Minggu, 22 Maret 2026

Pemda Se Sumut Harus Sampaikan Potensi Bencana ke Masyarakat

Administrator - Kamis, 02 Mei 2019 14:30 WIB
Pemda Se Sumut Harus Sampaikan Potensi Bencana ke Masyarakat

MEDAN I SUMUT24 Pemerintah daerah (Pemda) di 33 kabupaten/kota se Sumut melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing diminta dan harus menyampaikan potensi-potensi bencana yang dapat terjadi di Sumut kepada masyarakat.

Baca Juga:

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan pada Coffee Morning dengan Stakeholder yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut dengan tema “Evaluasi dan Prakiraan Cuaca/Iklim/Kegempaan Bulan Mei 2019 di Wilayah Sumut” di Kantor Dinas Kominfo, Kamis (2/5).

Hadir dalam acara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Sumut, M Ayub SE mewakili Kepala Dinas Kominfo Sumut, H Mhd Fitriyus, Abdul Azis Batubara, Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik, perwakilan masing-masing OPD dan lainnya.

Dikatakan Edison, beberapa potensi bencana yang harus diwaspadai di Sumut yakni kebakaran lahan. BMKG sendiri mencatat bahwa saat ini ada 14 titik api yang harus diwaspadai di Sumut. 14 titik itu ada di Kabupaten Asahan tepatnya di Kota Kisaran Barat ada satu titik, kemudian di Kecamatan Sei Kepayang, Asahan satu titik, Kecamatan Mardinding Karo satu titik, Panei Hilir Labuhanbatu satu titik, Labusel di Kecamatan Kampung Rakyat dua titik, Kota Pinang satu titik, Kecamatan Besitang Langkat satu titik, Madina khususnya di Panyabungan Kota ada dua titik hotspot, selanjutnya Hutarajatinggi, Palas satu titik, Kotarih, Segei satu titik, Tarutung, Taput satu titik dan terakhir ada di Kota Tebingtinggi satu titik.

“Secara keseluruhan titik api di Sumut ini cukup aman. Namun harus tetap kita waspadai. Mengingat di Sumbagut sendiri sebenarnya ada 156 titik api, Dari jumlah itu Aceh ada 20 titik, Sumut 14 titik, Sumbar 4 titik dan sisanya ada di Kepri dan Riau yang mencapai ratusan titik,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada Mei 2019, BMKG juga memperkirakan bahwa curah hujan di Sumut juga meningkat. Pada wilayah Pantai Timur intensitas hujan meningkat 50-150 mm perbulannya. Sementara di daerah pegunungan, lereng barat dan pantai barat adan penurunan. “Lereng menjadi fokus kita. Pemkab/pemkot harus terus update informasi yang disampaikan BMKG. Kemudian kita juga harus antisipasi potensi puting beliung,” katanya.

Untuk daerah potensi rawan banjir di Sumut umumnya harus diwaspadai di daerah Pantai Timur seperti Deliserdang, Langkat Batubara, Asahan dan beberapa daerah lainnya. Sementara untuk daerah-daerah rawan longsor bisa diantisipasi untuk daerah-daerah seperti Dairi, Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Tapsel Labuhanbatu, Samosir, Madina dan Karo.

“Begitu juga untuk gelombang. Pada Mei ini kita prakirakan tinggi gelombang maksium 2,5 meter. Ini untuk perairan barat Aceh, kemudian peraitan Nias dan Sibolga,” katanya.

Saat membuka acara M Ayub mengatakan bahwa masyarakat harus memperoleh info akurat untuk meminimalisir dampak-dampak yang akan terjadi nantinya. Apalagi Sumut merupakan daerah rawan bencana. “Dengan memberikan informasi awal kebencanaan maka ini bentuk perlindungan masyarakat. Dan informasi-informasi ini juga akan tercantum di web kita,” ucapnya.

Dikatakan Kadis bahwa langkah-langkah yang dilakukan itu agar Sumut semakin siap menghadapi potensi bencana yang ada. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Akun Medsos Dinda Larasati Sebarkan Hoaks Besar Pemkab Deli Serdang Akan Ambil Langkah Hukum
Putra Mahkota Mohammed bin Salman Salat Id di Makkah, Jadi Sorotan di Masjidil Haram yang Dipadati Jutaan Jemaah
Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Gelar Halalbihalal Bersama Warga Aceh Tamiang
Lebaran di New York, Sandiaga Salahuddin Uno Dampingi Anak yang Segera Melahirkan
Rico Waas Ucapkan Terima Kasih atas Silaturahmi Idulfitri di Kediamannya
Maxim Gelar Program Bantuan Sosial Ramadan di Lebih dari 100 Kota dan Salurkan BHR ke 50.000 Mitra
komentar
beritaTerbaru