Rabu, 25 Februari 2026

Soal Warga Habis Beras, Medan Utara Institute Wiji : Plt Walikota Medan Jangan Benturkan Kepling dengan Warga

Administrator - Selasa, 07 April 2020 07:26 WIB
Soal Warga Habis Beras, Medan Utara Institute Wiji : Plt Walikota Medan Jangan Benturkan Kepling dengan Warga

Soal Warga Habis Beras, Medan Utara Institute Wiji : Plt Walikota Medan Jangan Benturkan Kepling dengan Warga

Baca Juga:

Medan I Sumut24.co Langkah Pemko Medan membagikan beras ke warga terdampak Covid-19 berujung polemik. Gegaranya karena pernyataan Plt Walikota Medan yang terkesan membenturkan Kepala Lingkungan dengan warga.

Penilaian itu diungkapkan Aktivis Medan Utara Institute (MUI) Wiji Gatot Suyono, Selasa (7/4/2020) di Medan.

“Plt Walikota Medan bilang kalau beras habis lapor ke kepling. Ini kan berbahaya,” kata pria yang karib disapa Wiji Gatsu itu.

Berbahayanya, sambung Wiji, karena sampai saat ini Kepling tidak tau berapa kuota beras yang akan mereka terima untuk dibagikan ke warga.

“Sementara Kepling udah terlanjur meminta berkas KK dan KTP ke warga yang tidak mampu. Apa jadinya bila ketika sudah didata, ujungnya malah tak kebagian karena kuota beras tak mencukupi,” kata Wiji.

Wiji mengutip keluhan salahsatu Kepling di Medan yang mengaku gundah soal pembagian beras ke warga terdampak Covid-19 di Medan.

“Kepling itu merasa dibenturkan dengan warga karena mendata tapi tak membagi beras ke warga. Makin berbahaya ketika Plt Walikota menyebut kalau beras habis melapor ke kepling. Kita desak Plt Walikota Medan jangan asal bunyi tanpa didahului kajian teknis dan psikologis,” ujar Wiji.

Wiji juga menyebutkan, per Selasa 7 April 2020 ada kecamatan yang belum terealisasi pembagian berasnya.

“Misalnya Medan Petisah dan Marelan. Ini kecamatan yang kita telusuri. Kalau memang belum fix pendataan, Plt Walikota Medan gak perlu pamer foto bagi beras di depan gudang beberapa hari lalu. Kasihan rakyat, sudah disuruh di rumah aja tapi tak diberi kepastian,” tandas Wiji.

Wiji pun mendesak Pemko Medan bisa lebih tersistem dan transparan dalam pembagian beras.

“Tersistem artinya jangan asal bunyi. 1.000 ton beras itu sangat kurang. Pemko Medan setidaknya harus membagikan 15.000 ton beras untuk warga selama terdampak Covid-19,” kata Wiji.

Anggarannya, Wiji menyarankan Pemko Medan meniadakan belanja untuk keperluan yang bisa ditunda. Kemudian masih bisa juga berkordinasi dengan DPRD Medan.

“Kan DPRD Medan berencana merealokasi anggaran untuk penanganan Covid. Ya saling kolaborasilah. Kita belum pernah lihat Pemko dan DPRD Medan jibaku untuk kepentingan rakyat,” tukas Wiji.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ketua TP PKK menyerahkan bantuan dan tali asih kepada warga korban kebakaran rumah
Wali Kota mendukung Perayaan Malam Cap Go Meh 2577 Kongzili  digelar DPD Walubi Pematangsiantar
Wabup Sergai Buka Bazar Ramadan 1447 H, Hadirkan 60 Stand UMKM dan Gerakan Pasar Murah
Polantas Menyapa di Bulan Ramadan, Satlantas Polres Sergai Bagikan 100 Takjil di Jalinsum
RAMADHAN KETUJUH 1447 H, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN UNTUK OJEK ONLINE
Polresta Deli Serdang Gencar Patroli Harga Bapokting di Ramadhan 2026
komentar
beritaTerbaru