Senin, 16 Februari 2026

Jhonson Lim : Bisnis Properti Bersiap Take Off

Administrator - Senin, 18 April 2016 10:31 WIB
Jhonson Lim :  Bisnis Properti Bersiap Take Off

Medan | SUMUT24 Kondisi krisis ekonomi di Indonesia saat ini menjadikan pasar properti relatif lesu. Namun itu diyakini tidak akan berlangsung lama, karena tahun depan diperkirakan bisnis bidang properti tersebut akan bangkit kembali. “Tahun ini bisnis bidang properti memang relatif lesu, tapi siap-siap untuk take off karena tahun depan diyakini akan naik kembali,” kata Direktur Jadeland Property Jhonson Lim kepada wartawan di Medan, Sabtu (16/4). Dia meyakini kondisi tahun depan akan lebih baik, melihat sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah hampir selesai, seperti proyek jalan tol Medan – Binjai dan Medan – Tebingtinggi. “Presiden kita, Joko Widodo, sangat fokus pada pembangunan bidang infrastruktur. Di Sumatera Utara, selain kedua proyek jalan tol tersebut,  juga mencuat rencana pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Ini akan turut mempengaruhi pasar properti,” kata Jonson yang merupakan motivator bisnis properti termuda di Indonesia. Dan kawasan-kawasan yang akan berkembang pesat pasar propertinya, menurut dia, adalah yang berada di dekat dengan proyek pembangunan infrastruktur tersebut. Dia mencontohkan proyek properti yang pemasarannya ditanganinya, yakni Harmoni Commercial Estate, di kawasan Jalan Medan-Binjai Km 13,8, yang notebene dekat dengan proyek jalan tol Medan – Binjai tersebut. “Exclusive ware house dan superblock industrial di areal seluas delapan hektare tersebut sudah diburu para pebisnis, kini tinggal sekitar 10 sampai 15% lagi. Ini membuktikan visi pebisnis sekarang sudah melihat ke arah perkembangan di kawasan sekitar jalan tol tersebut. Demikian juga pastinya dengan kawasan berkembang lain,” papar Jonson yang akan menjadi pembicara pada event Property Outlook 2016  tanggal 20 April 2016 di Medan. Jonson kembali mengulas soal kondisi bisnis properti saat ini, dia pun memberi ilustrasi. “Katakanlah sebelumnya ada sekitar 20 developer, saat ini sebagian besar terimbas krisis tersebut, mungkin yang tersisa  tinggal lima. Lainnya, ada yang undur diri, ada yang wait and see,” ujarnya. Bagi yang bertahan, selain melihat masih ada sedikit celah untuk dilalui, juga karena mereka mampu berkarya dengan inovasi-inovasi  produk dan pemasaran. “Ibarat memancing, sekarang harus ganti joran dan ganti umpan. Kalau dulu ikannya banyak, sekarang tinggal sedikit. Tapi kan pemancingnya juga tinggal sedikit, jadi masih sesuai jumlah ikan yang didapat,” paparnya. Makanya, secara pribadi dia masih menganggap bisnis properti masih layak untuk ditekuni. “Yang penting kita tahu cara menghadapi kondisi, dan tentunya tahu cara menjual,” ujar pria yang ikut membidangi pemasaran Pasar Titi Kuning, Medan Johor. (R.05)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemko Pematangsiantar menyerahkan bantuan kepada 30 kepala keluarga
Tembus 62 Meter, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0207/Simalungun dan Warga Berpacu Hadirkan Air Bersih di Dame Raya
JMSI Sumut Apresiasi Terpilihnya Salman Sihotang sebagai Ketua PD PERPAMSI Sumut 2026–2030
Jelang Ramadhan 1447 H, Rico Waas Punggahan dan Bantu Masjid Ikhwanul Muslimin Medan Amplas
UNPAB Resmikan dan  Peletakan Batu Pertama Science Techno Park Al-Amin
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
komentar
beritaTerbaru