Sambut Ramadan 1447 H, PT SJA Salurkan 200 Kotak Air Mineral untuk 13 Masjid di Perbaungan
Sergai sumut24.co Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijiriyah, suasana penuh harap dan kebersamaan mulai terasa di tengah masyar
News
PADANG LAWAS | SUMUT24
Baca Juga:
Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas dinilai mempersulit pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah. Hingga saat ini, masih banyak madrasah yang belum pencairan, meski semester pertama pembelajaran hampir rampung.
Kondisi ini menjadi keluhan yang sering terdengar di kalangan pengelola madrasah. Bahkan, sampai terdengar adanya wacana beberapa madrasah berniat mendatangkan guru dan siswa ke Kantor Kemenag melakukan aksi unjuk rasa.
“Kita benar-benar merasa dipersulit. Sebelumnya kita komunikasi dengan Pak Erwin Kelana (plt Kabid Penmad), hari Kamis bisa pencairan, tapi malah tidak ada kejelasan. Padahal, sebelumnya, sempat dikatakan hari Senin juga sudah ada kemungkinan bisa cair, ” kata H Ahmad Sanusi, Pimpinan Ponpes Aljumhuriyah kepada Wartawan Kamis (24/5).
Padahal, kata H Ahmad Sanusi, saat ini sebagian madrasah sudah memasuki masa libur semester. Artinya, operasional dan bahkan gaji guru, terpaksa diutangkan. Malah, terpaksa, sebagian sekolah tidak mampu menggaji guru selama enam bulan.
“Itu yang kita sayangkan. Tidak ada keberpihakan Kemenag kepada pihak madrasah. Padahal, berkas persyaratan yang mereka minta sudah kita penuhi, ” tambahnya.
Sebelumnya, dikatakan, Aljumhuriyah sendiri sudah kena sanski tidak ikut penyaluran pertama dua minggu lalu karena terlambat satu hari penyampaian LPj. Padahal, saat itu, dari tanggal batas akhir yang ditetapkan yakni tanggal 24 April, masih cukup panjang tenggat waktu bagi Kemenag untuk mengirimkan data sekolah ke KPPN.
“Waktu itu, ditetapkan tanggal 24 April, kita memang nggak sanggup memburunya. Karena mereka menyampaikan informasinya sudah mepet, tanggal 23 April. Akibatnya, kita tidak bisa pencairan sebelum puasa. Tapi, ini waktu sudah berjalan seminggu puasa, belum juga bisa pencairan, ” terang pimpinan yayasan yang mengelola sekolah MTs dan MA ini.
Yang disayangkan, menurut dia, terkesan ada upaya mempersulit dengan berbagai alasan. Padahal, dalam beberapa kali kesempatan, Kakan Kemenag menyampaikan, untuk pencairan BOS tidak lagi harus serentak. Artinya yang sudah lengkap, akan langsung diproses dan dipercepat pencairannya.
“Kalau ini, alasannya Pak Erwin Kelana sebagai Kabid berangkat ke Medan. Sebelumnya, petugas BOS Azhar berada di Medan, ” terang H Ahmad Sanusi.
Ia berharap, kasus ini mendapat perhatian. Sebab, kondisi ini menjadi keluhan sebagian madrasah di Padang Lawas.
Lalu, apa tanggapan pihak Kemenag? Plt Kasi Penmad Erwin Kelana mengaku masih harus konfirmasi dulu ke petugas yang dipercaya mengurus berkas BOS, Azhar. “Saya sedang tugas di luar kota. Saya konfirmasi dulu Azhar,” kata Erwin seraya tidak membantah seharusnya BOS sudah dicairkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Palas, Amran Hasibuan saat dikonfirmasi mengatakan, yang harus dikedepankan dalam kasus ini hanya kesabaran.
“Sudah disampaikan, sabar… sabar… Harus ada kesabaran. Petugasnya dipanggil ke Medan, ” kata Amran sembari mempersilakan kasus ini dibuka ke publik.
Sementara Plt Kabid Penmad Kemenag Palas Erwin Kelana ketika dikonfirmasi menyatakan sampai saat ini pihaknya tidak ada niat untuk mempersulit pencairan dana Bos.
“Jauh-jauh sebelumnya, pihak Kemenag Palas telah menyampaikan informasi kepada pihak sekolah madrasah yang ada di Kabupaten Padang Lawas supaya segera mempersiapkan lpj penggunaan dana Bos tahun kemarin,”ungkapnya.
Bagi sekolah yang sudah mengantarkan lpj ke kantor Kemenag kata Erwin, pihaknya langsung membawa berkasnya untuk pengusulan pencairan dana bos ke KPPN.
“Namun, bagi pihak sekolah yang tidak mengantarkan lpj terpaksa, tidak kita usulkan pencairannya. Tidak mungkin diusulkan, sebelum ada lpj, nanti ada pemeriksaan lpj itulah sebagai pegangan kita,”ungkapnya menutup.(suf).
Sergai sumut24.co Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijiriyah, suasana penuh harap dan kebersamaan mulai terasa di tengah masyar
News
Medan sumut24.co Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan mengungkap 33 kasus perjudian dengan total 62 tersangka dalam periode 9 Oktober
Hukum
Medan sumut24.co Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan mengungkap 33 kasus perjudian dengan total 62 tersangka dalam periode 9 Oktober
Hukum
Waketum PKB Ida Fauziyah Kukuhkan Kepengurusan DPW PKB Sumut, PKB Kawal Demokrasi dan Pembangunan SDM
kota
Digerebek di Jalan Sisingamangaraja, Pria 51 Tahun Ditangkap dengan 54 Gram Ganja oleh Polres Padangsidimpuan
kota
RKPD 2027 Paluta Digeber! Bupati Reski Basyah Gaspol Bangun SDM Unggul dan Ekonomi Inklusif
kota
Arus Kembali Normal! Sat Lantas Polres Padangsidimpuan Kawal Pembukaan Jembatan Batang Angkola
kota
Generasi Emas Harus Bersih! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Suntikkan Kesadaran Anti Narkoba di Sangkunur
kota
Perang Total Lawan Narkoba!&rdquo Dansatgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Tegaskan Generasi Muda Harus Diselamatkan
kota
Lanjutkan Misi Kemanusiaan, Tohong Pangondian Harahap Resmi Pimpin PMI Paluta 2026&ndash2031
kota