Kamis, 26 Maret 2026

Ribuan Mahasiswa Binjai Demo DPRD , 7 Pelajar di Batubara Diamankan

Administrator - Senin, 30 September 2019 14:38 WIB
Ribuan Mahasiswa Binjai Demo DPRD , 7 Pelajar di Batubara Diamankan

Binjai | Sumut24

Baca Juga:

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Binjai (AMB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Binjai Jalan T. Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Binjai, Senin (30/9) sekira pukul 09:30 WIB.

Mahasiswa yang berasal dari perkuliahan di Kota Binjai maupun luar kota ini, awalnya berkumpul di Lapangan Merdeka Kota Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Binjai dan selanjutnya bergerak maju ke arah kantor orang-orang terhormat.

Dari hasil pantauan Sumut24 di lapangan, ribuan mahasiswa berjalan kaki dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan untuk menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan UU KPK yang dinilai ngawur dan melemahkan institusi anti rasua di Indonesia ini.

Setelah sampai di depan Kantor Sementara DPRD Binjai, mahasiswa berorasi agar tuntutan mereka tentang RKUHP dan UU KPK yang dimaksud, didengar dan disampaikan oleh para anggota dewan Kota Binjai, kepada DPR RI di Jakarta.

Tidak hanya RKUHP dan UU KPK, dalam aksi yang dikawal ketat oleh petugas keamanan gabungan dari unsur TNI-Polri serta Satpol-PP Kota Binjai ini, mahasiswa juga meminta kepada pemerintah pusat segera mengatasi permasalahan kebakaran hutan di beberapa lokasi di Provinsi Riau.

Ade, Koordinator Aksi Mahasiswa tersebut, saat diwawancarai Sumut24 mengatakan, RKUHP yang sedang ditunda dan UU KPK yang telah disahkan itu tidak sesuai dan berpotensi polemik di masyarakat, karena terdapat banyak kejanggalan.

Tidak hanya itu saja, Ade juga menambahkan, pemerintah yang saat ini berkuasa harus segera menuntaskan dan menyelesaikan bencana kebakaran hutan yanf yang terjadi di Provinsi Riau, karena, beberapa waktu lalu, Kota Binjai sempat terkena dampak dari kebakaran tersebut.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Alam Putra alias Haji Kires, menerima aksi para mahasiswa dan mempersilahkan seluruh mahasiswa untuk masuk ke dalam halaman kantor sementara nya itu, agar dapat didengar segala aspirasi dari massa yang berjumlah ribuan tersebut.

Setelah mendengar aspirasi dari para mahasiswa, Haji Kires berjanji akan menyampaikan apa yang ingin disampaikan peserta demo ke DPR RI di Jakarta, bahkan Ketua DPRD Binjai yang baru saja di lantik itu, ikut menandatangani nota perjanjian agar pesan yang ingin disampaikan oleh gerakan terpelajar ini segera di sampaikan.

Aksi berjalan dengan damai tanpa ada kerusuhan ataupun tindakan anarki dari pihak petugas yang mengawal demonstrasi itu dan seusai menyampaikan tuntutan mereka, para peserta demonstrasi diangkut menggunakan mobil truk kepolisian dan Satpol-PP Kota Binjai.

LPA Sesalkan Pelajar Demo

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Binjai, menyesalkan adanya pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, yang ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Sementara DPRD Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Binjai, Senin (30/9).

Aksi para peserta didik yang saat itu harusnya berada di dalam lingkungan sekolah mereka masing-masing, menjadi pekerjaan rumah tersendiri dari para pihak pemangku kepentingan di wilayah Kota Binjai, seperti Dinas Pendidikan, Kepolisian dan orang tua dari siswa itu sendiri.

Hal ini seperti disampaikan oleh Ketua LPA Kota Binjai, Rahmad Fadli Sirait, saat melihat langsung para pelajar ketika diamankan oleh Polres Binjai, karena kedapatan tengah mengikuti aksi demonstrasi yang terjadi hari ini.

“Saya sangat menyesalkan peristiwa seperti ini, dimana harusnya adik-adik ini berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar dan bukan ikut aksi demo tadi,” ujar Fadli Sirait.

Saat pertama tiba untuk melihat kondisi pelajar yang diamankan oleh pihak kepolisian, Rahmad Fadli Sirait, langsung meminta kepada Kasat Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polres Binjai, AKP Eva Sinuaji, untuk segera memindahkan para siswa dari halaman upacara ke ruang aula guna proses pendataannya, karena kondisi lapangan yang panas dan terbuka dari masyarakat umum.

