Lagi, Podomoro Makan Korban *Wartawan Nyaris Ditendang

MEDAN|SUMUT24

Proyek Podomoro City Deli Medan kembali memakan korban jiwa. Kali ini seorang perkerja asal Tarutung sengaja mencari nafkah di Medan, Antoni Hutagalung (34), dikabarkan jatuh dan mengalami luka di bagian kepalanya hingga tewas, Rabu siang (30/3).

Tubuh mantan pemborong di Tarutung itu pun langsung dievakuasi ke RS Malahayati Medan. Pantauan dari wartawan SUMUT24, salah seorang keluarganya bernama Beni mentuturkan, “wajahnya (Antoni Hutagalung,red) hancur berlumuran darah, dan langsung dibawa ke kampung halamanya di Tarutung,” ucap Beni sambil jalan menunju ke parkiran untuk menyusul mobil ambulance yang sudah pergi meninggalkan RS Malahayati Medan.

Saat wartawan SUMUT24 memintai keterangan kepada Pengawas Lapangan, Andri, seolah pengawas tersebut berpura-pura tidak tau adanya korban yang jatuh dari proyek Podomoro City Deli Medan, kemarin siang.

“Info dari mana itu, tidak ada info yang seperti itu, gak ada yang jatuh dan orang meninggal di proyek Podomoro ini, jangan menganggu kerja kami, silahkan keluar,” hardik Andri sambil mengusir wartawan.

Namun saat wartawan SUMUT24 menanyakan kepada Security yang bernama Rinto, “apa-apaan kalian ini, wartawan gandunganya kelen, mau carik uang jangan disini kalian, mana ada info seperti itu. Gak ada berita seperti itu, kalian geser kereta kalian, mengganggu kami kerja aja kalian,” ucap Rinto sambil mengusir wartawan saat peliputan.

Namun saat dikonfirmasikan kepada pihak RS Malahayati tidak bisa mengasih informasi yang lebih lengkap kepada media, “maaf bang, kami gak bisa ngasih informasinya,” ujar pegawai yang memakai seragam putih.

Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu saat ditemui wartawan di lapangan, membenarkan adanya perkerja podomoro yang tewas, dan pihak polisi Polsek Medan Barat, masih melakukan penyelidikan dan dibantu oleh Polresta Medan.

Wartawan Nyaris Ditendang

Wartawan televisi di Medan bernama Devis Karmoy menjadi korban kekerasan saat melakukan peliputan, Rabu (30/3). Devis mengatakan, awalnya ia mendapat informasi adanya pekerja Podomoro City yang tewas. Korban disebut – sebut berinisial AH dibawa ke Rumah Sakit Malahayati Medan. Mendapat informasi itu, Davis pun pergi ke Rumah Sakit yang dimaksud untuk melakukan peliputan.

“Disitu saya melihat ada jenazah yang mau dimasukkan ke dalam mobil di belakangan Rumah Sakit itu. Saya bertanya kepada salah seorang diduga pekerja, apakah jenazah itu merupakan pekerja Podomoro yang tewas,” kata Devis.

Devis mengaku, salah seorang pekerja lalu bertanya kepada dirinya. “Pekerja itu bertanya saya dari mana. Lalu saya jelaskan bahwa aku dari Wartawan Televisi mau melakukan peliputan diduga pekerja Podomoro ada yang tewas. Disitu ada sekitar 15 orang mereka,” ungkapnya.

Tiba–tiba salah seorang pria dari arah berlawanan datang dan mau menendang Devis. Namun dirinya dengan cepat menghindar. “Disitu datang warga melerainya,” jelasnya.

Tak sampai disitu, ia pun lalu pergi ke halaman depan Rumah Sakit Malahayati. “Saya kembali jumpa dengan pria yang mau menendangku. Saat aku tanya apa maksudnya mau menendangku, pria itu hanya diam dan pergi,” jelasnya.

Sementara itu, Benny Hutagalung, warga Sekip yang disebut–sebut sebagai paman korban menjelaskan, korban sudah lama bekerja di Podomoro. “Sudah lama bang dan dibawa oleh pihak Podomoro Jakarta,” akunya.

Saat ia melihat jasad keponakannya (korban,red) di bagian wajah tampak dipenuhi lumuran darah. Bahkan, bagian telinga mengeluarkan darah segar. “Badannya tertutup, hanya tinggal mukanya saja yang terbuka. Saya sempat lihat ada darah di mata dan mulut. Kemungkinan akibat jatuh dari bangunan. Ini anak abang saya, bapaknya abang saya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak Podomoro City belum memberikan keterangan mengenai tewasnya Antoni Hutagalung yang lagi bekerja di tempat tersebut, serta kekerasan yang terjadi terhadap wartawan. (RC/int)