Mubes ke-16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga
Mubes ke16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyimpulkan dugaan sementara tewasnya aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Golfrid Siregar, akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal.
Setelah ditemukan tak berdaya di underpass Titi Kuning Jalan Tritura, Kamis (3/10/2019) dini hari lalu, barang-barang berharga milik korban seperti laptop, HP, dompet dan cincin diambil tiga dari lima pelaku.
Tiga tersangka sudah diamankan dan diserahkan ke Ditreskrimum Polda Sumut, sementara dua lagi masih pengejaran. Lima orang ini adalah warga yang sebelumnya memberi pertolongan dan membawa korban ke RS Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan medis.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, ada 16 saksi diperiksa terkait kasus ini. Keterangan pun sudah didapat dari para saksi, mulai dari sebelum ditemukannya korban, saat dan setelah korban ditangani oleh pihak rumah sakit.
“Korban saat itu pamit dari rumah dan pergi ke rumah pamannya di Jalan Bajak I atas nama Kennedy Silaban. Dari sana dia balik pukul 23.50 WIB dan ditemukan di underapass dalam rentang waktu 00.15 s/d 00.30 WIB. Jadi ada 20 sampai 35 menit jarakanya, saat itu hujan kondisi jalan basah,” ujar Andi Rian, saat memberikan keterangan di Polda Sumut, Jumat (11/10/2019).
Andi Rian mengatakan, dari saksi didapati keterangan jika korban keluar rumah mengenakan helm tidak terpasang penuh. Setelah olah TKP dan visum saat korban ditemukan, helm itu berjarak dari posisi korban.
“Ada memar di lengan sebelah kiri. Sepertinya ini tertekan helm yang diletak di tangan. Saksi yang dimintai keterangan ini termasuk istri, paman dan teman ‘minum’ korban. Dari perawat rumah sakit menyebut, mulutnya bau alkohol. Kemudian kita bertemu lagi dua saksi, teman minum sebelum korban jatuh,” kata Andi Rian.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini yang ikut saat memberikan keterangan menambahkan, korban saat berada di RS Mitra Sejati mengalami luka pada mulut, kuping dan hidung mengeluarkan darah. Kemudian mata lebam, ada goresan di jari kaki sebelah kanan, siku kiri lebam bukan luka gores.
“Korban kemudian dibawa ke RSUP H Adam Malik. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari di sana, korban dinyatakan meninggal dunia, Minggu (6/10/2019),” kata Kasat Lantas Polrestabes Medan.
Beberapa saat kemudian, pihaknya yang melakukan olah TKP mendapat keterangan dari pasangan suami istri, jika saat kejadian ada keramaian warga persis di depan rumahnya. Kemudian pasangan suami dan istri itu melihat ada seseorang tergelatak.
“Saat warga berkerumun, satu becak berputar arah dan membawa korban ke RS Mitra Sejati. Dari tubuh korban, banyak luka-luka di sebelah kanan, kepala dan dari sisi kendaraan. Kemudian pijakan rem belakang sebelah kanan. Stang kanan mengalami gesekan. Ini dugaannya korban jatuh ke kanan,” kata AKBP Juliani.(W05/W02)
Mubes ke16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga
News
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan Narkoba Berkedok Kandang Ayam18 Kilogram Ganja Disita dari 2 Sekawan
News
Dinas Pendidikan Kota Solok Perkuat Kompetensi Digital Guru melalui Pelatihan Google Certified Educator Level 1.
News
Wali Kota Solok Serahkan Bantuan Rp 25 Juta untuk Masjid Al Amin
News
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
BAKOPAM SUMUT GELAR JUMAT BERKAH, IBNU HAJAR SE AJAK DERMAWAN PEDULI SESAMA
News
Ferry Salim dan Andovi da Lopez Hadir Bersama Para Pemain Taiwan di Gala Premiere The Rope Curse 4 Kuntilanak di Jakarta, Tayang di Indones
Seleb
MEDAN Pernikahan ( Mantu, red ) putri sulung CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Ri
News
Safriadi Dipercayakan Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe
News