Senin, 16 Februari 2026

Diduga Mafia Tanah Lakukan Penyerobotan Lahan Milik Wesly Silalahi, Polisi Diminta Berantas Mafia Tanah Desa Sipanganbolon

Administrator - Senin, 21 Maret 2022 06:27 WIB
Diduga Mafia Tanah Lakukan Penyerobotan Lahan Milik Wesly Silalahi, Polisi Diminta Berantas Mafia Tanah Desa Sipanganbolon
MEDAN | SUMUT24.co Penyerobotan tanah milik, Wesly Silalahi diduga dilakukan oleh Lilis Daulay disebut sebut mafia tanah seorang warga asal Kota  Pematang Siantar, Sumatera Utara. Aksi dugaan penyerobotan Tanah Wesly Silalahi, tersebut terjadi di Sitahoan, Desa Sipanganbolon, Kec. Girsang Sipanganbolon, Kab. Simalungun. Menyikapi itu, Ebenezer Sinaga selaku penerima kuasa, Wesly Silalahi kepada wartawan menyebutkan, dugaan penyerobotan itu berawal sejak keluarnya surat jawaban atas pemilik, Wesly Silalahi dan kawan kawan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tentang penjelasan status tanah yang berada di Lahan ENCLAVE SITAHOAN pada tahun 2018. Menurut Ebenezer, surat jawaban dari KLHK kepada Balai Pemetaan dan Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Sumatera Utara pada tahun 2018 ditujukan kepada Wesly Silalahi pada akhirnya diduga secara administrasi diselewengkan atau berubah  menjadiLiliad Daulay. “Dengan mendapatkan surat tembusan tersebutlah, Liliad Daulay saat ini merasa seperti  diatas angin sehingga mengganggap lahan ENCLAVE SITAHOAN adalah miliknya dengan mengatakan bahwa dia adalah keturunan Raja Kaliansah Sinaga yang berasal dari Tanah Jawa. “Kata Ebenezer Sinaga, Senin (20/03). Lebih lanjut, Ebenezer menyebutkan, padahal dalam Surat Keputusan Bupati Simalungun pada masa pemerintahan Jabanten Damanik telah terang benderang menyebutkan bahwa tidak ada kepemilikan tanah dari Raja Kaliansah Sinaga di ENCLAVE SITAHOAN, Desa Sipanganbolon. Makasih disebutkan, Ebenezer lagi bahwa, Wesly Silalahi sendiri memiliki alas hak yang jelas atas tanah Sitahoan seluas 190 Hektar dimana kepemilikan lahan ini terbagi menjadi 2 yaitu 115 Hektar yang diketahui berasal dari Warisan orang tuanya. Sedangkan 75 Hektar berasal dari Akta Jual Beli atas nama Karben Sinaga. Melihat tanah sebagian di kuasai oleh oknum diduga Mafia Tanah (Lilida Daulay) sejak 2019, Wesly Silalahi yang berdomisili di Jakarta, pada hari Sabtu, (19/3/2022) turun ke Sitahoan bersama dengan masyarakat Girsang Sipanganbolon untuk mengusir mafia tanah tersebut. Tindakan ini dilakukan setelah adanya  himbauan pertama dan kedua dari pihak Wesly, namun faktanya dilapangan tidak dihiraukan oleh pihak Lilis. Bahkan dengan arogan LILIS menyuruh orangnya untuk mencabut plang kepemilikan tahan dilapangan. “Kita sayangkan sikap Lilis yang bersikeras mempertahankan tanah itu. Apalagi setelah sampai di tanah objek berperkara saudari Lilid Daulay yang mengerahkan massanya yang diduga mereka oknum-oknum preman dengan sengaja untuk menghalau kami pihak (Weedly Silalahi) bersama masyarakat yang hendak mengolah lahan tersebut,” ungkap Ebenezer. Setelah mencoba berdialog dan mediasi, untuk menghindari bentrok dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti korban dilapangan, pihak Wesly Silalahi memilih mundur dari lokasi. Tindakan penyerobotan ini sebelumnya juga sudah dilaporkan pihak WESLY kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada Tanggal 3 Februari 2022, dan berharap agar kepolisian segera menindaklanjutinya.(W02)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
UNPAB Tutup PKKMB 2025/2026 Lewat “Green and Smart Campus Movement”
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Bupati Solok Terima Silaturahmi Forum Ketua KAN Kabupaten Solok
SMPN 1 Kota Solok Terima Hibah Mobil Operasional Dari Anggota DPR RI Willy Aditia.
Aloka Telah Tiba di Washington D.C.
komentar
beritaTerbaru