Jumat, 13 Februari 2026

UNA Menuju Pusat Pengembangan Bioteknologi Tanaman

Administrator - Selasa, 07 Agustus 2018 14:36 WIB
UNA Menuju Pusat Pengembangan Bioteknologi Tanaman

ASAHAN | SUMUT24 Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Asahan (UNA) siap menuju sebagai kampus pusat bioteknologi tanaman praktikum penelitian, mengembangan dan perbanyakan tanaman, kultur jaringan, fisiologi tanaman sampai konservasi di wilayah pantai timur Sumatera.

Baca Juga:

Dibimbing dosen melakukan penelitiannya, mahasiswa Argoteknologi Fakultas Pertanian UNA perlahan mengejar ketinggalan dan berakselasi menjadi institusi pendidikan tinggi di wilayah pantai timur Sumatera yang mengembangkan kultur jaringan.

“Terletak jauh dari ibu kota bukan berarti Universitas Asahan tidak bisa berbuat banyak untuk mengejar ketinggalan di bidang akademik dan riset, dengan slogan ‘Canggih Ga Usah Mahal yang Penting Kreatif’,” kata Dekan Fakultas Pertanian UNA, Ir Syafruddin MSi MMA kepada wartawan saat dikonfirmasi, kemarin.

Syafruddin menjelaskan, sebagai laboratorium yang baru berdiri kurang dari tujuh bulan, keberadaanya tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada saat ini Laboratorium Bioteknologi Tanaman Universitas Asahan memiliki 9 koleksi anggrek. 5 koleksi berasal dari angrek khas hutan Sumatera Utara, 3 koleksi didatangkan dari pulau jawa dan 1 koleksi kiriman dari Sulawesi.

Dengan dukungan sumberdaya manusia yang cukup berkompeten sebelumnya, pihak rektorat mengutus salah satu dosen yang mempunyai keahlian kutur jaringan bernama Asep Rodiansah SP MSi untuk melakukan studi banding ke BPPT, LIPI, IPB dan ITB.

Sepulangnya dari pelatihan dan studi banding, dosen tersebut diamanatkan untuk melakukan revitaliasi laboratorium di Prodi Agroteknologi sehingga memiliki laboratorium representatif untuk praktikum dan penelitian.

“Alhamdulillah, sekarang aktivitas praktikum di labolatorium sangat aktif dipimpin langsung oleh dosen kami, Asep Rodiansyah yang memandu mahasiswa dalam melakukan penelitian,” ujarnya.

Asep Rodiansah menjelaskan, tidak hanya angrek terdapat juga koleksi kultur kentang mencapai 3 kultivar, sehingga total koleksi mencapai 12 koleksi yang semuanya disususun rapi di rak kultur laboratorium.

“Saat ini ada permintaan dari petani kentang Brastagi untuk menyediakan bibit kentang yang bebas virus,” kata Asep, dosen UNA yang merupakan alumnus IPB tersebut sambil menunjukkan ribuan botol kultur yang berisi tanaman hasil penelitiannya beserta timnya.

Teknologi Kultur Jaringan yang dikembangkan juga diadopsikan ke tanaman lain, baik tanaman pangan, perkebunan, maupun kehutanan. Tujuannya selain untuk riset dan hilirisasi riset (bisnis) juga untuk tujuan konservasi. kerusakan hutan di daerah Sumatra akibat penebangan pohon maupun konversi menjadi lahan perkebunan mengancam flora endemik yang perlu dilestarikan untuk diteliti, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara lestari dan berkelanjutan untuk masa depan generasi yang akan datang.

Rektor Universitas Asahan Prof Dr Ibnu Hajar MSi memandang posisi Universitas Asahan yang strategis dan memiliki keunggulan komparatif tersendiri dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten di pantai timur Sumatera. (tmp)

Foto: Para mahasiswa di labolatorium Fakultas Pertanian mengembangkan kultur jaringan bioteknologi tanaman.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sambut Ramadan 1447 H, PT SJA Salurkan 200 Kotak Air Mineral untuk 13 Masjid di Perbaungan
Empat Bulan Terakhir, Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Perjudian, 62 Tersangka Diamankan
Empat Bulan Terakhir, Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Perjudian, 62 Tersangka Diamankan
Waketum PKB Ida Fauziyah Kukuhkan Kepengurusan DPW PKB Sumut, PKB Kawal Demokrasi dan Pembangunan SDM
Digerebek di Jalan Sisingamangaraja, Pria 51 Tahun Ditangkap dengan 54 Gram Ganja oleh Polres Padangsidimpuan
RKPD 2027 Paluta Digeber! Bupati Reski Basyah Gaspol Bangun SDM Unggul dan Ekonomi Inklusif
komentar
beritaTerbaru