Terbitkan SKT di Kawasan Hutan Tanpa Izin Resmi, Mantan Camat Pulau Rakyat Diperiksa Jaksa
sumut24.co ASAHAN, Praktik penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga melanggar hukum di kawasan hutan produksi yang dapat dikonve
News
Baca Juga:
- Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
- Antisipasi Erupsi Gunung Sinabung, PLN UIP SBU Gelar Simulasi Penyelamatan Dan Tuntaskan Peta Jalur Evakuasi di Kuta Gugung
- Transnusa Perkuat Pasar Australia–Bali Melalui Peluncuran Rute Melbourne–Bali Setiap Hari dan Layanan “Premium Plus” untuk Pertama Kalinya
Di tengah riuhnya berbagai persoalan yang sedang menjadi perhatian warga NU, mungkin ada satu hal yang perlu kita ingat bersama:
Jangan sampai kita kehilangan NU hanya karena kita sedang kecewa kepada orang-orang yang ada di dalamnya.
NU terlalu besar untuk dipersempit menjadi soal jabatan, kepentingan, kekuasaan, ataupun siapa yang sedang berada di dalam lingkaran kekuasaan.
NU adalah rumah besar.
Rumah para ulama.
Rumah para santri.
Rumah jutaan nahdliyin.
Rumah yang dibangun dengan ilmu, akhlak, pengorbanan dan keikhlasan.
Karena itu, mari kita tabayun. Jangan mudah percaya kepada setiap kabar, tetapi jangan pula menutup mata terhadap setiap persoalan yang patut dipertanyakan.
Sebab mencintai NU bukan berarti membenarkan segala sesuatu yang dilakukan atas nama NU.
Justru karena kita mencintai NU, kita harus berani menjaga kesuciannya.
Kalau ada kepentingan yang masuk ke dalam NU, kita jaga NU.
Kalau ada kekuasaan yang mulai menggeser nilai-nilai NU, kita jaga NU.
Kalau ada uang yang sumber dan penggunaannya patut dipertanyakan, kita minta semuanya dijelaskan dengan terang.
Bukan karena kita membenci siapa-siapa.
Tetapi karena kita terlalu mencintai NU untuk membiarkan siapa pun menjadikan NU sebagai tempat berlindung bagi kepentingan pribadi.
Jangan sampai suatu hari nanti anak-anak kita bertanya:
"Mengapa rumah yang dahulu dibangun dengan keikhlasan itu sekarang begitu gaduh karena kepentingan manusia?"
Maka, mari kita kembalikan NU kepada ruhnya.
Kepada ulama, ilmu, akhlakul karimah, amanah, kejujuran dan kemaslahatan umat.
Siapa pun kita, apa pun posisi kita, ketika memasuki rumah besar NU, yang harus kita bawa adalah khidmah, bukan ambisi.
Yang harus kita jaga adalah amanah, bukan kepentingan.
Dan yang harus kita pertahankan adalah marwah NU, bukan kepentingan kelompok.
Mari tetap mencintai NU.
Mari tetap menyayangi NU.
Mari tetap menjaga NU.
Sebab mencintai NU juga berarti berani menjaga NU dari segala sesuatu yang dapat mengotori nama dan marwahnya.
*BY : BURHANUDDIN,SE.,*
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co ASAHAN, Praktik penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga melanggar hukum di kawasan hutan produksi yang dapat dikonve
News
Jangan Biarkan Rumah Besar Ini Kehilangan Marwahnya
News
Rapimprov dan HUT KADIN ke58 Digelar, Program KADIN Pusat Diluncurkan Serentak di 38 Provinsi
News
Polsek Medan Area Ringkus Spesialis Maling Spion
News
AlunAlun STM Hilir Mulai Dibangun, Disiapkan Jadi Pusat Aktivitas Warga
News
Gedung Baru SMP Kavri Diresmikan, Bupati Dorong Pengembangan SMA
News
Pemprov Sumut Optimistis Realisasi APBD 2026 Capai Target, Pembangunan Infrastruktur Dikebut
News
Pemprov Sumut Ajak Kadin Perkuat Kolaborasi, Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
News
304 Lowongan Dibuka di Job Fair Madina, Bupati Saipullah Dorong Warga Manfaatkan Peluang Kerja
News
Pengurus TP PKK Madina 20262030 Resmi Dilantik, Bupati Saipullah Nasution Soroti Narkoba hingga Perkawinan Anak
News