Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
kota
JAKARTA I SUMUT24.CO Perusahaan farmasi multinasional yang berfokus dalam penelitian dan pengembangan obat dan vaksin inovatif, Merck Sharp & Dohme (MSD), didukung oleh Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia (YBSI) serta aplikasi kesehatan anak, PrimaKu, meluncurkan gerakan #LengkapiVaksinasiAnak sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran para orangtua di Indonesia untuk memberikan vaksinasi lengkap untuk perlindungan optimal bagi anak, khususnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Senin (27/7).
Baca Juga:
Ditemui pada saat peluncuran, dr. Meta Melvina, Ketua Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia mengatakan kurangnya kesadaran orang tua dalam memahami manfaat dan pentingnya imunisasi secara lengkap untuk anak menjadi penyebab kurangnya cakupan vaksinasi.
“Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, YBSI hari ini hadir memberikan dukungannya dalam gerakan #LengkapiVaksinasiAnak agar para ibu di Indonesia aktif dalam memastikan perlindungan optimal bagi anak mereka melalui vaksinasi yang lengkap,†ujar dr. Meta.
Lebih lanjut dikatakan dr. Meta, penyakit Campak, Gondongan, Rubela, dan Varisela, merupakan jenis penyakit yang bisa berdampak serius dan imunisasi perlu dilakukan secara komplit sesuai jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) agar kekebalan tubuh bisa optimal dan terhindar dari berbagai penyakit berat.
“Mengacu pada himbauan dari IDAI dan Kementerian Kesehatan, untuk tidak menunda imunisasi anak, kami menganjurkan para orangtua untuk segera datang ke dokter mereka dan memastikan anak sudah mendapatkan imunisasi lengkap, terutama untuk imunisasi Campak, Gondongan, Rubela, dan Varisela. Kalau belum mendapatkan imunisasi lengkap, sang anak memiliki risiko tinggi dan lebih rentan terhadap berbagai penyakit dari virus yang mudah menular saat mereka bermain dan bersosialisasi dengan keluarga dan banyak anak lainnya,†tambah dr. Meta.
dr. Antonius Hocky Pudjiadi, Sp.A (K), selaku perwakilan dari PrimaKu mengatakan, PrimaKu sebagai aplikasi digital yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan berfokus pada tumbuh kembang anak, berharap gerakan ini dapat meningkatkan urgensi para orangtua dalam memberikan perlindungan optimal untuk anak mereka.
“Penyakit-penyakit seperti campak, gondongan, rubela, dan cacar air pada anak dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Pemberiannya dapat dilakukan sesuai dengan panduan yang tertera dalam jadwal imunisasi rekomendasi IDAI.†ujarnya.
Zaki, Presiden Direktur MSD di Indonesia, mengungkapkan, “kami yakin bahwa vaksinasi tidak hanya melindungi anak-anak, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit kepada keluarga, teman, dan orang yang dicintai.
“Untuk itu, sesuai dengan etos perusahaan yakni, ‘Inventing for Life’, MSD meluncurkan gerakan #LengkapiVaksinasiAnak dan berkomitmen untuk terus mendukung upaya dalam melindungi generasi masa depan di Indonesia dari berbagai penyakit yang sangat menular melalui penelitian dan pengembangan obat dan vaksin inovatif.â€
Selain untuk meningkatkan kesadaran para orangtua, gerakan ini juga merupakan bagian dari upaya MSD dalam mendukung pemerintah Indonesia untuk menurunkan kasus campak dan rubela pada tahun 2020 dengan meningkatkan cakupan vaksinasi campak dan rubela minimal 95% di setiap tingkatan wilayah.
Dalam rangka Hari Anak Nasional, kami juga berharap dapat mengingatkan para orangtua dalam peran besarnya untuk melindungi anak-anak mereka dari penyakit menular yang berbahaya. Kami menyadari untuk mencapai tujuan ini, dibutuhkan peranan dari seluruh elemen masyarat, karenanya kami sangat mengapresiasi Yayasan Bersatu Aplikasi PrimaKu dapat diunduh di Google PlayStore atau AppStore. Aplikasi ini bermanfaat bagi orangtua untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, serta dapat menjadi sumber informasi kesehatan, tumbuh kembang, dan imunisasi anak.
Imunisasi lengkap merupakan jaminan bagi kesehatan anak. Namun sayangnya, cakupan imunasi lengkap di Indonesia saat ini masih berada di angka 12%.
Padahal, menurut WHO sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Seperti Campak, Gondongan, Rubela dan Varisela. Bahkan, berdasarkan data dari WHO, secara global, kasus campak pada 2019 meningkat tiga kali lebih tinggi dari 2018.
Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi; seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Disebabkan oleh situasi ini, terdapat ribuan anak berisiko mengalami kenaikan angka kejadian, komplikasi berat, hingga kematian akibat infeksipenyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi seperti Campak, Gondongan, Rubela, dan Varisela. (R03)
Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
kota
Medan sumut24.co Polemik pengelolaan sampah di Kota Medan yang sebelumnya disorot oleh Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitom
kota
Real Madrid dipaksa menelan pil pahit saat bertandang ke markas tim papan bawah RCD Mallorca. Dalam lanjutan Liga Spanyol, Los Blancos menye
Sport
Medan Sumut24.coSuasana kekeluargaan yang penuh kehangatan menyelimuti Ballroom Hotel Santika Dyandra. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bay
Politik
Medan,Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menegaskan komitmen Pemko Medan untuk membenahi fasilitas dan pelayanan rumah sakit milik
kota
Jakarta Sumut24.coIndonesia kembali berduka. Tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan tugas sebagai p
News
Tragis! Becak Motor Tabrakan dengan Bus ALS di Padangsidimpuan, Satu Nyawa Melayang
kota
22 Paket Sabu Disembunyikan di Rerumputan, Dua Pria di Portibi Berakhir di Tangan Polres Tapanuli Selatan
kota
Sambut Kenaikan Isa Almasih, Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Asmat Gotong Royong Bersihkan Gereja di Kampung Binam
kota
Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
kota