Rabu, 25 Maret 2026

SETAHUN PEMERINTAHAN ERAMAS, Edy- Ijeck Perlu Himpun Potensi Wakil Daerah untuk Akselerasi Pembangunan Sumut

Administrator - Kamis, 05 September 2019 14:56 WIB
SETAHUN PEMERINTAHAN ERAMAS, Edy- Ijeck Perlu Himpun Potensi Wakil Daerah untuk Akselerasi Pembangunan Sumut

MEDAN I SUMUT24.co Pemerhati sosial dan Politik UMSU Shohibul Anshor siregar berpendapat, Bahwa tahun pertama Edy-Ijeck benar-benar dalam transisi plus. Tidak hanya bagi keduanya, karena sebagai pejabat baru mereka langsung berhadapan dengan agenda nasional yakni pemilu serentak tahun 2018.  Dengan demikian Sumatera Utara tak hanya memiliki Gubsu dan Wakil baru hasil pilgubsu 2018 dan kebijakan baru sesuai visi mereka yang  dirumuskan dengan kata kunci Martabat. Setelah mereka dilantik konsentrasi Indonesia tertuju ke suksesi nasional yang menghadirkan situasi politik persaingan melalui pemilu serentak 2018, ucapnya.

Baca Juga:

Pemilu serentak adalah kontestasi politik yang luas. Tak hanya di antara putera dan puteri daerah yang mencalonkan diri untuk DPD-RI, tetapi juga untuk DPR-RI, DPRD Provinsi Sumatera Utara, DPRD Kabupaten/Kota dan juga Presiden dan Wakil Presiden untuk periode20019-2024. Meski dengan jumlah jatah tetap, tetapi sedikit banyaknya baik dalam

komposisi wakil Sumut untuk DPD dan DPR-RI kita lihat mengalami perubahan juga. Mereka berdua sangat perlu mengenali dan menghimpun potensi wakil daerah untuk pusat ini untuk akselerasi pembangunan Sumatera Utara. Saya merasa perlu ada sebuah mekanisme yang efektif untuk memanfaatkan masa reses wakil daerah ini agar kepada mereka juga

dibabankan agenda diplomasi memperjuangkan kemajuan daerah di pusat pengambilan kebijakan, Kata Direktur NBasis tersebut.

Tentu saja Edy-Ijek tak hanya perlu menegaskan kembali visi dan misi serta program prioritas pembangunan Sumatera Utara martabat kepada seluruh wakil rakyat di DPRD Provinsi, tetapi juga kepada seluruh wakil daerah yang bertugas di Senayan itu agar ada harmonisasi dan keseiramaan langkah.

Lebihlanjut Dosen Fisipol UMSU tersebut, Edy-Ijek kelihatannya masih sangat perlu memberi pemahaman yang jelas atas substansi visi pembangunan Sumatera Utara Bermartabat itu kepada seluruh pimpinan Dinas, Badan, Lembaga dan bahkan BUMD. Pada gilirannya langkah bersama itu bisa menularkan persepsi yang sama di daerah-daerah Kabupaten dan

Kota. Mengapa itu penting? Ibarat sebuah meja yang cukup lebar, Sumatera Utara disangga oleh 33 kaki (Kabupaten dan Kota) yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Ke 33 kaki meja besar itu perlu sinergitas untuk pembangunan martabat,

dan saya berharap Edy-Ijeck serta seluruh perangkat daerah mampu mengajak seluruh kepala daerah dan rakyatnya untuk mengidentifikasi secara cermat keunggulan komparatif dan kompetitif untuk dikembangkan dalam program nyata meraih martabat.

Ditambahkannya, Saya tak melihatnya dari aspek urusan teknokratis semata, karena filosofi pembangunan yang berjangkar pada cita-cita pendirian negara begitu penting sebagai rujukan. Artinya kita tak ingin hanya disodori angka-angka agregat pertumbuhan dan statistik kemiskinan yang nenurun tanpa memerhatikan jebakan perbedaan dengan tuntutan subjektif aspirasi rakyat. Sebab, instrumen alat ukur pembangunan yang diciptakan oleh penguasa modal dapat saja mengukuhkan Sumatera Utara maju karena, misalnya, oleh pertumbuhannya saja. Ternyata itu saja tidak cukup, berhubung pertumbuhan tak selalu diiringi pemerataan, Ucapnya.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
Hingga H+3 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,6 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Kehadiran ASN Asahan Capai 98% di Apel Perdana Pasca Idul Fitri 1447 H
WFH PNS: Strategi Hemat Energi atau Sekadar Wacana?
"Medan Darurat Kabel Semrawut, Rommy Van Boy Desak Pemko Perluas Program 'Merata'"
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
komentar
beritaTerbaru