Polda Sumut akan Fokuskan Pengamanan Imlek ke Jajaran
Polda Sumut akan Fokuskan Pengamanan Imlek ke Jajaran
kota
Langkat I SUMUT24.co
Baca Juga:
Mustafa (25) meninggal dunia akibat menderita DBD yang menyerang Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Minggu (26/8) kemarin.
Sebelum meninggal dunia, Mustafa sempat dirawat dirumahnya selama 3 hari. Namun karena tak kunjung sembuh, keluarga akhirnya membawanya ke RSUD Tanjung Pura untuk mendapat perawatan secara intensif.
Mustafa beserta keluarga tiba di RSUD Tanjung Pura pada Minggu (26/8) sekira Pukul 16.00 Wib. Namun sayang, usaha keluarga tidak mendapatkan hasil. Usai ditangani Dokter di UGD RSUD Tanjung Pura selama 1 jam, akhirnya Mustafa menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 17.00 Wib. Informasi yang berhasil dihimpun, Senin (27/8), menyebutkan, Mustafa terpapar DBD, dengan trombosit 36.000.
Selain mustafa, beberapa warga Desa lainnya juga terserang DBD. Salah satunya adalah istri Tenang, Ketua BPD Desa Pantai Cermin, yang saat ini terbaring dengan kondisi lemah, dengan tangan terinfus.
Tenang, nama panggilan ketua BPD ini menyatakan, sebelum istrinya sakit, terlebih dahulu anaknya terserang penyakit DBD. Setelah dinyatakan sembuh oleh dokter, kemudia anaknya diperbolehkan pulang.
Tenang berharap, ada kepedulian Pemerintah Langkat, khususnya Dinas Kesehatan Langkat, yang saat ini belum melaksanakan Pogging untuk membunuh nyamuk penyebab DBD di Desa Pantai Cermin.
Kepala Desa Pantai Cermin, Komeri Edi mengatakan, sudah ada 16 warganya diduga terserang penyakit DBD. Dirinya juga mengakui, kalau sebagian warganya yang sakit DBD sudah ada yang pulang kerumahnya masing-masing.
Namun pihaknya tidak membantah warganya saat ini, masih Opname sedang terbaring di beberapa rumah sakit akibat DBD.
â€Kita sudah melaporkan kejadian ini ke Bidan Desa, agar segera di lakukan Pogging, sebelum bertambahnya korban jiwa.
Informasi dihimpun, Demam Berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone†karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.
Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.
Demam Berdarah Dengue , diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Infeksi virus tersebut biasanya menyebabkan beberapa gejala seperi demam, pusing, nyeripada bola mata, otot, sendi, dan ruam. (red)
Polda Sumut akan Fokuskan Pengamanan Imlek ke Jajaran
kota
Kasus Penganiayaan 2020 Mandek, Korban Desak Polsek Medan Tembung Tangkap Pelaku
kota
Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak nasional melalui Zoom Meeting dengan tema Hari Pangan Serentak (HPS),
kota
Sambut Ramadhan 2026 Pemkot Solok Gelar Gotong Royong di Lubuk Sikarah.
kota
Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, Secara Resmi Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Solok Tahun 2026
kota
Di Tengah Efisiensi Anggaran, MTQ XXV Madina Tetap Digelar, Wabup Atika Identitas Daerah Tak Boleh Hilang
kota
Kapolda Sumut Hadiri Launching Serentak SPPG Polri, Tegaskan Komitmen Dukung Program Gizi Nasional
kota
Satgas Pangan Polda Sumut Pastikan Stok Daging Ayam Aman Jelang Ramadhan Hingga Idul Fitri
kota
Diikuti Ratusan Atlet se Sumut, Kejuaraan Karate Piala Kajati Sumut II Dibuka Harli Siregar, Pejabat Pemprov Sumut &039Kompak&039 Tak Hadir
kota
Sergai sumut24.co Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijiriyah, suasana penuh harap dan kebersamaan mulai terasa di tengah masyar
News