Ketua TP PKK menyerahkan bantuan dan tali asih kepada warga korban kebakaran rumah
Ketua TP PKK menyerahkan bantuan dan tali asih kepada warga korban kebakaran rumah
kota
MEDAN I SUMUT24.co DPR RI bersama Pemerintah, KPU, dan Bawaslu telah sepakat untuk merealisasikan pelaksanaan pilkada serentak 2020 pada 9 Desember 2020 mendatang. Meski masa pandemi virus corona atau Covid 19 belum dapat dipastikan akan berakhir hingga akhir tahun ini.
Baca Juga:
Kesepakatan tersebut mendapat perhatian dari Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan. Diwawancarai, Jumat (29/5), Samsir menyebutkan terdapat dilema dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 mendatang.
“Dilema yang dimaksud, rangkaian pilkada akan membuat interaksi banyak orang tidak bisa dihindari. Namun di sisi lain, pilkada adalah hak konstitusional masyarakat yang diatur oleh Undang-Undang untuk melahirkan kepemimpinan yang lebih baik,” katanya.
Oleh karena itu, Samsir Pohan mengeluarkan 4 usulan penting agar pelaksanaan Pilkada 2020 dapat berjalan sukses di bawah konsep “New Normal”.
“Pertama, pemerintah daerah serta KPU dan Bawaslu daerah harus dua kali lebih siap dibandingkan pelaksanaan pilkada atau pemilu sebelumnya. DPR RI, pemerintah pusat, KPU dan Bawaslu pusat harus membentuk panduan khusus sesuai protokol kesehatan agar seluruh perangkat daerah yang sudah disebutkan tadi bisa benar-benar siap,” jelasnya.Â
Kedua, jelas Samsir, memberikan penekanan-penekanan khusus dan komprehensif dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat yang memiliki hak pilih.
“Agenda edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga jangan dianggap sepele. Berkaca dari pemilu-pemilu yang lalu, kegiatan sosialisasi dan edukasi sering kali dilaksanakan hanya sebagai pemenuhan kewajiban, bukan kebutuhan,” ujarnya.
“Di tahun ini, pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap teknis pelaksanaan sosialisasi dan edukasi pilkada serentak 2020 harus berada di bawah kontrol yang ketat. Agar demokrasi dan nyawa masayarakat sama-sama terselamatkan,” sambung Samsir.
Kemudian yang ketiga, jelas Samsir, penting bagi pemerintah untuk menjadikan pemilu di Korea Selatan sebagai contoh. Sebab Korea Selatan telah membuktikan keberhasilannya dalam menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi.
“Terakhir, yang keempat, kepada seluruh pasangan calon yang akan berkontestasi. Mereka memiliki kewajiban moral untuk melindungi pemilihnya. Jangan sampai, para pasangan calon hanya mementingkan hasil perolehan suara dan tidak memperhatikan keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Samsir juga mengungkapkan, empat usul tersebut akan diikuti oleh konsekuensi atas meningkatkanya anggaran yang harus dialokasikan dalam pilkada serentak 2020.
“Hal ini sangat wajar dan penting, sebab di seluruh rangkaian yang ada di pilkada mesti mengikuti protokol kesehatan Covid 19. Misalnya, penyelenggara harus menyediakan APD (alat pelindung diri), masker, hand sanitizer, face shield dan lainnya dalam jumlah yang tidak sedikit,” tandasnya.(red)
Ketua TP PKK menyerahkan bantuan dan tali asih kepada warga korban kebakaran rumah
kota
Wali Kota mendukung Perayaan Malam Cap Go Meh 2577 Kongzili digelar DPD Walubi Pematangsiantar
kota
Wabup Sergai Buka Bazar Ramadan 1447 H, Hadirkan 60 Stand UMKM dan Gerakan Pasar Murah
kota
Polantas Menyapa di Bulan Ramadan, Satlantas Polres Sergai Bagikan 100 Takjil di Jalinsum
kota
RAMADHAN KETUJUH 1447 H, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN UNTUK OJEK ONLINE
kota
Polresta Deli Serdang Gencar Patroli Harga Bapokting di Ramadhan 2026
kota
Operasi Dibatalkan Sepihak, Keluarga Pasien Soroti Layanan RS Royal Prima dan Ancam Lapor ke DPR RI
kota
sumut24.co ASAHAN, HIO merupakan Tempat Hiburan Malam (THM) di Komplek Graha Kisaran Terbakar, Selasa (24/2/2026) malam.Pantauan Awak Media
News
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb menerima sejumlah aspirasi warga saat melakukan reses di tiga lokasi daera
kota
Cakupan Pekan Posyandu 2026 di Targetkan Wako Solok 95 Persen
kota