Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan, 27 Orang Positif dan 2 Diduga Pengedar
Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan, 27 Orang Positif dan 2 Diduga Pengedar
News
BATUBARA l SUMUT24.co PT Inalum (Persero) terus menunjukan komitmen terhadap lingkungan, termasuk perubahan iklim menjadi agenda prioritas yang disepakati anggota negara G20 dalam agenda KTT G20. Komitmen tersebut merupakan salah satu strategi untuk mewujudkan visi nasional yaitu program dekarbonisasi yang fokus pada transisi energi. Secara konkret melalui menandatangani perjanjian studi kelayakan, pengembangan perluasan brownfield Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara Sumatra Utara antara Inalum dan EGA. Direktur Utama Inalum Hendi Prio Santoso melalui siaran pers Humas Inalum diterima Sumut24.co, Kamis (17/11/22) menyebutkan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan pada KTT G20 di Bali, Senin (14/11/22) oleh Direktur Utama Inalum, Hendi Prio Santoso dan CEO EGA, Abdulnasser Bin Kalban. Hendi, dengan perjanjian diharapkan bisa meningkatkan performa Inalum dalam hal peningkatan knowledge dan investasi industri aluminium nasional, hingga Inalum bisa naik level dan menjadi wajah modernitas dalam industri pengolahan aluminium nasional, sekaligus bukti kepada industri global bahwa Inalum bisa memproduksi aluminium yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi dari PLTA yang ramah energi dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi strategis juga memberikan kesempatan kepada Inalum untuk meningkatkan produksi sampai double capacity. “EGA adalah mitra pilihan Inalum untuk ekspansi brownfield Kuala Tanjung, berdasarkan efisiensi teknologi peleburan EGA dan pengalaman mentransfernya secara internasional dan potensi kemitraan perusahaan sebagai investor dan/atau offtaker logam. Tahapan strategis berupa studi kelayakan bankable ini menjadi langkah berikutnya sebelum kita memulai konstruksi,â€ujar Hendi. Disebutkan, sebagai BUMN pengolahan aluminium terbesar di Indonesia, Inalum menjaga kehandalan dan meningkatkan performa industri aluminium nasional, kerjasama dengan Emirates Global Aluminium (EGA) yang merupakan perusahaan industri terbesar di luar sektor migas dari Uni Emirat Arab. Rencana ekspansi ini, Inalum diharapkan memiliki tambahan kapasitas lebih dari 400 ribu ton aluminium/tahun. Inalum terus berinovasi dengan inisiatif pengembangan proyek strategis, seperti Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi, Optimalisasi Smelter Aluminium Kuala Tanjung, Proyek Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah dan Pembangunan Aluminium Remelt IAA. Sejalan dengan potensi besar pangsa pasar aluminium baik secara domestik dan regional. “Inalum terus berupaya mewujudkan pengembangan klaster industri aluminium nasional, serta betkolaborasi dengan PLN dalam rangka menciptakan ketersediaan energi di Sumatra Utara,â€terang Hendi Dalam siaran Pers Inalum juga menyebutkan, CEO EGA Abdulnasser Bin Kalban, aksi korporasi perluasan berhasil, maka Inalum diharapkan memiliki tambahan kapasitas lebih dari 400 ribu ton aluminium/tahun. Dia menyebut, investasi potensial dalam perluasan brownfield Kuala Tanjung, dan penjualan logam, akan memajukan pertumbuhan aluminium rendah karbon yang akan memungkinkan kehidupan modern di seluruh dunia sekaligus melindungi bumi untuk generasi mendatang. “Perjanjian merupakan langkah maju yang penting dalam kerja sama kami dengan Inalum mendekatkan penyebaran teknologi yang dikembangkan UEA di Indonesia. Saya berterima kasih atas kepercayaan Inalum yang berkelanjutan kepada EGA sejalan dengan kemitraan antara kedua negara kita,â€kata Abdulnasser Bin Kalban. Berada di jalur khatulistiwa membuat Indonesia melimpah akan kekayaan sumber daya alamnya. Subur tanahnya, luas lautnya. Dianugerahi banyak ‘harta’ yang masih tersimpan di dalam tanah, kekayaan alam termasuk mineral didalamnya. Ini sangat banyak potensi yang dapat dikelola untuk kemakmuran negeri. Karena itu, berkolaborasi bersama Holding Industri Pertambangan di Indonesia, Mining Industry Indonesia (MIND ID) berperan aktif sebagai pemain utama penghasil komoditas tersebut melalui PT Inalum (Persero) mengambil langkah strategis. Untuk diketahui, permintaan kendaraan listrik berbasis baterai semakin meningkat trendnya, ini pula menjadi alasan berlombanya para produsen kendaraan bermotor memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai. Tak heran jika listrik menjadi salah satu energi populer dalam menggerakkan banyak aspek di kehidupan, salah satu sektor transportasi. Penyediaan energi listrik yang ramah lingkungan menjadi andalan utama dalam mendukung transisi energi dalam memenuhi kebutuhan pasar dan dibutuhkan bahan dasar tambang yang tidak sedikit, mulai dari aluminium, nikel, tembaga, hingga timah, dan Indonesia menjadi salah satu negara utama penghasil komoditas tambang tersebut.(Jo)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan, 27 Orang Positif dan 2 Diduga Pengedar
News
Kapolri Rotasi Tujuh Wakapolda, Brigjen Fadillah Zulkarnaen Adik Ipar Wawako Medan Gantikan Naek Pamen di Sumut
News
Polisi Sisir Cafe dan Karaoke di Padangsidimpuan, Remaja di Bawah Umur Diserahkan ke Satpol PP
News
Polisi Hadir Membawa Kepedulian, Satreskrim Polres Padang Lawas Santuni Anak Yatim
News
Patroli Malam Polres Palas Sasar Pusat Sibuhuan, Remaja yang Nongkrong Larut Diimbau Pulang
News
Dana Bencana Padangsidimpuan dan Tapsel Jadi Sorotan, Ratusan Miliar Dipertanyakan Berapa yang BenarBenar Diterima Korban?
News
JAKARTA Indonesia akan ambil bagian untuk pertama kalinya dalam Piala Dunia Sepakbola Mini atau IMF World Cup Minifootball Antalya 2026
News
Medan sumut24.co Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota kembali berhasil sergap seorang komplotan spesialis bongkar rumah mewah di Jalan H
Hukum
Medan sumut24.co Upaya pemberantasan dan memerangi narkotika jenis sabu sabu dan penyakit masyarakat seperti perjudian beberapa kali sudah
Hukum
Medan sumut24.co Upaya pemberantasan dan memerangi narkotika jenis sabu sabu dan penyakit masyarakat seperti perjudian beberapa kali sudah
Hukum