Sabtu, 14 Februari 2026

Pemeras Supir yang Ditembak Polisi Mengaku Memalak Karena Tuntutan Ekonomi

Administrator - Sabtu, 03 November 2018 19:14 WIB
Pemeras Supir yang Ditembak Polisi Mengaku Memalak Karena Tuntutan Ekonomi
MEDAN | SUMUT24.co Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pribahasa ini yang kini dirasakan, Hendra Siagian alias Hendra (35), warga Jalan Pertahanan Gg Seram Dusun V, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Deliserdang. Sebab, Hendra yang memiliki anak dua hasil dari pernikahanya ini, kini harus rela berpisah dengan istri dan kedua anaknya dengan waktu yang cukup lama lantaran dari perbuatanya yang nekat melakoni aksi kriminalitas dengan cara memeras dengan pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam). Tindakan tersangka (Hendra-red) memeras dan pengancaman itu, dilakukannta terhadap para supir truk maupun supir mobil box yang melintas di Jalan Pertahahan, Kecamatan Patumbak, Deliserdang. Buah dari perbuatanya, tersangka akhirnya ditangkap Tim Pegasus Polsek Patumbak berdasarkan laporan korban, Andiansyah Kurniawan (33), warga Jalan Kesatria No 23, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Sunggal dan temanya, Andi Riwandi seorang Sales PT SumurJaya. Tidak hanya itu, tersangka yang sudah buron dan masuk DPO polisi, harus menahan rasa sakit setelah polisi memberikan tindakan tegas, terukur dan terarah dengan menembak kakinya karena melawan petugas saat hendak ditangkap yang sebelumnya, polisi sudah memberikan tembakan peringatan ke udara. Untuk mempertanggungkan perbuatanya, tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 368 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun penjara. Sementara, tersangka (Hendra-red) saat ditanya wartawan di Mapolsek Patumbak dengan aksi nekat memeras dengan pengancaman menggunakan sajam, tersangka mengakui perbuatanya karena tuntutan ekonomi keluarga. “Perbuatan itu saya lakukan karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarga dan sekedar bertahan hidup karena saya tidak mempunyai pekerjaan,” ucap tersangka. Tersangka juga mengaku, dari barang bukti kwitansi yang turut diamankan polisi, diakuinya dibelinya sendiri dari kedai kelontong, sedangkan stempel “Anti Begal” tersebut di tempahnya sendiri. Sebelumnya, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SH SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SE MH dalam paparannya kepada wartawan, Sabtu (3/11) petang di Mako Polsek Patumbak menjelaska, tersangka ditangkap pada hari, Jumat (2/11) pagi sekira pukul 05.00 Wib, di Jalan Pertahanan, Kecamatan Patumbak.(W02)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tanpa Sebab, Erwin Dianiaya Kakak Beradik Ninok dan Nardi Hingga Bonyok
Sergai Posisi Pertama Luas Panen dan Produksi Padi di Sumut, Darma Wijaya: “Berkat Dukungan Berbagai Pihak”
Wabup Adlin Tambunan Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Serdang Bedagai
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan Siantar-Saribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
SATKAMLING Nagori Dolok Maraja Kabupaten Simalungun Terima Penghargaan Terbaik 3 Poldasu
Wawako Suryadi Nurdal Lantik 3 Pejabat Eselon II
komentar
beritaTerbaru