Jumat, 13 Februari 2026

Masyarakat Dihimbau Kumpulkan Buku Penistaan Agama

Administrator - Jumat, 22 Juli 2016 10:17 WIB
Masyarakat Dihimbau  Kumpulkan Buku Penistaan Agama

LIMA PULUH | SUMUT24

Baca Juga:

Kepala Kantor Kesbanglinmas Pemkab Batubara, Elvis Afianto menghimbau kepada masyarakat yang menemukan selebaran buku-buku yang berisi penistaan agama itu dikumpulkan supaya tidak berkembang.

” Kita memang sudah mensosialisasikan deteksi dini melalui FKDM yang ada dikecamatan, supaya masalah – masalah radikalisme jangan sampai terjadi di Batubara ini,” kata Elvis, kepada Wartawan, Kamis (21/7).

Menurutnya, deteksi dini ditengah masyarakat saat ini tengah dikembangkan, jangan sampai persoalan ini menimbulkan radikalisme yang bisa menyebabkan isu sara dan memecah belah.

Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batubara Masrof mengatakan, tindakan OTK yang menyebarkan selebaran dan buku berisi penistaan agama itu perlu disikapi secara serius.

“Jangan masalah ini menjadi bibit perpecahan ditengah masyarakat. Pemerintah harus mengusut siapa dan apa maksudnya menyebarkan itu di Batubara yang damai ini,” tegas Masrof.

Dia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk tanggap dan cepat mengungkap masalah itu. Dan menangkap pelakunya dan menindak dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.(jo)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan Dari Sektor Reklame, Ini Kata Riza
Tolong, Presiden Prabowo! Inilah Jeritan Tanah Leluhur, Ketua Adat Siregar Siagian Minta PT Agincourt Resources Segera Bayar Ganti Rugi
Tidak Kooperatif, Polres Palas Didesak Jemput Paksa DH
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Peserta Plasma FKI Mandiri 9,5 M Statusnya Naik Sidik
Pemerintah Kecolongan? PT Agincourt Resources Diduga Masih Beroperasi Usai Izin Dicabut
Jurnalis Dilarang Meliput di Area PT Agincourt Resources Pasca Izin Dicabut, Transparansi Perusahaan Dipertanyakan di Tengah Suasana HPN 2026
komentar
beritaTerbaru