkan sebagai Cawapres sehingga jangan dipolitisir lebih jauh, ucapnya.

Hadir dalam konferensi Pers PW Nahdlatul Ulama Sumut, Calon ketua PC NU kota Medan Burhanuddin, yang turut mendukung NU untuk memberi pencerahan pada umat.

“Kita sangat mendukung fatwa Munas Alim Ulama dan Konbes PB NU se Indonesia agar umat di muka bumi ini tidak terpecah belah oleh kepentingan orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan sesaat, ucapnya. NU adalah organisasi besar umat islam terbesar sehingga NU sangat konsen terhadap masalah keumatan. Makanya sampai penggunaan plastik dan MLM yang tidak transparan dibahas dalam munas alim ulama dan konbes NU di Jawa Barat tersebut,” katanya.

Burhanudin juga mengatakan, masyarakat di Sumut jangan mau dipecah-pecah akibat dari isu yang sengaja dibesarkan oleh sekelompok orang, apalagi melihat kondisi saat ini tahun politik.

“Jadi kita berharap seluruh warga Nahdliyin khususnya di Kota Medan agar jangan mau terpancing isu-isu yang menyesatkan termasuk menyebut orang nasrani adalah kafir. Sebutlah dengan lembut dengan kata non muslim sehingga terciptatanya kerukunan umat beragama di Indonesia terkhusus di Sumut, ucapnya mengakhiri.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Asahan Hadiri Penanaman Jagung Perdana Program Ketahanan Pangan
Tanpa Sebab, Erwin Dianiaya Kakak Beradik Ninok dan Nardi Hingga Bonyok
Sergai Posisi Pertama Luas Panen dan Produksi Padi di Sumut, Darma Wijaya: “Berkat Dukungan Berbagai Pihak”
Wabup Adlin Tambunan Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Serdang Bedagai
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan Siantar-Saribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
SATKAMLING Nagori Dolok Maraja Kabupaten Simalungun Terima Penghargaan Terbaik 3 Poldasu
komentar
beritaTerbaru