Kamis, 24 September 2026

Jangan Biarkan Rumah Besar Ini Kehilangan Marwahnya

Administrator - Kamis, 24 September 2026 17:36 WIB
Jangan Biarkan Rumah Besar Ini Kehilangan Marwahnya
Baca Juga:

Di tengah riuhnya berbagai persoalan yang sedang menjadi perhatian warga NU, mungkin ada satu hal yang perlu kita ingat bersama:

Jangan sampai kita kehilangan NU hanya karena kita sedang kecewa kepada orang-orang yang ada di dalamnya.

NU terlalu besar untuk dipersempit menjadi soal jabatan, kepentingan, kekuasaan, ataupun siapa yang sedang berada di dalam lingkaran kekuasaan.

NU adalah rumah besar.

Rumah para ulama.
Rumah para santri.
Rumah jutaan nahdliyin.
Rumah yang dibangun dengan ilmu, akhlak, pengorbanan dan keikhlasan.

Karena itu, mari kita tabayun. Jangan mudah percaya kepada setiap kabar, tetapi jangan pula menutup mata terhadap setiap persoalan yang patut dipertanyakan.

Sebab mencintai NU bukan berarti membenarkan segala sesuatu yang dilakukan atas nama NU.

Justru karena kita mencintai NU, kita harus berani menjaga kesuciannya.

Kalau ada kepentingan yang masuk ke dalam NU, kita jaga NU.

Kalau ada kekuasaan yang mulai menggeser nilai-nilai NU, kita jaga NU.

Kalau ada uang yang sumber dan penggunaannya patut dipertanyakan, kita minta semuanya dijelaskan dengan terang.

Bukan karena kita membenci siapa-siapa.

Tetapi karena kita terlalu mencintai NU untuk membiarkan siapa pun menjadikan NU sebagai tempat berlindung bagi kepentingan pribadi.

Jangan sampai suatu hari nanti anak-anak kita bertanya:

"Mengapa rumah yang dahulu dibangun dengan keikhlasan itu sekarang begitu gaduh karena kepentingan manusia?"

Maka, mari kita kembalikan NU kepada ruhnya.

Kepada ulama, ilmu, akhlakul karimah, amanah, kejujuran dan kemaslahatan umat.

Siapa pun kita, apa pun posisi kita, ketika memasuki rumah besar NU, yang harus kita bawa adalah khidmah, bukan ambisi.

Yang harus kita jaga adalah amanah, bukan kepentingan.

Dan yang harus kita pertahankan adalah marwah NU, bukan kepentingan kelompok.

Mari tetap mencintai NU.
Mari tetap menyayangi NU.
Mari tetap menjaga NU.

Sebab mencintai NU juga berarti berani menjaga NU dari segala sesuatu yang dapat mengotori nama dan marwahnya.

*BY : BURHANUDDIN,SE.,*

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
NU
beritaTerkait
Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
Antisipasi Erupsi Gunung Sinabung, PLN UIP SBU Gelar Simulasi Penyelamatan Dan Tuntaskan Peta Jalur Evakuasi di Kuta Gugung
Transnusa Perkuat Pasar Australia–Bali Melalui Peluncuran Rute Melbourne–Bali Setiap Hari dan Layanan “Premium Plus” untuk  Pertama Kalinya
GUS KIKIN DAN FORMATUR DIMINTA TIDAK MEMASUKKAN NUSRON WAHID DI STRUKTUR PBNU
Resimen Hanud 1 Pasgat dan Pia Ardhya Garini Ranting 01-3 Resimen Hanud 1 Gelar Baksos Pembangunan Jembatan dan Pembersihan Rumah Ibadah
Kapolres Asahan Jalin Silaturahmi Hangat dengan PCNU, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Asahan
komentar
beritaTerbaru