Jumat, 09 Oktober 2026

Sekap dan Aniaya Kader HMI di Kisaran, Bukti Lengkap Namun Laporan Polisi Belum Juga Bergerak

Administrator - Jumat, 09 Oktober 2026 11:26 WIB
Sekap dan Aniaya Kader HMI di Kisaran, Bukti Lengkap Namun Laporan Polisi Belum Juga Bergerak
Sumut24.co
sumut24.co -ASAHAN, Rasa tidak puas dan kekhawatiran melanda kalangan aktivis serta masyarakat Kabupaten Asahan, menyusul dugaan penganiayaan berat yang dialami seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), berinisial AG. Korban dikabarkan disekap dan dipukuli oleh dua orang yang diduga bertindak sebagai penagih utang (debt collector), hingga mengalami luka-luka serius. Hingga kini, laporan polisi yang sudah dibuat hampir dua minggu lebih ternyata belum menunjukkan kemajuan berarti.

Baca Juga:
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat, 18 September 2026, sekira pukul 17.00 WIB, di wilayah Komplek Graha, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Korban AG, warga Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, diduga menjadi sasaran dua orang berinisial Eko dan Edi. Kedua pelaku disebut-sebut bekerja atas perintah seseorang bernama Erik Panjaitan yang mengaku sebagai karyawan SMS Finance.


Kronologi yang dirangkum media menyebutkan, kedua pelaku tanpa menunjukkan surat perintah tugas resmi langsung memaksa korban dan melakukan kekerasan fisik. Korban dipukuli, diseret, lalu dikunci di salah satu ruko yang berfungsi sebagai tempat karaoke. Di sana, korban dipukuli dan diinjak-injak hingga mengalami luka fisik yang cukup parah. Nasib korban beruntung saat sekelompok pengacara yang berada di lokasi berhasil mendobrak pintu ruko tempat korban disekap dan menolongnya.

"Saya disuruh mengakui perbuatan yang tidak saya lakukan. Mereka langsung memukuli dan menyeret saya. Untung para pengacara itu berhasil masuk. Kalau tidak, bisa saja nyawa saya melayang," ungkap AG melalui Wartawan, Senin (6/10/2026).


Korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Asahan dengan nomor laporan STTLP/B/B62/IX/2026/SPKT/Polres Asahan/Polda Sumut. Laporan dilengkapi dengan hasil pemeriksaan medis (visum) serta rekaman CCTV di tempat kejadian perkara. Namun, hingga awal Oktober 2026, belum ada langkah tegas yang diambil pihak kepolisian.

"Jelas-jelas rekan kami mengalami penganiayaan berat yang disaksikan banyak orang, termasuk para pengacara. Bukti sudah lengkap, tapi terasa seperti ada pembiaran supaya kasus ini berlarut-larut," tegas Karim, salah satu rekan korban.

Keno, rekan lainnya, menyoroti situasi di Kabupaten Asahan yang dinilai semakin tidak kondusif akibat maraknya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum penagih utang. Padahal, pemberantasan praktik kekerasan oleh penagih utang menjadi salah satu program prioritas Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara yang baru saja menjabat.

"Kekerasan oleh debt collector harus diberantas. Ini program utama pimpinan tertinggi Polri, tapi di sini seolah tidak berjalan sesuai harapan masyarakat," ujar Keno.

Menanggapi keluhan tersebut, Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Imanuel P. Simamora, S.H., M.H., saat dikonfirmasi Wartawan pada Senin (5/10/2026), menyatakan pihaknya bersama Kanit Jatanras akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Masyarakat berharap janji ini bukan sekadar kata-kata, tetapi segera diwujudkan dengan penanganan yang transparan dan tegas tanpa pandang bulu.

Korban dan rekan-rekannya berharap aparat penegak hukum benar-benar bekerja profesional, sehingga keadilan dapat terwujud dan kejadian serupa tidak terulang kembali di tengah masyarakat Kabupaten Asahan. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jamin Investasi di Medan Dipermudah, Rico Waas Ajak Investor India Perkuat Kerja Sama
Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi
Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Pintu Investasi dan Perdagangan
Pasar Murah dan Bazar IKM di Gelar di 3 Kecamatan Wilayah Tanjung Balai, Dorong Daya Beli Masyarakat
Buka Pekan Budaya Medan 2026, Rico Waas Main Gendang Melayu Deli dan Ajak Masyarakat Rawat Warisan Leluhur
Pemko Medan Perkuat Pencegahan Stunting, TPK Pantau Langsung Baduta dan Ibu Hamil hingga Tingkat Kelurahan
komentar
beritaTerbaru