Sabtu, 14 Februari 2026

Dinkes Asahan Berhasil Tekan Angka Giji Buruk Dalam Lima Tahun

Administrator - Minggu, 03 Maret 2019 14:16 WIB
Dinkes Asahan Berhasil Tekan Angka Giji Buruk Dalam Lima Tahun

ASAHAN | SUMUT24

Baca Juga:

Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dalam 5 (lima) tahun mencatat sedikitnya ada 568 balita mengalami gizi buruk, sehingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus diperhatikan untuk kesehatan dan kecerdasan anak.

Hal tersebut dikatakan Kadis Kesehatan, Aris Yudhariansyah melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Siti Rosyantio, Kemarin, mengatakan, di dalam 5 tahun ini pihaknya telah berhasil menekan angka penderita balita yang mengalami gizi buruk.

Berdasarkan data mulai tahun 2014 tercatat 96 kasus. Kemudian tahun 2015 meningkat menjadi 117 kasus. Selanjutnya tahun 2016 meningkat menjadi 136 kasus. Namun tahun 2017 menurun sedikit menjadi 132 kasus dan pada 2018 ditekan drastis menjadi 87 kasus.

“Dengan berbagai program kesehatan seperti kelas ibu hamil yang diadakan setiap desa dan dilakukan sebulan sekali. Alhamdulillah perlahan ibu-ibu memahami perawatan anak dan angka penderita gizi buruk juga bisa ditekan,” ujar Siti.

Lanjut Siti Rosyantio, Dampaknya juga dengan angka kematian ibu dan anak saat bersalin. Untuk bayi, selama 5 tahun tercatat 306 anak yang meninggal. Mulai tahun 2014 tercatat 118 kasus, kemudian 2015 menurun menjadi 100 kasus. Selanjutnya tahun 2016 berkurang menjadi 44 kasus, sementara 2017 ada 28 kasus dan 2018 terus ditekan menjadi 16 kasus. Sedangkan untuk ibu selama tahun 2014-2018 tercatat ada 80 kasus.

“Adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir, angka kematian ibu dan anak saat bersalin bisa terus ditekan,” ujar Siti.

Kemudian, Siti Rosyantio juga mengatakan, untuk menjaga kesehatan, maka para ibu dan orang tua harus memperhatikan 1.000 HPK, mulia dari kandungan hingga anak usia 2 tahun. Karena pada masa itu pembentukan sel jaringan otak sedang berjalan sebanyak 70 persen.

Lalu pada masa itu sangat penting dalam menjaga pola hidup ibu dan anaknya, dengan mengkonsumsi makan bergizi seimbang. Bila anak selama 1.000 HPK mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan, setelah itu mendapat makanan pendamping yang bernutrisi dan bergizi berimbang, maka anak akan tumbuh sehat dan cerdas.

“Apa lagi dalam masa itu (1.000 HPK) anak mengalami gizi buruk, karena tidak mendapatkan gizi yang baik dan ASI eksklusif, bisa mengakibatkan jaringan otaknya tidak terbentuk dengan baik. Dan itu bisa berpengaruh dengan kecerdasan anak ke depan,” ujar Siti.

Diharapkan para orang tua, kata Siti Rosyantio, harus bisa lebih memperhatikan anaknya terutama pada 1.000 HPK, sehingga anak bisa tumbuh dengan baik. Karena di setiap Desa atau Kelurahan sudah disediakan kelas ibu hamil dengan bidan yang berpengalaman untuk berkonsultasi.

“Ini harus kita perhatikan, sehingga anak-anak yang lahir bisa tumbuh sehat dan cerdas sesuai dengan yang diharapkan dan diinginkan setiap orang tua,” ungkap Siti.(tmp)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Asahan Hadiri Penanaman Jagung Perdana Program Ketahanan Pangan
Tanpa Sebab, Erwin Dianiaya Kakak Beradik Ninok dan Nardi Hingga Bonyok
Sergai Posisi Pertama Luas Panen dan Produksi Padi di Sumut, Darma Wijaya: “Berkat Dukungan Berbagai Pihak”
Wabup Adlin Tambunan Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Serdang Bedagai
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan Siantar-Saribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
SATKAMLING Nagori Dolok Maraja Kabupaten Simalungun Terima Penghargaan Terbaik 3 Poldasu
komentar
beritaTerbaru