Balikpapan — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa transisi energi berkeadilan merupakan kunci dalam memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus menciptakan peluang kerja baru yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Hal tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum pada Seminar Nasional bertajuk "Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs serta Green Economy di Kalimantan Timur dan Indonesia" di Universitas Balikpapan.

Dalam paparannya, Airlangga menyampaikan bahwa transisi hijau menjadi strategi nasional untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi Indonesia, sejalan dengan visi pembangunan Asta Cita. Pemerintah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen pada 2030 melalui upaya mandiri, dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional, sebagaimana tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC).
Menurut Airlangga, transformasi menuju ekonomi hijau dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Green Energy, Green Economy, dan Green Jobs. Ketiga pilar tersebut dirancang agar proses transisi berlangsung secara inklusif dan berkeadilan, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyoroti besarnya potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Indonesia yang mencapai 3.686 gigawatt (GW), dengan Kalimantan menyumbang sekitar 517 GW, yang sebagian besar berasal dari energi surya.
Potensi tersebut dinilai menjadi modal strategis dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa penguatan green economy dilakukan melalui hilirisasi industri bernilai tambah, mulai dari pengolahan pasir silika untuk panel surya hingga pemanfaatan mineral strategis untuk baterai kendaraan listrik. Langkah ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 4,4 juta lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global ekonomi hijau.
Melalui seminar nasional ini,
Menko Perekonomian berharap dunia akademik dapat berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap kebutuhan green jobs, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri dalam mewujudkan transisi energi yang adil dan berkelanjutan.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News