Jumat, 13 Februari 2026

Nelayan Pesisir Pantai Bedagai Gelar Isra’ Mi’raj, 400 Anak Yatim Menerima Santunan

Darmanto - Jumat, 13 Februari 2026 00:51 WIB
Nelayan Pesisir Pantai Bedagai Gelar Isra’ Mi’raj, 400 Anak Yatim Menerima Santunan
Fani
Sergai |sumut24.co -

Baca Juga:

Dalam semangat berbagi dan menyisihkan rezeki, Nelayan Pesisir Pantai Bedagai menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan santunan kepada sekitar 400 anak yatim, Kamis (12/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Lapangan Istana Raja Bedagai, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).


Acara yang dihadiri ratusan nelayan dan anak yatim itu menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat pesisir terhadap anak-anak yang sejak kecil telah kehilangan sosok ayah.


Momentum keagamaan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat nelayan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, Ketua MUI Tanjung Beringin Zulkifli Ahmad, perwakilan Sat Pol Airud Polres Sergai, Kepala Sekolah MA Al-Wasliyah Zainal Arifin, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.


Ketua Panitia Penyelenggara, Safrizal yang akrab disapa Sijal Tawon, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, para donatur, serta seluruh nelayan yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan Isra' Mi'raj dan santunan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi ladang amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua. Kami juga berharap kebersamaan dan kekompakan ini terus terjaga demi kegiatan-kegiatan sosial berikutnya," ujarnya.


Sementara itu, Pendiri Nelayan Pesisir Pantai Bedagai, Awaluddin yang akrab disapa Ucu Awal, menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut telah berlangsung secara berkesinambungan sejak tahun 2024.


"Alhamdulillah, kegiatan ini sudah kami mulai sejak tahun 2024 dengan menyantuni 100 anak yatim. Pada tahun 2025, kami menyantuni guru-guru ngaji se-Kecamatan Tanjung Beringin sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi Qurani. Dan di tahun ini, atas izin Allah SWT, kami dapat menyantuni kurang lebih 400 anak yatim. Ini semua berkat kebersamaan dan kekompakan para nelayan," ungkap Ucu Awal.


Ia menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan sosial tersebut di tahun-tahun mendatang.


"Insya Allah, ke depan kami juga berencana menyantuni para bilal mayit yang selama ini turut berperan dalam pelayanan fardhu kifayah di tengah masyarakat. Mereka sering luput dari perhatian, padahal jasanya sangat besar. Semoga niat baik ini dapat kami realisasikan," tambahnya.


Dalam kesempatan wawancara, Ucu Awal juga menyoroti kondisi nelayan Tanjung Beringin yang saat ini menghadapi kesulitan akibat pendangkalan Sungai Bedagai. Ia menyebut banyak kapal nelayan kesulitan melintasi muara karena kemudi dan kipas kapal kerap menyangkut dasar sungai.


"Kami berharap pemerintah daerah, provinsi hingga pemerintah pusat dapat segera memberikan perhatian serius terhadap pendangkalan Sungai Bedagai. Normalisasi sungai sangat kami butuhkan agar aktivitas nelayan tidak terganggu dan keselamatan pelayaran tetap terjaga. Sungai ini adalah urat nadi perekonomian kami," tegasnya.


Selain itu, Ucu Awal juga menyoroti maraknya aktivitas pukat trawl yang diduga berasal dari Kabupaten Batubara dan beroperasi di perairan Tanjung Beringin. Menurutnya, keberadaan alat tangkap tersebut sangat merugikan nelayan tradisional serta merusak ekosistem laut.


"Kami sangat terdampak dengan adanya pukat trawl. Hasil tangkapan kami menurun, dan laut kami juga rusak akibat penggunaan alat tangkap tersebut. Kami berharap kepada aparat keamanan laut, baik TNI AL maupun Sat Pol Airud, agar dapat menindak tegas praktik-praktik yang melanggar aturan," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa nelayan Tanjung Beringin selalu menjunjung tinggi aturan yang berlaku.


"Kami nelayan Tanjung Beringin selalu sportif dan patuh terhadap regulasi yang ada. Tidak ada dari kami yang menggunakan alat tangkap terlarang seperti pukat trawl. Kami ingin mencari nafkah dengan cara yang halal dan tidak merusak laut sebagai sumber kehidupan kami," tegasnya.


Acara kemudian diisi dengan penyerahan santunan kepada sekitar 400 anak yatim dan ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Al-Ustazd Sarwedi Gultom, S.Ag., M.H., yang mengajak seluruh hadirin untuk terus memperkuat iman, kepedulian sosial, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat menjelang bulan Suci Ramadan 1447 Hijiriyah. (Fani)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Darmanto
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Isra Miraj 1447 H di YMPI Sei Tualang Raso, Fadly Abdina Tekankan Shalat dan Perangi Judi Online
PWRI Asahan Gelar Pengajian Isra Mi’raj dan Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H
Ratusan Elemen Masyarakat Gelar Aksi Kurve Bersih Pantai di Kawasan Wisata Pantai Cermin
Masyarakat Lingkungan XI Terjun Bersama Ormas Mempringati Isra Mi'raj, Lurah : Jaga Hati, Jangan Tinggalkan Sholat dan Jaga Tratibum
KRYD Gabungan Polrestabes Medan Dari Wilayah Pancur Batu Hingga Kutalimbaru
Isra Mikraj Tuntut Umat Islam Kendalikan Diri dan Berjuang Secara Seimbang
komentar
beritaTerbaru