Kasat Binmas Polres Binjai, AKP Eva Sinuaji, ketika dikonfirmasi SUMUT24, membenarkan diamankanya ke-43 siswa SMA Sederajat dan SMP, dan hal ini dilakukan semata-mata untuk melindungi para pelajar dari sesuatu yang dapat merugikan dirinya sendiri.

“Tadi kita sudah antisipasi dengan menyuruh mereka pulang, namun ada beberapa siswa yang ikut aksi dan akhirnya kita amankan, di sini kita beri mereka penyuluhan tentang bagaimana dampak bahayanya ikut aksi demonstrasi, karena memang mereka belum boleh untuk turun ke jalan, dan di sini kita hanya melakukan pendataan dan selanjutnya kita serahkan kepada pihak sekolah dan orang tua masing-masing,” kata Eva.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Cabang Stabat, Ikhsan, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait aksi demo hari ini dan juga sudah mewanti-wanti agar pelajar tidak ikut dalam aksi para mahasiswa.

“Sesuai dengan surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, kita sudah sosialisasikan kepada pihak sekolah dan siswaby masing-masing agar tidak ikut aksi demo, namun di sini kita lihat masih ada yang diamankan, jadi kedepannya kita akan lebih menjaga anak-anak kita ini agar tidak ikut aksi serupa,” beber Ikhsan.

7 Pelajar di Batubara Diamankan

Sementara itu, 7 siswa dan seorang pemuda yang ikut melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Batubara, Senin (30/9) diamankan petugas Polres Batubara.

Para pelajar berseragam putih abu-abu itu merupakan siswa di salah satu sekolah Aliyah di Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara. Sementara seorang pemuda berinisial RD (16) mengaku warga Dusun IV Desa Pematang Panjang, Kecamatan Lima Puluh Pesisir. Mereka diamankan sekitar pukul 11.00 Wib saat bergabung dengan sekelompok massa yang menggelar aksi.

Saat digiring ke kantor polisi ketujuhnya dilakukan pemeriksaan tes urine. Seorang dinyatakan positif narkoba dan RD mengaku pernah mengisap ganja.

RD yang hanya tamat SD ini juga mengaku pernah ‘menggauli’ pacarnya yang masih duduk dibangku SLTP sederajat. “Kami nggak tahu, kami cuma ikut-ikut saja tanpa bayaran,” jawab RD dan para pelajar seirama saat ditanyai wartawan di Mapolres Batubara.

Yasir, salah seorang guru disekolah tersebut membenarkan 6 dari 7 pelajar adalah siswannya. Sedang seorangnya siswa disekolah lain. “Tadi usai ujian mereka kami pikir pulang, ya gak tau rupanya ikut unjuk rasa,” katanya.

Kapolres Batubara melalui Kasat Binmas AKP Rita Santhi mengatakan, terhadap pelajar akan dilakukan pembinaan dan mengundang para orang tua mereka untuk dibuat pernyataan dan dipulangkan.

“Kita panggil orang tua mereka untuk diminta membuat surat pernyataan. Soal seorang pelajar yang positif narkona akan diserahkan ke Sat Narkoba,”ujar Kasat Binmas.

Kasat Narkoba AKP Kusnadi, yang positif narkoba kita panggil orang tuanya untuk dilakukan rehabilitasi ke BNN.

Informasi dihimpun, para pelajar yang terlibat dalam aksi unras sekolompok masyarakat di kantor Bupati Batubara bukan soal RUU KUHP dan RUU KPK melainkan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa di salah satu desa di Kecamatan Talawi. Hingga siang para pelajar masih dalam penyelidikan Polres Batubara. (rfs/jo)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bupati Sergai Bersepeda ke Kantor dan Tinjau RSUD Sultan Sulaiman
Pererat Silaturahmi Lebaran, Poldasu & PWNU SU Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas*
Percepatan Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo – Bukti Komitmen Nyata, Bukan Klaim Kosong
Seskab Teddy Indra Wijaya Ikuti Rakor Bahas Penyesuaian Energi dan Stimulus Ekonomi
Pasca Lebaran, Bupati Dan Wakil Bupati Asahan Sertai Peninjauan Langsung Pelayanan Publik Dijamin Optimal
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
komentar
beritaTerbaru