Jumat, 13 Februari 2026

Cadangan Listrik di Sumut Surplus

Administrator - Kamis, 30 Agustus 2018 14:58 WIB
Cadangan Listrik di Sumut Surplus

MEDANI SUMUT24.co

Baca Juga:

PT PLN Wilayah Sumut siap menampung dan melistriki 10 pabrik lagi seperti pelanggan besar Martabe Sorik Minning, jika ingin berinvestasi di Sumut. Sebab sampai saat ini cadangan listrik di Sumut dan Aceh masih surplus sekitar 300 hingga 400 MW.

Demikian dikatakan GM PLN Sumut Feby Joko Priharto menjawab wartawan usai acara penandatangan MoU “Layanan Satu Harga dan APP Siaga” PT PLN Sumut di aula Astakona Medan, Rabu (29/8).

Disebutnya, energi listrik tambahan telah masuk dari beberapa pembangkit listrik di daerah ini ,selain dari kapal pembangkit listrik di Belawan.Pada tahun ini akan masuk energi listrik bersumber dari PLTP Sarulla 300 MW dan sebelumnya telah masuk Sorik Merapi 3X110 MW.

“Saat ini, ada cadangan listrik pada beban puncak sekitar 15 persen Sumut-Aceh. Jika beban puncak Sumut berkisar 2.250 MW, berarti cadangan sekitar 200 sampai 300 MW. Ini cukup untuk melistriki 10 pabrik lagi. Jadi saat ini PLN tidak berbicara terjadinya pemadaman bergilir lagi, sebab semuanya telah surplus,” jelasnya.

Dikatakan Feby, sejak Juli 2017 lalu tidak ada lagi kata devisit listrik di Sumut. Saat ini, PLN fokus dalam pengembangan infrastuktur dan peningkatan pertumbuhan pelanggan. Termasuk di dalamnya peningkatan ratio elektrifikasi di Sumut yang hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai 99,7 persen.

“Dari 6.110 desa di Sumut, tinggal 140 desa lagi yang belum masuk listrik ( data tahun lalu),” katanya , dan ditargetkan hingga 2019 ini seluruh desa di Sumut 100 persen terlistriki.

Disamping itu, saat ini PLN Sumut terfokus untuk meningkatkan pelayanan jasa kelistrikan, salah satunya dengan membuat program Layanan Satu Harga dan Alat Pemutus dan Penghitung (APP) siaga,katanya.

Program ini untuk menyamakan harga dalam membuat Sertifikat Laik Operasi (SLO), bagi penyambungan baru listrik. Bersamaan itu PLN juga menyiagakan APP yang akan digunakan kepada pelanggan menambah daya sementara untuk keperluan pesta atau lainnya.

“Dengan alat ini, penghitungan daya yang digunakan tidak akan meleset serta merugikan kedua belah pihak ,baik PLN maupun pelanggan,”katanya.

Menurutnya, dengan program ini akan semakin memudahkan pihak-pihak yang ingin menjadi pelanggan dan sebagai bentuk peningkatan pelayanan PLN.

Sementara Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan Rino Gumpar Hutasoit mengutarakan, tahun ini pihaknya menargetkan menggarap pelanggan baru .Calon pelanggan ini tersebar dalam 4 kabupaten yang belum sepenuhnya terlistriki yakni di Nias Selatan, Nias Utara , Labura dan Madina.

Menyinggung pelaksanaan promo gebyar Kemerdekaan RI, dengan diskon 50 persen bagi pelanggan tambah daya. Menurutnya, hingga saat ini baru 3 persen pelanggan memanfaatkan fasilitas pelayanan ini. “Kita harap ke depannya lebih banyak lagi,” katanya.

Kegiatan Layanan Satu Harga dan APP Siaga ini diikuti perwakilan sejumlah asosiasi ketenaga listrikan, lembaga inspeksi teknik tegangan rendah dan tegangan menegah.

Dalam kesempatan itu dilaksanakan penandatangan MoU para perwakilan asosiasi dan lembaga inspeksi tersebut dengan GM PT PLN Sumut Feby Joko Priharto. Dengan MoU ini diharapkan harga pembuatan SLO nantinya lebih seragam dan transparan serta tidak merugikan pelanggan. Acara ini dihadiri sejumlah petinggi PLN Wilayah Sumut seperti, Manajer SDM Suyadi, DM Hukum dan Humas Abdul Rahman, DM Distribusi Gading Aji dan para Manager area PLN se- Sumut.(C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut akan Fokuskan Pengamanan Imlek ke Jajaran
Kasus Penganiayaan 2020 Mandek, Korban Desak Polsek Medan Tembung Tangkap Pelaku
Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak nasional melalui Zoom Meeting dengan tema Hari Pangan Serentak (HPS),
Sambut Ramadhan 2026 Pemkot Solok Gelar Gotong Royong di Lubuk Sikarah.
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, Secara Resmi Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Solok Tahun 2026
Di Tengah Efisiensi Anggaran, MTQ XXV Madina Tetap Digelar, Wabup Atika: Identitas Daerah Tak Boleh Hilang
komentar
beritaTerbaru