Kamis, 12 Februari 2026

Rupiah Melemah Pasca Ledakan Thamrin, Menkeu: Ini Pelemahan Temporer

Administrator - Jumat, 15 Januari 2016 10:47 WIB
Rupiah Melemah Pasca Ledakan Thamrin, Menkeu: Ini Pelemahan Temporer

Jakarta|SUMUT24 Ledakan yang terjadi pada beberapa titik di Jakarta langsung memberikan pengaruh terhadap pasar keuangan. Terlihat pada pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Juga:

“Kalau saya pikir ya ini kejadian temporer, pelemahan temporer,” ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (14/1)

Bambang mengaku tetap memantau kondisi pergerakan pasar keuangan. Termasuk juga bekerja sama dengan lembaga terkait lainnya, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Diharapkan investor tetap tenang.

“Pasti kan tentunya memperhatikan apa yang terjadi. Ini kan sesuatu yang di luar kontrol kita sehingga kita upayakan nanti market tidak terlalu nervous setelah kejadian ini,” paparnya.

Penanganan keamanan menjadi sesuatu yang akan difokuskan. Dari sisi ekonomi pemerintah akan tetap menjaga kestabilan fundamental agar tetap menjaga kepercayaan investor.

“Paling penting kita punya fundamental makro yang kuat untuk bisa mengembalikan kondisi temporer itu ke kondisi normal,” tukasnya.

Aksi serangkaian rentetan tembakan dan ledakan yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, sempat membuat panik para pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak turun merespon kejadian tersebut.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup anjlok 77,859 poin (1,72%) ke 4.459,320. Sementara indeks LQ45 ditutup merosot 17,830 poin (2,25%) ke 775.471.

Analis Pasar Modal Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan, reaksi pasar modal terkait ledakan bom di Sarinah diprediksi tak akan lama.

“Turun langsung iya, tapi sehari sampai dua hari. Dan hari ini sampai penutupan nanti sore diprediksi IHSG di kisaran 4.450,” kata Adi , Kamis (14/1).

Menurutnya, dampak dari ledakan Sarinah, Thamrin ini tidak akan berlangsung lama. Hal serupa pernah terjadi sebelumnya, di mana terjadi ledakan di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta dan bom Bali beberapa waktu lalu.

“Saya kira tidak sampai jauh. Beberapa ledakan bom dengan teror yang skalanya lebih besar kaya Bali atau Marriot, efeknya sekitar 1 minggu pada pasar. Kalau dari pergerakan sementara ini tidak akan lama,” terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Ekonom Bahana TWC Investment Management, Budi Hikmat. Dia mengatakan, reaksi penurunan IHSG baru-baru ini adalah dampak reaktif dan tak berdampak lama.

“Spontan saja penurunan market. Apakah akan mengganggu IHSG saya kira tidak, itu biasa dan wajar penurunan sementara,” jelas Budi. (dtc)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
Komisaris–Direksi Kompak Jalankan Transformasi, Bank Sumut Bidik Kinerja Lebih Kompetitif
Rakorpem di Tanjungbalai Utara, Wali Kota Mahyaruddin Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
Bahas Program MBR, Wali Kota Tanjungbalai Dukung Pembangunan 166 Unit Rumah
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Momentum HPN ke-80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
komentar
beritaTerbaru