Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
kota
MEDAN | SUMUT24.co Puluhan Mahasiswa tergabung dalam Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa ( PP GAM Sumut) demo di kantor Dinas Pendidikan Kota Medan Jalan Pelita IV No 77, Rabu (11/9/2019). Dalam tuntutannya, PP GAM Sumut membeberkan dugaan korupsi Kadisdik Kota Medan, Marasutan Siregar berdasarkan temuan BPK RI terkait pekerjaan pekerjaan rehab berat dan ringan untuk gedung sekolah di Kota Medan.
Baca Juga:
Kordinator aksi PP GAM Sumut, Indra Narosa menyampaikan, Kadisdik Medan, bersama Bendahara dan PPK menerima keuntungan atas 57 Paket Pekerjaan Rehabilitasi Gedung sekolah sedang/berat Sekolah Dasar Negeri (SDN) pada Disdik sebesar Rp1.440.346.549.
Untuk menerima keuntungan sebanyak-banyaknya, diduga adanya kompromi antara penyedia jasa dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sehingga diminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas 57 paket proyek yang diduga terkait dengan Kadisdik Medan Marasutan Siregar.
Dan Pemko Medan telah menganggarkan pada Dinas Pendidikan Belanja Modal gedung dan bangunan Untuk Pengadaan Bangunan gedung tempat kerja/Kantor sebesar Rp 9.666.837.554, yang telah di realisasikan sebesar Rp.9.524.160.616 untuk Tahun 2018.
Lalu, pembayaran TPG dan Tamsil Guru tidak sesuai ketentuan sebesar Rp.564.233.310,00. Berdasarkan hasil analisa di lapangan bahwasannya TA 2018 pada LRA Unaudited, disajikan anggaran belanja anggaran belanja pegawai pada Dinas Pendidikan Kota Medan sebesar Rp.1.855.876.120.770,00 dengan realisasi sebesar Rp.1.694.592398.172,00 atau 91,31% dari anggaran.
Dari realisasi tersebut diantaranya digunakan untuk pembayaran TPG dan tamsil pada Disdik Medan, masing-masing sebesar Rp.239.798.548.625,00 dan Rp.1.502.225.000.00. Hasil dari dokumen pertanggungjawaban pembayaran TPG dan tamsil guru, sesuai hasil komfirmasi bendahara pengeluaran, TPG dan Tamsil Guru pada Disdik terdapat kelebihan pembayaran.
Hasil rekapitulasi TPG terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp.180.108.310,00, dan juga pembayaran TPG tidak memenuhi kriteria beban kerja sebesar Rp.Rp.147.204.500,00 serta Nilai TPG yang melebihi Gaji Pokok guru sebesar Rp.32.902.810,00.
Dalam demo tersebut nyaris baku hantam, karena Ajudan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan saling adu mulut dengan mahasiswa tergabung dalam Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (PP GAM Sumut).
Peristiwa itu bermula, puluhan mahasiswa menggelar unjukrasa kedua kalinya di depan pagar halaman Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan Jalan Pelita IV No 77, Rabu (11/9/2019).
Dalam aksinya, mahasiswa membeberkan dugaan korupsi Kadisdik Kota Medan, Marasutan Siregar atas temuan BPK RI soal pekerjaan rehab berat dan ringan untuk gedung sekolah di Kota Medan.
Dihadapan beberapa pegawai dan petugas, mahasiswa dengan membawa spanduk menuntut janji Kadisdik Kota Medan Marasutan Siregar untuk menemui mereka memberikan penjelasan terhadap dugaan korupsi temuan BPK RI tersebut.
Saling adu mulut pun terjadi antara mahasiswa dengan Maiz Sp Simbolon yang diketahui ajudan Kadisdik Medan Marasutan Siregar. Dimana, sang ajudan mengatakan Kadis tidak ada dan sedang berada di kantor Walikota Medan. Mendengar jawaban tersebut, mahasiswa yang dari kemarin Selasa (10/9/2019) telah berunjukrasa bereaksi.
†Kemarin kami sudah kemari dan katanya hari ini Kadis akan menemui dan memberikan penjelasan. Jika Kadis tidak mau temui kami dan berikan tanggapan. Kami akan masuk temui Kadis langsung,†teriak Hasbiyal Mulki disambut mahasiswa lainnya.
Tak ingin mahasiswa menerobos masuk halaman kantor, Maiz Simbolon ajudan Kadisdik Medan berusaha menghalangi dan berkata, Kadis tidak ada. Dan meminta mahasiswa jangan memasuki halaman kantor.
†Aspirasi kalian (mahasiswa) akan saya sampaikan ke Kadis. Dan akan disampaikan Kadis atau dijawab secara tulisan. Tidak bisa disampaikan langsung, karena Kadis sedang di kantor Walikota,†kata sang ajudan.
Alhasilnya, suasana semakin panas dimana mahasiswa dan ajudan Kadis saling adu mulut. Tampak, ajudan Kadis mulai marah dengan bicara keras yang menimbulkan reaksi dari mahasiswa.(red)
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin apel perdana pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Ka
kota
sumut24.co JakartaKetua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, resmi mengambil sumpah jabatan tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Ot
Ekbis
sumut24.co JakartaSetelah berhasil memecahkan rekor Museum RekorDunia Indonesia (MURI) melalui livestream TikTok nonstop selama 11 jam ta
Ekbis
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
kota
Hingga H3 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,6 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
sumut24.co ASAHAN, Semangat kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan tercermin dari tingkat kehadiran yang mencapai 98 pada ape
News
WFH PNS Strategi Hemat Energi atau Sekadar Wacana?
kota
sumut24.co MedanAnggota Komisi IV DPRD Medan, Rommy Van Boy, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk bertindak tegas dalam menertibka
kota
sumut24.co JakartaKepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini ma
Ekbis