Sabtu, 14 Februari 2026

Polda Sumut 98.5 % Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan, Hingga Oktober 2018 Tercatat 96 Kasus

Administrator - Rabu, 07 November 2018 14:44 WIB
Polda Sumut 98.5 % Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan, Hingga Oktober 2018 Tercatat 96 Kasus

MEDAN | SUMUT24,co

Baca Juga:

Menyinggung maraknya kasus pembunuhan diwilayah hukum Polda Sumatera Utara serta jajaran akhir-akhir ini membuat petugas sedikit kewalahan, namun 90% dapat diungkap.

Terhitung mulai dari kasus pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa, kasus pembunuhan sekeluarga di Samosir dan kasus pembunuhan seorang wanita di Binjai sampai kasus pembunuhan yang terjadi di lahan garapan Percut Sei Tuan, semua ini terjadi antara bulan September s/d Oktober 2018.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda) Sumut sendiri mencatat, hingga bulan Oktober 2018, terdapat sebanyak 96 kasus pembunuhan yang sudah terjadi di Provinsi ini.

Angka ini malah lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 yang hanya terdapat 78 kasus.

“Sampai Oktober 2018, sudah ada 96 kasus pembunuhan yang terjadi,” sebut Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak didampingi Kasubbag Anev Krimum Kompol Yaqub kepada wartawan, Rabu (7/11) siang.

Namun, sambung Maringan, dari 96 kasus pembunuhan yang sudah terjadi tersebut, 96 atau 98,5% kasusnya sudah berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

Begitu pula dengan periode yang sama di tahun 2017, dimana dari 78 kasus pembunuhan yang terjadi, 82 kasusnya (ditambah kasus sebelumnya) dapat berhasil diungkap.

Menurut Maringan, berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, ada banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa kasus pembunuhan bisa sampai terjadi.

Meski terkadang, kasus pembunuhan justru dilakukan karena alasan yang sepele salah satunya diduga kurang harmonisnya dalam berumah tangga.

“Ada banyak faktor memang yang melatarbelakangi. Mulai dari tingkat pendidikan, emosional sampai masalah ekonomi bisa menyebabkan pelaku sampai nekat menghabisi nyawa korbannya,” jelas mantan Kapolsek Percut Seituan ini.

Seperti halnya dengan pendidikan, ujar Maringan. Akibat kurang terdidiknya pelaku, maka ia menjadi mudah gelap mata, ketika dihimpit oleh masalah yang tidak bisa diselesaikannya.

“Kebanyakan mereka yang kurang terdidik langsung memilih cara singkat untuk menyelesaikan masalahnya. Seperti dengan membunuh orang yang tidak sesuai dengan mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang disinggung mengenai banyaknya peristiwa pembunuhan yang terjadi belakangan ini, meminta masyarakat untuk dapat menyikapi hidup dengan lebih bijak.

“Masyarakat harus bijak lah. Jangan sedikit-dikit marah, harusnya kalau pun marah ya sedikit-dikit saja,” ujarnya kepada wartawan usai melaksanakan sholat Jum’at lalu.(W05)

Foto: Kasubdit III/Jatanras Ditkrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak.|Ist

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Asahan Hadiri Penanaman Jagung Perdana Program Ketahanan Pangan
Tanpa Sebab, Erwin Dianiaya Kakak Beradik Ninok dan Nardi Hingga Bonyok
Sergai Posisi Pertama Luas Panen dan Produksi Padi di Sumut, Darma Wijaya: “Berkat Dukungan Berbagai Pihak”
Wabup Adlin Tambunan Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Serdang Bedagai
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan Siantar-Saribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
SATKAMLING Nagori Dolok Maraja Kabupaten Simalungun Terima Penghargaan Terbaik 3 Poldasu
komentar
beritaTerbaru