Sabtu, 28 Maret 2026

Polda Sumut Kembali Amankan 5 Terduga Teroris, 2 Diantaranya  Menyerahkan Diri

Administrator - Senin, 18 November 2019 07:49 WIB
Polda Sumut Kembali Amankan 5 Terduga Teroris, 2 Diantaranya  Menyerahkan Diri
MEDAN | SUMUT24.co Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) kembali mengamankan 5 (lima) orang lagi terduga kelompok teroris di Sumut. Pendalaman terhadap pelaku jaringan terduga teroris ini tidak akan pernah berhenti. Terhitung hingga saat ini, sudah 23 kelompok terduga teroris dapat  diamankan petugas. Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto saat ditemui wartawan di Rumahsakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Senin (18/11/2019) pagi. “Setelah sebelumnya 18 orang diamankan terduga teroris di Medan, ada lima lagi yang kita amankan. Jadi total sudah 23 orang,” ujar Agus. Untuk lima tersangka yang diamankan, dua diantaranya kata Agus menyerahkan diri ke Mapolsek Hamparan Perak. “Dari lima dua menyerahkan diri kemarin, Minggu (17/11/2019) malam. Mereka menyerahkan diri didampingi kepling  ke Polsek Hamparan Perak,” terang Agus. Namun untuk menyebutkan inisial lima terduga komplotan teroris yang baru diamankan itu menurut mantan Waka Polda Sumut itu adalah kewenangan dari Mabes Polri. “Inisial nya nanti saja, nanti akan dilaksanakan ekspos oleh Mabes Polri, bisa saja di sini atau diJakarta,” ucap Irjen Pol Agus Adrianto. Ketika ditanya apakah komplotan pelaku ini sudah merencanakan penyerangan sejak jauh hari, Kapolda Sumut tidak menampik, jika indikasi itu terjawab dari bukti-bukti yang berhasil dihimpun polisi dari sejumlah TKP tempat persumbunyian komplotan teroris itu. “Jadi kalau rencana sudah dipersiapkan hal itu kita lihat dari senjata rakitan, senapan angin, ada panah yang ada rumbai, kemudian senjata tajam, sangkur yang disita dari hasil penggeledahan rumah pelaku,” sebut Kapolda. Lanjut sambung Kapolda Sumut, untuk saat ini pengembangan polisi belum menemukan ada tersangka lain. Begitupun dia tak menampik masih ada pelaku lain. “Siapapun yang termasuk dalam jaringan akan ditindak,” jawab Agus normatif. Mengingat masih kentalnya radikalisme di Sumut lantaran belum maksimalnya Lolisi melakukan pencegahan, Kapolda Sumut punya alasan lain. Dirinya beralasan, di era dengan kemajuan teknologi saat ini paham radikalisme bisa masuk dengan mudah. Perkembangan teknologi mendukung hal itu menurutnya. “Perkembangan teknologi saat ini luar biasa. Jadi sekarang tidak mesti harus melalui imam yang ada di Indoensia, tapi langsung belajar dari media sosial.  Tentunya ini pekerjaan rumah kita bersama apakah kita merasa ini ancaman bagi kita dan keluarga kita,” terang Agus. Orang Nomor satu dijajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara ini mengimbau agar masyarakat melaporkan setiap ada kelompok-kelompok yang mencurigakan. “Kalau ada kelompok yang eksklusif jarang bersosialisasi, anti pemerintah, sering menyebarkan berita yang belum jelas tolong segera dikoordinasikan kepada kita aparat berwenang. Jadi sejak dini kita bisa antisipasi, sedapat mungkin kita awasi pergerakannya,” sebut Irjen Pol Agus.(W05)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tragis dan Membuat Panik Tabrak Motor Lawan Arah Pengendara CRF Luka Bakar
Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Bantu Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar
Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI
BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara
BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara
Layanan Payroll BRI Memberi Kemudahan Transaksi Perbankan Dilingkungan Perusahaan
komentar
beritaTerbaru