Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
PONTIANAK I SUMUT24
Baca Juga:
Sajadah bercorak etnik khas Sumatera Utara (Sumut) menjadi produk unggulan yang dipamerkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pada ajang pameran Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) XXV di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Sajadah yang terbuat dari ulos, songket dan batik motif etnik Sumut ini mencuri perhatian pengunjung.
Sajadah etnik itu adalah hasil kreasi Kasmiati, pengerajin asal Kota Medan pemilik Olivia Handmade. Di ajang Pameran STQN Kalbar ini Kasmiati juga membawa hasil kerajinan lainnya seperti tas dan dompet etnik Sumut.
Kasmiati menjelaskan, pembuatan sajadah etnik diawali dari usahanya untuk menciptakan produk-produk yang unik dan berbeda dari yang sudah ada. ” Kalau dompet, tas, tempat tissu etnik sudah biasa dijadikan suvenir, saya kemudian terpikir membuat sajadah dengan motif dan ornamen khas Sumatera Utara,” ujar Kasmiati, Senin (1/7) di lokasi pameran STQN XXV di Pontianak.
Setelah berupaya keras untuk menghasilkan karya yang inovatif, akhirnya membuahkan hasil yang manis. Produk sajadah etnik buatannya ternyata cukup digemari. Hal ini terlihat pada berbagai pameran yang diikutinya, sajadah etnik tersebut mendapat perhatian pengunjung.
Lebih jauh lagi, sajadah etnik juga banyak dipesan warga lokal Sumut untuk dijadikan buah tangan atau oleh-oleh. Peminat sajadah etnik ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Madura hingga Papua. “Kami selalu mendapat pesanan dari orang yang hendak berpegian ke luar daerah, biasanya untuk hadiah atau oleh-oleh,” kata Kasmiati.
Sajadah etnik terbuat dari perpaduan bahan ulos, songket atau batik corak etnik Sumut dengan tampilan warna yang menarik. Dengan desain jahitan yang sederhana, Kasmiati memilih menggunakan corak dan gaya khas Melayu maupun Batak sehingga sangat kental dengan identitas lokal Sumut.
Seperti bahan batik dengan motif gorga khas Batak, batik dengan motif payung, Istana Maimun, penari ronggeng Melayu dan Masjid Raya Medan serta lain sebagainya. “Bahan batik maupun ulos saya ambil dari pengerajin lain yang khusus memproduksi batik atau ulos,” kata Kasmiati.
Pameran Kerajinan STQN XXV di Pontianak ini berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 5 Juli 2019 bertempat di taman alun-alun Kota Pontianak. Kasmiati mengungkapkan melalui ajang pameran-pameran tingkat nasional seperti STQN ini, para pengerajin mendapat kesempatan untuk mengenalkan produk kerajinan kreasinya sekaligus mempelajari produk-produk hasil kerajinan daerah lain. “Terima kasih Pemprov Sumut dan Dekranasda Sumut yang sudah melibatkan para pengerajin lokal,” ujar Kasmiati.(W03)
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota
Pemkab Padang Lawas Utara Tes Urine Pejabat, Bupati Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba
kota