Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
MEDAN|SUMUT24 Surat panggilan ketiga untuk dua terpidana belum juga dilayangkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan atas kasus korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di RSUD dr Pirngadi Medan yang merugikan negara sebesar Rp 1,27 miliar.
Baca Juga:
Adapun kedua terpidana itu, yakni Tamsir Aritonga selaku sub kontrak dari PT Graha Agung Lestra dan Tuful S Siregar selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.
“Belum ada dibuat surat pemanggilan ketiga yang dilayangkan Haris Hasbullah, Selaku Kepala Pidana Khusus Kejari Medan,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Bobbi Sandri saat dikonfirmasi, Minggu (12/6).
Maka, belum ada kejelasan kapan kedua terpidana yang dihukum masing-masing selama 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan. Untuk menjalani hukum yang mereka terima di Rutan Klas IA Tanjung Gusta, Medan.”Belum dipanggil,” sebut Bobbi Sandri dengan singkat.
Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Medan, Haris Hasbullah mengatakan akan melayangkan dan memanggil kedua terpidan pada pekan ini. “Minggu ini akan segera kami panggil untuk dua terpidana lainnya,” tutur Haris Hasbullah saat dikonfirmasi wartawan, beberapa hari lalu.
Dia menyebutkan pemanggilan kali ini, adalah pemanggilan ketiga untuk kedua terpidana tersebut.”Nantinya panggilan ketiga yang kami layangkan sebagai panggilan yang terakhir kali untuk keduanya. Jika masih mangkir juga akan kami jemput paksa,” cetusnya.
Dipastikan, pemanggilan kedua sudah dilayangkan. Namun, kedua terpidana mangkir dengan berbagai alasan.”Seperti yang kami jadwalkan sebelumnya, untuk panggilan ketiga terhadap mereka telah kami jadwalkan Selasa (kemarin,red) ini. Semoga saja mereka kali ini tak mangkir lagi,” sebutnya.
Dalam kasus ini, Kejari Medan telah dua kali melayangkan panggilan terhadap Tamsir Aritonga dan Tuful S Siregar masing-masing pada 17 dan 24 Mei bulan lalu. Pada pemanggilan itu keduanya dinyatakan mangkir dari panggilan penyidik Kejari Medan tanpa alasan yang diketahui.
Sedangkan, Sedangkan, Drs Arpen Nawawi selaku rekanan dari PT Indo Farma Global Medica, sudah dilakukan eksekusi dan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta Medan pada hari Selasa, 24 Mei 2016, lalu.
Arpen Nawawi dihukum 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan. Kemudian, Ketiga terpidana tersebut, tidak dikenakan Uang Pengganti (UP) karena sudah membayar uang kerugian negara.(W05)
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota
Pemkab Padang Lawas Utara Tes Urine Pejabat, Bupati Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba
kota