Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Baca Juga:
- Semangati Atlet! Ketua DPRD Padangsidimpuan Srifitrah Munawaroh dan Ketua Umum Shokaido Sumut Turun Langsung di Pembukaan Kejurda Shokaido
- Momen Hangat Wakil Wali Kota Medan Terima Kunjungan Danyon Parako 463 Pasgat
- UMKM Jadi Prioritas, Rico Waas Dorong Pelaku Usaha Medan Naik Kelas Dengan Penguatan Digitalisasi
Dalam suasana berduka/berkabung, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan yang diwakilkan Wakapolrestabes Medan, AKBP Anhar Arlia Rangkuti mengunjungi rumah pasangan suami istri (pasutri) Rinaldi Sumarmata dan Hertawan Lawolo orangtua korban.
Dihadapan Waka Polrestabes Medan AKBP Anhar Arlia Rangkuti, pasutri tersebut dengan penuh tangis menceritakan saat dirinya membawa anaknya ke rumah sakit.
"Saya bawa pakai mobil pribadi, dengan cara anakku ususnya terburai keluar. Saya gendong saya bawa sepanjang jalan, tidak saya pikirin yang penting anakku sampai aku pun ngak nabrak orang," ucapnya dengan linangan air mata.
Masih Rinaldi mengatakatan bahwa dirinya tdak bisa berbuat apa-apa dan dirinya merasa gagal sebagai orangtua lantaran saat membawa anaknya ke Rumas Dakit tidak bisa diselamatkan meski dirinya telah berusaha, sambungnya sembari berulangkali menyeka air matanya.
Mendengar kisah itu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti tak mampu menitikan air mata. Hal yang sama tampak juga terhadap Kasat Reskrim Kompol Jama Purba yang mendampingi dengan mata berkaca-kaca.
"Saya harap, saya mohon kepada Bapak berikanlah keadilan kepada kami pak. Atas tindakan dia yang secara kejam banget. Melakukan pembunuhan berencana, pak," katanya dengan penuh linangan air mata yang juga terjadi pada sang istri sembari menyebutkan bahwa dirinya tidak akan dendam dan sudah ikhlas.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Anhar Arlia Rangkuti dihadapan orang tua korban dan keluarga juga menyampaikan kehadirannya untuk mewakili Kapolres Kombes Gidion Arif Setyawan.
"Saya dihubungi sama Pak Kapolres untuk menyampaikan salam beliau. Dan memastikan ini akan kami proses sesuiai hukum yang ada," kata AKBP Anhar dengan peluh dan terbata-bata dan langsung memeluk Rinaldi Simarmata.
Sekedar mengingatkan sebelumnya pelaku, RS menikam tiga kakak beradik. Imbasnya mengakibatkan 2 balita, DS (2) dan OS (3) tewas dengan kondisi luka akibat senjata tajam di perut dan dada. Sedangkan kakak mereka, NS(6) masih kritis.
Peristiwa terjadi di Jalan Mesjid, Gang Dahlia 7, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang. Aksi keji ini dipicu karena RS kesal sering diejek.(W02)
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Antusiasme Tinggi! 111 Pendaftar Ikuti Verifikasi Seleksi Polri 2026 di Padangsidimpuan
kota
Balita Hilang di SPBU Hutalombang, Polres Padang Lawas Sigap Memulangkan ke Orang Tua
kota
Bupati Madina Dorong Pelestarian Tradisi Lubuk Larangan untuk Ekosistem dan Masyarakat
kota
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Kapolresta Deli Serdang Pantau Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Bandara Kualanam
kota
Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
kota
Sergai sumut24.co Tim Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres Serdang Bedagai melakukan monitoring d
News
Sergai sumut24.co Seorang pria ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kab
Hukum
Tanjungbalai PT Bank Sumut (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra stra
News