Rabu, 11 Februari 2026

Pertama di Dunia Perhutani Layani Beli Kayu via Online

Administrator - Kamis, 31 Maret 2016 14:13 WIB
Pertama di Dunia Perhutani Layani Beli Kayu via Online

JAKARTA | SUMUT24 Perum Perhutani berhasil membuat inovasi baru di sektor industri kayu. Pada 2016 Perhutani membuka layanan pembelian kayu gelondongan via online.

Baca Juga:

“Pembelian kayu lewat online pertama kali di dunia, negara lain belum pernah ada yang kayak begini,” ujar Direktur Utama Perhutani Mustoha Iskandar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (30/3).

Mustoha memaparkan keunggulan dari pembelian kayu lewat online menghemat waktu dibandingkan secara konvensional. Selain itu menggunakan online pembeli dan penjual bisa menghindari dari transaksi kayu ilegal.

“Nggak usah tatap muka, semua daftar harga dan ukuran kayu gelondongan udah lengkap dipasang di online,” ungkap Mustoha.

Mustoha pun mengakui kelemahan transaksi pembelian kayu online, kurangnya keahlian dari para pegawai Perhutani. Karena selama ini perusahaan pelat merah tersebut belum pernah menggunakan aplikasi berbasis teknologi untuk transaksi.

“Kita masih gagap, karena baru tiga bulan. Tapi ke depannya kita semua sudah bisa lancar,” kata Mustoha.

Selain itu Perum Perhutani bertekad untuk mengurangi penebangan hutan. Sebab, saat ini pasokan pohon semakin menipis untuk sektor industri kayu. “Kami mau preservasi hutan selama lima tahun ke depan,” ujarnya

Untuk mendorong bisnis kayu, Perum mengandalkan dari sektor hilir yakni nonkayu. Dengan begitu produk bahan baku masih bisa terjaga, namun tidak merugikan Perhutani dari segi bisnis.

“Saat ini bisnis nonkayu dan kayu masih berkisar 50:50, tapi ke depan 75 persen dari non kayu,” kata Mustoha.

Pada 2016, Perhutani menargetkan pendapatan mencapai sekitar Rp 5 triliun, sedangkan pada 2015 perseroan berhasil meraup pendapatan sekitar Rp 3 triliun.

Mustoha memaparkan produk hilirisasi untuk sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) akan digenjot, karena paling banyak menyumbang pendapatan sekaligus menjalankan program pemerintah untuk mengurangi energi fosil.

“Tanaman energi ini makin gencar, karena kita tahu cadangan energi fosil 10 tahun ke depan bakal habis,” papar Mustoha. (tnc)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Komisaris–Direksi Kompak Jalankan Transformasi, Bank Sumut Bidik Kinerja Lebih Kompetitif
Rakorpem di Tanjungbalai Utara, Wali Kota Mahyaruddin Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
Bahas Program MBR, Wali Kota Tanjungbalai Dukung Pembangunan 166 Unit Rumah
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Momentum HPN ke-80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
komentar
beritaTerbaru