
Memaknai Istilah “Circle KPK”: Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
Memaknai Istilah &ldquoCircle KPK&rdquo Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
kotaMEDAN | SUMUT24 Warga di Jalan Eka Rasmi Medan dihebohkan dengan teriakan remaja berusia 16 tahun, asal Waesafa Kupang. Gadis yang masih belia tersebut melompat dari lantai dua Kantor Penampung Jasa TKI di Komplek Taman Ubud.
Baca Juga:
Seorang saksi, yang tidak mau dipublikasi identitasnya bercerita, awalnya gadis belia yang diketahui sebagai TKI asal Kupang, terdengar menjerit-jerit dan melompat dari lantai dua. “Saya dengar suara jerit-jerit. Saya lihat ada satu orang lari, dikejar sama tiga orang. Saya ke Eka Rasmi Ujung, sudah ramai. Saya datang, yang tiga orang cabut. Terus ada yang ngaku majikannya. Kata majikannya dia mencuri duit 20 ribu. Gak mungkin saja. Kenapa gak lapor polisi, ini human trafficking ini, saya rasa dia mau dijual ini. Setelah saya selidiki, ini kelas 2 SMA. Sekitar 16 tahun,” ujar pria ini saat ditemui, Sabtu (23/7).
Kasihan melihat gadis belia tersebut, saksi menanyainya. Lantas gadis belia tersebut mengaku, ia disiksa dan mau digunduli. “Saya kasihan anak ini, Anak ini mengaku dia lompat dari lantai 2 ke bawah. Katanya dia mau dibotak. Kami ke kantor lurah. Saya tidak dikasih masuk, mulai berdatangan orang orang dari kantor TKI itu,” tandasnya.
Sementara akibat kejadian tersebut Satuan Reserse Polresta Medan bersama Polsek Delitua menggerebek diduga kantor Penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, Minggu (24/7) dinihari sekitar pukul 00.20 WIB.
Pantauan di lokasi, puluhan polisi berpakaian preman memadati lokasi. Bahkan, Kapolsek Delitua, AKP Wira sudah memasuki rumah. Selain itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto baru tiba di lokasi penggerebekan. Begitu turun dari mobil Mardiaz langsung memasuki rumah mewah berlantai dua itu.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, tidak ada penyekapan pembantu rumah tangga di PJ TKI di Komplek Ubud. “Tidak ada penyekapan. Malam ini, kami mengecek laporan dari warga yang bilang ada penyekapan dan penyiksaan pembantu rumah tangga,” katanya di lokasi penggerebekan.
Mardiaz menambahkan, penyidik telah mengecek dan melakukan pemeriksaan kepada Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang belum disalurkan. Seluruh pembantu membantah informasi dari warga itu. “Ternyata ada kasus pencurian antar pekerja di tempat penyaluran ini. Sehingga terjadi keributan. Kemudian warga sekitar menganggap adanya penyekapan terhadap pekerja oleh penyalur pembantu rumah tangga ini,” ujarnya.
Ia menuturkan, PJ TKI tanpa plang nama tersebut resmi. Artinya, bukan ilegal karena mendapatkan izin dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan. Meskipun demikian, dia tak menjawab tatkala ditanya nama PJ TKI tersebut. “PJ TKI ya resmi, ada surat-suratnya lengkap. Kurang lebih sudah ada empat tahun. Pada umumnya pembantu yang disalurkan asal NTT. Namanya tanya Kapolsek saja,” katanya.
Mardiaz juga mengatakan, Maria warga Kupang perempuan yang melompat dari lantai dua rumah di Komplek Ubud sudah dewasa. “Umurnya sudah dewasa kok. Maria ada KTPnya kok. Benar memang berasal dari NTT,” katanya di lokasi penggerebekan.
Ia menambahkan, tidak benar adanya janji pemberian uang kepada saksi yang melihat peristiwa pengejaran Maria dari lurah maupun kepala lingkungan. “Enggak ada itu. Pemberian uang itu tidak benar. Siapa rupanya. Mana rupanya saksinya,” ujarnya.
Dia menyampaikan, Maria, terduga pencurian uang temannya yang selama ini dianggap korban perdagangan manusia sudah habis kontrak. “Sudah selesai kontrak Maria di majikannya. Kemudian sedang menunggu proses pemulangan. Sehingga tinggal di penampungan ini namun dia mencuri uang teman-temannya,” ungkapnya. (W02)
Memaknai Istilah &ldquoCircle KPK&rdquo Antara Muryanto, Bobby, dan Topan
kotaDemokrat Usulkan Anjar Asmara Isi Kekosongan Wakil Bupati Ciamis
kotaUsut Keterlibatan Mantan Bupati Deliserdang dalam Kasus Penjualan Aset PTPN II
kotaPerumda Tirtanadi Makin Permudah Pelanggan Bayar Tagihan Air Melalui Bank dan Virtual Account MEDANSumut24.coPerusahaan Umum Daerah (Perumd
NewsTerlapor di Polda Metro Jaya, PT PAM Mineral Kini Disomasi PT Celebes Adhi Perkasa
kotaKapolda Sumut Apresiasi Mahasiswa dan Ojol Gelar Unjuk Rasa Dengan Damai di DPRD Sumut
kotaKEMBALI DIPENTASKAN, &039BUNGA PENUTUP ABAD HADIR DENGAN NASKAH SEGAR DAN PANGGUNG PUTARJakartaSumut24.co Berbahagialah dia yang makan d
NewsUNIQLO x COMPTOIR DES COTONNIERS Hadirkan Koleksi Fall/Winter 2025 Parisian Chic dalam Sentuhan Modern Tersedia mulai 19 September 2025 Jak
NewsEvia Vivi Fortuna, ST.MM, Kadis PUPR Kabupaten Solok Dapat Prioritas Nasional DAK 2026 Fokus Kembangkan Infrastruktur Kawasan Produksi Pan
kotaAll for One, One for All Polda Sumut Tegaskan Kolaborasi Kunci Berantas Narkoba
kota