Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan Warga, Pemko Medan Dapat Dukungan Penuh PBB
sumut24.co MedanKomitmen Pemko Medan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus mendapatkan dukungan dari be
kota
Medan I SUMUT24.Co
Baca Juga:
Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di Jalan Setia Budi-Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, menjadi pesantren pertama pertama yang menggunakan transaksi pakai e-money di Sumatera dan di luar Jawa. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat pada launching e-money dan Seminar Pengembangan Pesantren Menyongsong Era Digital di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Rabu (23/10).
Lebih lanjut dikatakan Wiwiek Sisto Widayat, E-money bisa digunakan untuk semua transaksi di pesantren ini. Misalnya, untuk pembayaran uang sekolah, belanja makanan dan sebagainya. Bahkan ke depa, kartu e-money sekaligus jadi kartu pelajar. “Untuk itu simpan baik-baik kartu e-moneynya, jangan sampai rusak karena kartu itu adalah uang,” ujar Wiwiek.
Pada launching elektronifikasi pembayaran tersebut, ditandai dengan pemberian kartu e-money kepada wakil sejumlah santri dan santriwati.
Wiwiek menjelaskan sistem pembayaran perbankan ada dua yakni tunai dan non tunai. Secara tunai dengan menggunakan melalui bank dan uang kartal. Sedangkan uang non tunai denga menggunakan kartu e-money. “Sekarang semua serba e-money,†sebut Wiwiek.
Dikatakannya, elektronifikasi di pesantren ini merupakan pilot project. Jadi kalau ini berhasil maka semua pesantren yang ada di Sumut sekira 42.000 pesantren akan melakukan transaksi secara e-money. Penggunaan transaksi elektronifikasi memang ada kekurangan dan kelebihannya.
“Inilah kepedulian terhadap pesantren bukti komitmen Bank Indonesia yang sudah banyak memberikan bantuan ke pesantren-pesantren seperti air bersih dan sebagainya,†ujar Wiwiek.
Dibeberapa pesantren, ujar Wiwiek, seperti Tebing Tinggi, Deliserdang, Sergai dan Langkat sudah komit untuk melaksanakan elektronifikasi. Khusus esantren Ar-Raudlatul Hasanah, Wiwiek menyebut selama ini santrinya sudah memiliki hubungan dengan Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri. Jadi BI tinggal meningkatkannya lagi.
Diharapkan ke depan para orangtua santri nanti pengelolaan uangnya tidak lagi ke tunai melainkan beralih ke non tunai. Untuk kartu e-money santri ada fotonya sehingga lebih aman digunakan dan tidak dapat disalahgunakan orang lain.
“Bertahap nanti peningkatan kartu e-money. Namun kini para santri sudah menggunakan yang ada chipnya dibuat Bank Mandiri,†jelas Wiwiek.
Dalam launcing dan seminar tersebut, turut dihadiri Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Ar Raudlatul Hasanah H Muhammad Ilyas Tarigan, Pimpinan Pesantren Ar Raudlatul Hasanah H Ir Prana Ruliyanto Tarigan, Head PT Bank Mandiri Region I Medan Wono Budi Tjahyono dan Head PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Region I Medan Ahmad Zailani.
Sementara itu, Head PT Bank Mandiri Region I Medan Wono Budi Tjahyono menyebutkan, untuk e-money di pesantren ini pihaknya menyediakan seluruh perangkat. Ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama teknis yakni pengembangan dalam sistem.
“Kita coba persiapkan semua kebutuhan yang diminta. Kedua sisi operasional bagaimana pelaksanaan transaksi berjalan lancar mulai dari keamanan kartu maupun persiapan EDC. Yang menjadi kendala sudah pasti ada, pasti kita minimalisir sedikit mungkin,” ujar Wono Budi meyakinkan.
Hadir juga Head PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Region I Medan Ahmad Zailani. Dikatakannya, pihaknya sangat mensupport elektronifikasi yang ada di pesantren.
“Kami sama-sama berkolaborasi dengan Bank Mandiri untuk memenuhi kebutuhan transaksi di pesantren,†ujar Ahmad Zailani.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Wakaf Pesantren Ar Raudlatul Hasanah H Muhammad Ilyas Tarigan menyebutkan, sebelum BI melaunching elektronifikasi, pihaknya diundang BI studi banding ke Pekalongan karena pesantren di sana sudah menerapkan penggunaan uang non tunai.
“Bank Indonesia sangat banyak membantu dan mendukung pertumbuhan ekonomi di pesantren,†ujar Muhammad Ilyas yang mengaku kini para santri di pesantrennya lebih dari 3.600 santri. (R03)
sumut24.co MedanKomitmen Pemko Medan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus mendapatkan dukungan dari be
kota
sumut24.co MedanSafari Jumat yang dilaksanakan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Masjid AlMukhlisin, Jalan Lukah, Kelurahan Amp
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Medan Erisda Hutasoit agar mampu menja
kota
sumut24.co MedanMemutus mata rantai penularan HIV/AIDS tidak cukup hanya melalui pengobatan. Edukasi yang benar, deteksi dini, dan penghap
kota
sumut24.co MedanAnakanak perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika bumi berguncang atau air mulai memasuki rumah dan lingkungan mereka.
kota
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap meninjau aset milik Pemko Medan di Jalan Gatot Subroto Nomor 24, Kecamatan Med
kota
Program Jumling Polresta Deli Serdang Sambangi Masjid Taqwa Lubuk Pakam, Kapolresta Ajak Warga Jaga Kamtibmas
News
Program Jumling Polresta Deli Serdang Sambangi Masjid Taqwa Lubuk Pakam, Kapolresta Ajak Warga Jaga Kamtibmas
News
Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba Saat Salat Jumat di Medan Denai
News
Polda Sumut Gandeng Komunitas Ojol, Ajak Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
News