Bupati Asahan Hadiri Penanaman Jagung Perdana Program Ketahanan Pangan
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, M.Si di Wakili oleh Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP menghadiri kegi
News
MEDAN | SUMUT24,co
Baca Juga:
Menyinggung maraknya kasus pembunuhan diwilayah hukum Polda Sumatera Utara serta jajaran akhir-akhir ini membuat petugas sedikit kewalahan, namun 90% dapat diungkap.
Terhitung mulai dari kasus pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa, kasus pembunuhan sekeluarga di Samosir dan kasus pembunuhan seorang wanita di Binjai sampai kasus pembunuhan yang terjadi di lahan garapan Percut Sei Tuan, semua ini terjadi antara bulan September s/d Oktober 2018.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda) Sumut sendiri mencatat, hingga bulan Oktober 2018, terdapat sebanyak 96 kasus pembunuhan yang sudah terjadi di Provinsi ini.
Angka ini malah lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 yang hanya terdapat 78 kasus.
“Sampai Oktober 2018, sudah ada 96 kasus pembunuhan yang terjadi,” sebut Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak didampingi Kasubbag Anev Krimum Kompol Yaqub kepada wartawan, Rabu (7/11) siang.
Namun, sambung Maringan, dari 96 kasus pembunuhan yang sudah terjadi tersebut, 96 atau 98,5% kasusnya sudah berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.
Begitu pula dengan periode yang sama di tahun 2017, dimana dari 78 kasus pembunuhan yang terjadi, 82 kasusnya (ditambah kasus sebelumnya) dapat berhasil diungkap.
Menurut Maringan, berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, ada banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa kasus pembunuhan bisa sampai terjadi.
Meski terkadang, kasus pembunuhan justru dilakukan karena alasan yang sepele salah satunya diduga kurang harmonisnya dalam berumah tangga.
“Ada banyak faktor memang yang melatarbelakangi. Mulai dari tingkat pendidikan, emosional sampai masalah ekonomi bisa menyebabkan pelaku sampai nekat menghabisi nyawa korbannya,” jelas mantan Kapolsek Percut Seituan ini.
Seperti halnya dengan pendidikan, ujar Maringan. Akibat kurang terdidiknya pelaku, maka ia menjadi mudah gelap mata, ketika dihimpit oleh masalah yang tidak bisa diselesaikannya.
“Kebanyakan mereka yang kurang terdidik langsung memilih cara singkat untuk menyelesaikan masalahnya. Seperti dengan membunuh orang yang tidak sesuai dengan mereka,” tandasnya.
Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang disinggung mengenai banyaknya peristiwa pembunuhan yang terjadi belakangan ini, meminta masyarakat untuk dapat menyikapi hidup dengan lebih bijak.
“Masyarakat harus bijak lah. Jangan sedikit-dikit marah, harusnya kalau pun marah ya sedikit-dikit saja,” ujarnya kepada wartawan usai melaksanakan sholat Jum’at lalu.(W05)
Foto: Kasubdit III/Jatanras Ditkrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak.|Ist
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, M.Si di Wakili oleh Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP menghadiri kegi
News
Medan sumut24.co Seorang pria bernama Erwin Syahputra (35) Warga Jalan Tangkahan Batu, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang menjadi k
Hukum
Sergai sumut24.co Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pertanian. Dua tahun berturutturu
News
Sergai sumut24.co Wakil Bupati Kabupaten Serdang Bedagai, Adlin Tambunan, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwa
News
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan SiantarSaribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
kota
SATKAMLING Nagori Dolok Maraja Kabupaten Simalungun Terima Penghargaan Terbaik 3 Poldasu
kota
Wawako Suryadi Nurdal Lantik 3 Pejabat Eselon II
kota
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
kota
Bupati Solok Terima Silaturahmi Forum Ketua KAN Kabupaten Solok
kota
Bangunan Cafe Ilegal di Jalan Bambu Medan Timur Jadi Simbol Kebocoran PAD, Camat Sudah Layangkan Surat Tapi Pemilik Membandel
kota