Kamis, 12 Februari 2026

Imbas Bom Bunuh Diri di Makassar, FPMSI Ajak Masyarakat dan Warganet Lawan Hoaks dan Radikalisme di Media Sosial

Administrator - Senin, 29 Maret 2021 20:14 WIB
Imbas Bom Bunuh Diri di Makassar, FPMSI Ajak Masyarakat dan Warganet Lawan Hoaks dan Radikalisme di Media Sosial

 

Baca Juga:

Jakarta I Sumut24.co

Peristiwa bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/03/2020) pagi, sekitar pukul 10.30 WITA kemarin. Menanggapi hal itu, ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) Rusdil Fikri mengimbau masyarakat tidak diam melawan radikalisme dan hoax di media sosial (medsos). Rusdil mengajak semua masyarakat dan warganet melakukan perlawanan untuk menampik berita bohong yang mengandung fitnah dan mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. “Radikalisme dan hoax adalah masalah serius. Kita harus melawan mereka karena kalau diam mereka (radikalisme dan berita hoax) bakal menimbulkan bahaya yang besar bagi keutuhan NKRI,” kata Rusdil. Sementara itu, Koordinator Nasional FPMSI Hafyz Marshal memaparkan bahwan banyak masyarakat terpapar paham radikalisme melalui media sosial maupun situs daring. Seiring banyaknya informasi keagamaan yang ada di media sosial atau situs daring yang tidak tersaring. “Mereka menjadi radikal itu karena berinteraksi dengan orang yang sama-sama terpapar radikal melalui media sosial,” kata Hafyz. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang selalu berselancar di media sosial. Hafyz juga membeberkan hasil survei Wahid Institute tentang radikalisme di Indonesia menunjukkan, ada sekitar 0,4 persen penduduk Indonesia atau sekitar 600 ribu orang yang telah melakukan tindakan radikal di Indonesia. Yang tidak kalah penting, dari jumlah responden di atas 17 tahun, ada sekitar 7,7persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau 11 juta orang yang berpotensi melakukan tindakan radikal. “Hal ini perlu menjadi perhatian serius mengingat sasaran radikalisme online adalah kaum muda, para digital native yang sehari-hari bergaul di dunia maya” tambah Hafyz. Dalam pernyataan sikapnya, FPMSI berharap da mengimbau kepada pemerintah serta instansi terkait agar segera mengambil Kebijakan untuk meminimalisasi perilaku radikal dan intoleran utamanya yang ada di media sosial.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tolong, Presiden Prabowo! Inilah Jeritan Tanah Leluhur, Ketua Adat Siregar Siagian Minta PT Agincourt Resources Segera Bayar Ganti Rugi
Tidak Kooperatif, Polres Palas Didesak Jemput Paksa DH
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Peserta Plasma FKI Mandiri 9,5 M Statusnya Naik Sidik
Pemerintah Kecolongan? PT Agincourt Resources Diduga Masih Beroperasi Usai Izin Dicabut
Jurnalis Dilarang Meliput di Area PT Agincourt Resources Pasca Izin Dicabut, Transparansi Perusahaan Dipertanyakan di Tengah Suasana HPN 2026
Sidang Sengketa 190 Hektar Lahan Martabe Memanas, Cek Lokasi Ungkap Titik Koordinat Objek Perkara
komentar
beritaTerbaru