Sabtu, 14 Februari 2026

Polisi Klarifikasi Terkait Isu Penculikan Anak di Kota Bangun

Administrator - Rabu, 31 Oktober 2018 14:14 WIB
Polisi Klarifikasi Terkait Isu Penculikan Anak di Kota Bangun

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Isu penculikan anak yang terjadi di Kelurahan Kota Bangun terhadap tiga anak ternyata mendapat klarifikasi dari Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto.

“Dalam waktu 24 jam terakhir ada tiga kejadian yang diduga sebagai aksi penculikan anak dan ternyata itu tidak benar,”katanya saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (31/10) sekir pukul 15.09 wib.

Ia menceritakan kejadian pertama itu ada seorang yang diketahui bernama Rasyida Omar Balatif (49) yang dituduh sebagai penculik anak oleh warga karena mondar mandir dengan gelagat yang mencurigakan.

“Yang bersangkutan sempat dihakimi warga, dan setelah diselamatkan petugas kita ternyata wanita itu mengalami depresi dan langsung dijemput oleh pihak keluarga yang tinggal di Jalan Bambu, Kota Medan,”ujarnya.

Untuk itu, Rasyida akan dilakukan pemeriksaan medis agar diketahui kepastian penyakit jiwanya.

Dikejadian kedua, sambung orang nomor satu di Polsek Medan Labuhan ada seorang warga yang diketahui bernama Lamni Ambarita warga Jalan Mangaan. Wanita 48 tahun ini dituduh sebagai penculikan anak berdasarkan atas pengaduan seorang anak kepada orangtuanya karena merasa diikuti.

“Setelah di cek ke lokasi, wanita tersebut mengalami penyakit kejiwaan dan sedang berjalan mengikuti rel Kereta Api,”ujarnya.

Kemudian kejadian terakhir, Yeheskiel Simanjuntak (8) warga Jalan Anggrek Kelurahan Besar diisukan sebagai korban penculikan anak. Isu itu tersebar, kata Kapolsek, karena anak tersebut tidak dijumpai di sekolah saat dijemput orangtuanya.

“Yeheskiel ditemukan didekat sekolah kakaknya dan mengaku dibonceng seorang pria dan diberikan sebuah roti namun dibuang oleh dirinya,”katanya.

Dari hasil penyelidikan, akunya, Yeheskiel tidak pernah sampai ke sekolah SD dan mengaku dibawa oleh orang yang tidak dikenal (OTK) karena takut dimarahi orangtuanya karena membolos sekolah.

Untuk itu, kata Kapolsek Medan Labuhan, agar warga jangan mudah terpancing isu dan main hakim sendiri. “Jika ada kejadian agar langsung melapor ke Polsek Medan Labuhan,” katanya.(W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tanpa Sebab, Erwin Dianiaya Kakak Beradik Ninok dan Nardi Hingga Bonyok
Sergai Posisi Pertama Luas Panen dan Produksi Padi di Sumut, Darma Wijaya: “Berkat Dukungan Berbagai Pihak”
Wabup Adlin Tambunan Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Serdang Bedagai
Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan Siantar-Saribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas
SATKAMLING Nagori Dolok Maraja Kabupaten Simalungun Terima Penghargaan Terbaik 3 Poldasu
Wawako Suryadi Nurdal Lantik 3 Pejabat Eselon II
komentar
beritaTerbaru