
Memaknai Istilah “Circle KPK”: Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
Memaknai Istilah &ldquoCircle KPK&rdquo Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
kotaMEDAN | SUMUT24 Penyidik Subdit IV/Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut menetapkan seorang dokter bedah RS Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan Petisah, dr M, sebagai tersangka kasus dugaan malapraktik korban dengan Ferdinan (1,7 tahun).
Baca Juga:
“Penyidik Unit III Subdit IV Tipiter telah menetapkan dokter RS Columbia Asia sebagai tersangka kasus dugaan malapraktek,†terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, kepada wartawan, Selasa (13/9).
Kombes Rina mengatakan, dalam kasus dugaan malapraktek tersebut tersangka dr M disangka melanggar Pasal 79 huruf c jo Pasal 51 huruf a UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, jo Pasal 20 ayat 1 huruf a s/d huruf i Permenkes RI No.2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran.
Dijelaskan Kombes Rina, dr M ditetapkan sebagai tersangka karena telah melakukan operasi terhadap korban. Penyidik juga memeriksa saksi tim dari RS Siloam terkait pelaksanaan operasi korban.
“Barang bukti kain kasa sudah kita sita dan dititipkan di RS Siloam. Kita juga menyita rekam medis dari RS Columbia dan RS Siloam,†jelasnya.
Disebutnya, kasus itu ditangani Tipiter Dit Reskrimsus berdasarkan laporan dari Joe, orang tua korban Ferdinan.
Sebelumnya, Polda Sumut menerima laporan dugaan malapraktik Nomor: STTLP/1016/VIII/2016/ SPKT â€II†tanggal 8 Agustus 2016. Dugaan malapraktik ini terjadi karena ada kain kasa tertinggal di dalam perut korban usai operasi di RS Columbia. Untuk mendalami kasus ini, penyidik telah memeriksa 7 orang saksi. “Saksi sudah 7 orang kita periksa, semuanya dari RS Siloam, sementara dari RS Columbia akan kita periksa pekan depan,†tambah Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus AKBP Robin Simatupang.
AKBP Robin mengatakan, setelah pihaknya memeriksa pihak RS Siloam, kemudian akan dilanjutkan pemeriksaan pihak manajemen RS Columbia Asia, termasuk tim yang melakukan operasi terhadap korban, Ferdinan. “Rencananya kita, pada tanggal 19 September 2016, memeriksa pihak RS Columbia,†jelasnya.
Dari kasus itu, sambung Robin, pihaknya sudah menyita barang bukti berupa kain kasa yang diambil dari perut Ferdinan, rekam medis dari RS Columbia dan RS Siloam.
Dijelaskan, awalnya korban Ferdinan dioperasi pihak RS Columbia. Usai operasi setelah diperbolehkan pulang, balita itu tidak mengalami tanda-tanda penyembuhan. Kemudian, Ferdinan dibawa ke RS Siloam. Setelah diperiksa, ditemukan kain kasa diperut Ferdinan. Diduga, kain kasa itu tertinggal saat dilakukan operasi di RS Columbia. (W08)
Memaknai Istilah &ldquoCircle KPK&rdquo Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
kotaDemokrat Usulkan Anjar Asmara Isi Kekosongan Wakil Bupati Ciamis
kotaUsut Keterlibatan Mantan Bupati Deliserdang dalam Kasus Penjualan Aset PTPN II
kotaPerumda Tirtanadi Makin Permudah Pelanggan Bayar Tagihan Air Melalui Bank dan Virtual Account MEDANSumut24.coPerusahaan Umum Daerah (Perumd
NewsTerlapor di Polda Metro Jaya, PT PAM Mineral Kini Disomasi PT Celebes Adhi Perkasa
kotaKapolda Sumut Apresiasi Mahasiswa dan Ojol Gelar Unjuk Rasa Dengan Damai di DPRD Sumut
kotaKEMBALI DIPENTASKAN, &039BUNGA PENUTUP ABAD HADIR DENGAN NASKAH SEGAR DAN PANGGUNG PUTARJakartaSumut24.co Berbahagialah dia yang makan d
NewsUNIQLO x COMPTOIR DES COTONNIERS Hadirkan Koleksi Fall/Winter 2025 Parisian Chic dalam Sentuhan Modern Tersedia mulai 19 September 2025 Jak
NewsEvia Vivi Fortuna, ST.MM, Kadis PUPR Kabupaten Solok Dapat Prioritas Nasional DAK 2026 Fokus Kembangkan Infrastruktur Kawasan Produksi Pan
kotaAll for One, One for All Polda Sumut Tegaskan Kolaborasi Kunci Berantas Narkoba
kota