Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
BIRU-BIRU | SUMUT24
Baca Juga:
Pembangunan Perusahaan Air Minum (PAM) di Desa Kuala Dekah, Kec. Biru-biru, Kab. Deliserdang diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, selain kedalaman penanaman pipa air hanya beberapa centimeter saja, juga sebagian pipa tidak ditanam oleh pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.
Hal ini tentu saja sangat diragukan pemasangan pipa dan dikuatirkan tidak akan bertahan lama karena terkena cahaya matahari.
Begitu juga dengan sistem pekerjaanya, pihak rekanan tidak ada ketransparanan dengan warga setempat. Sebab di lokasi pembangunan juga tidak ada dipasang papan informasi (plank proyek), sehingga membuat masyarakat kebingungan akan keberadaan pembangunan PAM tersebut.
Kepada wartawan di lokasi, warga setempat bermarga Ginting menyatakan, mereka sama sekali tidak tahu tentang keberadaan pembangunan PAM di desanya itu.
” Kami warga sini (Kuala Dekah -red) sama sekali tidak tahu akan keberadaan Pembangunan PAM di desa kami ini bang, proyek dari mana, berapa banyak nilai anggaranya dan siapa pemborongnya, karena sewaktu pekerjaan pihak pemborong tidak ada memasang plank proyek di lokasi bang. Jadi kami warga sini menganggap itu proyek siluman,” kata Ginting.
Dikatakannya, di desanya itu bukan hanya proyek PAM itu saja yang seperti proyek siluman, melainkan pembangunan rabat beton juga seperti proyek siluman, lantaran pekerjaanya tanpa ada plank proyek.
” Di desa kami ini bukan pembangunan PAM ini saja seperti proyek siluman bang, tetapi ada juga pembangunan Rabat Beton di Dusun Buluh Gading Atas kayak proyek siluman juga, karena dikerjakan tanpa plank proyek ” bebernya.
Lanjut Ginting, menurut kabar-kabarnya, pembangunan Rabat Beton di Dusun Buluh Gading atas itu bersumber dari anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) Tahun 2015, tapi dalam pembangunan itu pemerintah desa tidak ada ketransparanan terhadap warga sini.
“Dalam pekerjaanya pun tidak ada dipasang plank proyek hingga kami warga sini tidak tau berapa banyak ADD dan berapa banyak DD yang diperuntukkan guna pembangunan rabat beton itu,” jelasnya.
Plt Kades Kuala Dekah Bebas Sembiring ketika ingin ditemui tidak berada di kantornya. Dikonfirmasi melalui selulernya tidak menjawab, padahal suara nada tanda masuk ke HPnya terdengar jelas. Begitu juga melalui pesan singkat tidak dibalas.
Untuk itu warga meminta kepada Inspektorat Deliserdang agar turun ke lokasi memeriksa pembangunan rabat beton yang berada di Desa Kuala Dekah .Apabila nantinya dalam pemeriksaan itu ada temuan berupa peyimpangan teruskan saja ke pihak berwajib agar menjadi efek jera bagi Plt Kades lainya. (HS)
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota
Pemkab Padang Lawas Utara Tes Urine Pejabat, Bupati Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba
kota