MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Dengan melihat kondisi banjir yang menggenangi lapangan lokasi MTQN Ke XXVII bertempat di Jalan Pancing Medan akibat curah hujan, Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi harus memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani paving block dilokasi acara.
Permintaan itu disampaikan Ketua Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Amanat Rakyat Sumatera Utara (LSM-LARaS), M Arfin kepada SUMUT24, Selasa (9/10).
M Arfin mengatakan, kondisi banjir yang terjadi dikarenakan sistem drainase serapan air yang dibuat tidak bisa menampung banyaknya volume air hujan yang turun, sehingga air tidak bisa maksimal mengalir ke tempat pembuangan dengan lancar.
“Kalau seperti ini kondisi lapangan Astaka akan menjadi langganan banjir saat turun curah hujan lebat. Apa lagi, pekerjaan paving block lapangan astaka MTQ ini tidak maksimal, sehingga lobang pipa yang dijadikan serapan air sangat kecil, jadi air di lapangan tergenang, karena tidak mengalir dengan lancar,†M Arfin.
M Arfin mebambahkan, jangan karena kondisi lapangan banjir, pelaksanaan MTQN XXVII yang menjadi kebanggaan Provinsi Sumut ini terganggu. Apa lagi para pesertanya yang hadir dan turut serta mengikuti MTQN ini menjadi penilaian negatif. Karena ajang MTQN ini adalah ajang nasional.
Sementara, Toni dan Samsuir warga setempat sangat menyayangkan melihat kondisi banjir di lokasi MTQN Ke XXVII yang berlangsung.
Menurut mereka, kondisi banjir yang menggenangi lokasi MTQN berlangsung, sudah merupakan citra buruk bagi Sumatera Utara dan Ibdonesia Kususnya.(W02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News