Senin, 23 Maret 2026

Persatukan Umat Pasca Pemilu, Multaqo Ulama Sumut Keluarkan 9 Rekomendasi

Administrator - Minggu, 12 Mei 2019 09:10 WIB
Persatukan Umat Pasca Pemilu, Multaqo Ulama Sumut Keluarkan 9 Rekomendasi

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Sejumlah tokoh ulama, pimpinan pondok pesantren, pimpinan majelis tariqoh, cendekiawan muslim, Da’i, pimpinan majelis Ta’lim, dan santri se Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan 9 rekomendasi, pasca dilangsungkannya pemilu 2019 kemarin.

Kesembilan rekomendasi tersebut dikeluarkan, melalui Multaqo Ulama yang di gelar di Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Sabtu (11/5/2019) kemarin.

Adapun isi rekomendasi itu, masing-masing : 1. Mendukung kinerja KPU dan keputusan KPU terkait pemilu 2019, 2. Mendukung menciptakan situasi damai di bulan suci Ramadan, 3. Mengharapkan kepada para politisi yang keberatan dengan pemilu 2019 agar menyampaikannya sesuai aturan hukum yang berlaku dan mengikuti proses hukum yang tertib.

Ke 4. Mengimbau kepada masyarakat kembali menjalin persahabatan, persatuan dan kesatuan serta menghindari fitnah opini dan interpretasi terkait situasi saat ini, demi menjaga kesucian bulan suci Ramadan sesudah penyelenggaraan pemilu 2019.

5. Mari manfaatkan momentum di bulan suci Ramadan ini sebagai wadah positif saling bermaaf-maafan, saling mencairkan perselisihan, kembali bersatu rukun dan damai dalam mencintai agama dan bangsa ini.

6. Menolak upaya politisasi dan penyalahgunaan dari ijtima ulama untuk kepentingan politik praktis yang dapat memecah belah Ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa, serta membangun upaya-upaya yang inskonstitusional terhadap ideologi Pancasila dan UUD 1945.

7. Mengajak para alim ulama yang tidak arif bijaksana dan tidak menggunakan quran dan sunah sebagai sumber cara berpikir dan berbicara, serta tidak menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan utama untuk kembali kejalan yang benar dan bersama-sama untuk membangun bangsa ini.

8. Menyadari sepenuhnya bahwa negara ini adalah warisan para ulama dan pejuang nasionalis di masa perebutan kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu ulama Sumut akan menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia serta melawan siapapun yang memecahbelah umat dan mempelopori makar.

9. Menjadikan bulan suci Ramadan untuk memperkuat tali silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah, dan ulama serta umaroh serta warga bangsa demi persatuan dan kesatuan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ketua Forum Pesantren dan Da’i Bersatu Sumut, H Rudi Suntari S.Ag menyampaikan, kegiatan ulama ini menunjukkan peran serta para ulama dalam membangun dan mempersatukan bangsa, khususnya memberikan kecerdasan dalam dunia politik di negara.

“Karena dua kontestan telah (selesai) bertarung, sehingga harus ada juru damai. Dan juru damainya adalah para ulama,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Rudi, Pemilu Sumut telah berjalan secara positif, aman, damai dan kondusif. Tentunya, hal ini kata dia, tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan kepolisian.

“Karenanya kita berterima kasih kepada masyarakat Sumut yang sudah berperan aktif dalam Pemilu dan juga kepada Polda Sumut terutama Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto yang telah peduli menjaga keamanan sumut,” jelasnya.

Bagi Rudi, People Power adalah Pemilu itu sendiri dan tak ada yang lain. Sebab melalui Pemilu, terang dia, seluruh masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya.

“Jadi langkah kita adalah, kembali ke peran ulama untuk mencerdaskan bangsa, bukan ikut berperang sesama muslim atau dengan non muslim, tapi mengisi kemerdekaan ini,” tandasnya.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Sekretaris NU Deliserdang, Mukti Ali Harahap mengaku sangat menyambut baik Multaqo ini sebagai moment untuk mereview kembali perjuangan Islam membela tanah air.

“Betapa pentingnya ulama untuk merajut bangsa. Bahwa tokoh ulama harus hadir ditengah-tengah bangsa,” sebutnya.

Sementara itu, cendekiawan muslim, Faisal Ananda menambahkan, bahwa hubungan Islam dan Indonesia sebetulnya sudah selesai. Karenanya, menurut dia, tidak perlu lagi ada yang mempersoalkan hubungan Islam dan Indonesia.

“Negara lain sudah selesai urusan ideologi, dan mereka sudah fokus dengan persaingan global, terutama di bidang ekonomi dan teknologi. Jadi pesantren harus bangkit, dengan menjadi tonggak pembangunan sentra-sentra ekonomi,” ujarnya. (W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Akun Medsos Dinda Larasati Sebarkan Hoaks Besar Pemkab Deli Serdang Akan Ambil Langkah Hukum
Putra Mahkota Mohammed bin Salman Salat Id di Makkah, Jadi Sorotan di Masjidil Haram yang Dipadati Jutaan Jemaah
Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Gelar Halalbihalal Bersama Warga Aceh Tamiang
Lebaran di New York, Sandiaga Salahuddin Uno Dampingi Anak yang Segera Melahirkan
Rico Waas Ucapkan Terima Kasih atas Silaturahmi Idulfitri di Kediamannya
Maxim Gelar Program Bantuan Sosial Ramadan di Lebih dari 100 Kota dan Salurkan BHR ke 50.000 Mitra
komentar
beritaTerbaru