Jumat, 13 Februari 2026

Dinkes Sumut : 30 Tahun Terakhir Terjadi Perubahan Penyakit Karena Gaya Hidup

Administrator - Senin, 14 November 2016 04:00 WIB
Dinkes Sumut : 30 Tahun Terakhir Terjadi Perubahan Penyakit Karena Gaya Hidup

Medan | Sumut24 Dalam 30 tahun terakhir, terjadi perubahan pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

Baca Juga:

Pada tahun 1990 banyak masyarakat mengalami penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas, tuberkulosis dan diare. Namun, sejak tahun 2010, penyakit tidak menular lebih mendominasi seperti tekanan darah tinggi, stroke, jantung, kanker dan kencing manis.

Menurut Ketua Panitia Hari Kesehatan (HKN) ke 52 Prov. Sumut Redesman, terjadinya perubahan pola penyakit ini karena berkaitan dengan gaya hidup dan perilaku manusia. “Kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi buah, minum alkohol, merokok dan buang air besar sembarangan, menyebabkan timbulnya penyakit tidak menular,” katanya kepada wartawan, Jumat (11/11).

Dijelaskannya, pemerintah telah menggulirkan program Indonesia Sehat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, seperti yang tercantum dalam Nawacita pada poin lima. Program itu bertujuan agar masyarakat bisa berperilaku sehat, hidup di lingkungan sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan.

Selain itu, sambung Plt Kadis Kesehatan Sumut Agustama, Presiden RI Jokowi juga akan mencanangkan Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat pada 15 November 2016 di Bantul.

“Ini gerakan massal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan. Dengan Germas penyakit tidak menular dapat dicegah, sebab 74 persen dana BPJS di RS,” imbuh Redesman.

Germas Hidup Sehat, katanya, suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dicontohkannya, bentuk kegiatan Germas Hidup Sehat di antaranya melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, tidak merokok dan konsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban.

Dia juga menganjurkan agar masyarakat memeriksa kesehatan setiap enam bulan sekali seperti cek tekanan darah, cek kadar gula darah, kolestrol, tes darah, lingkar perut dan deteksi dini kanker rahim untuk perempuan.

Terkait peringatan HKN ke 52 Prov Sumut, Dinkes Sumut bekerjasama dengan FK USU melaksanakan berbagai kegiatan seperti upacara pada 14 November, bakti sosial pada 18 November seperti pemberantasan sarang nyamuk, skrining HIV, donor darah pada 27 November, pemeriksaan IVA pada 3 November.

“Kita juga melakukan seminar, perlombaan, family gathering. Kita juga memberikan penghargaan kepada rumah sakit dan puskesmas terbaik atau berprestasi. Selain itu kita juga akan memberikan gelar Bapak Hemodialisa Sumut kepada Prof Harun Al Rasyid,” tambahnya. (W04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Satgas TMMD ke-127 Bermain Bola Bersama Anak-anak di Sangkunur, Dandim 0212/TS: Kebersamaan Adalah Kekuatan
Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD Kodim 0212/Tapsel Sulap Desa 3 Dolok dengan Fasilitas MCK Baru
Percepat Peningkatan Sanitasi, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Bangun MCK di Tapsel
Kolaborasi TNI dan Masyarakat, TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Bangun Desa Lewat Pertanian
Langkah Tangguh di Tengah Sawah! Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Guncang Desa Simataniari Lewat Aksi Tanam Padi
Bupati Paluta Lantik 51 Pejabat Eselon II dan III, Reski Basyah Tegaskan Reformasi Birokrasi Harus Makin Cepat
komentar
beritaTerbaru