Kamis, 12 Februari 2026

Temuan Uang Rupiah Palsu Meningkat 3,4 persen Di Sumut

Administrator - Kamis, 09 Juni 2016 09:34 WIB
Temuan Uang Rupiah Palsu Meningkat 3,4 persen Di Sumut
Medan | Sumut24 Temuan uang rupiah palsu meningkat 3,4% dari 1.446 lembar pada triwulan sebelumnya menjadi 1.496 lembar pada triwulan laporan. Temuan tersebut antara lain berasal dari hasil setoran bank, setoran masyarakat melalui loket penukaran, serta dari temuan perbankan yang dilaporkan ke Bank Indonesia. Sesuai kajian ekonomi dan keuangan  regional Provinsi Sumatera Utara bulan Mei 2016, temuan uang palsu itu masing-masing sebanyak 93,1% di Medan, diikuti 5,4% di Pematang Siantar dan 1,5% di Sibolga. “ Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian, dan senantiasa melakukan sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CiKUR) guna mengantisipasi penggunaan dan peredaran uang Rupiah palsu,”kata  Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Sumatera Utara, Difi A. Johansyah, kemarin. Di sisi lain sebut dia, kegiatan sistem pembayaran di Sumatera Utara juga mengalami perubahan yang cukup signifikan pada transaksi tunai maupun non tunai. Di transaksi non tunai, transaksi kliring mengalami kenaikan yang cukup signifikan sementara transaksi RTGS mengalami penurunan. Di transaksi tunai, pada triwulan I 2016 mengalami net inflow dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami net outflow. Transaksi Non Tunai yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia terdiri dari transaksi RTGS, SKNBI dan Transaksi APMK. Transaksi RTGS mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya. Salah satu faktor penyebab adalah implementasi RTGS Gen II pada 16 Desember 2015. Pembayaran melalui RTGS hanya dapat dilakukan untuk transaksi di atas Rp.500 Juta. Penurunan tersebut cukup signifikan secara nominal mencapai -32,6% (qtq) dan secara volume -0,24% (qtq). Penurunan volume yang relatif rendah salah satunya dikarenakan rata-rata hari kerja pada triwulan I tahun 2016 lebih banyak dari triwulan IV 2015.  Di sisi lain, sebut dia,  transaksi kliring melalui SKNBI16 nominalnya tercatat sebesar Rp111 triliun atau meningkat secara nominal 36,3% dan secara volume 35,8% dibandingkan triwulan IV 2015. Hal ini sejalan dengan penurunan transaksi RTGS. Masyarakat yang akan melakukan transaksi di bawah Rp500 Juta,dilakukan melalui mekanisme SKNBI. Bank Indonesia sejak 5 Juni 2015 telah mengimplementasikan SKNBI Gen II dimana terdapat zonasi settlement. Proses netting kliring yang sebelumnya hanya dilakukan 2 kali dalam satu hari menjadi 5 kali netting dalam satu hari sehingga transaksi dapat dilakukan lebih cepat.

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
Komisaris–Direksi Kompak Jalankan Transformasi, Bank Sumut Bidik Kinerja Lebih Kompetitif
Rakorpem di Tanjungbalai Utara, Wali Kota Mahyaruddin Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik
Bahas Program MBR, Wali Kota Tanjungbalai Dukung Pembangunan 166 Unit Rumah
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Momentum HPN ke-80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
komentar
beritaTerbaru