MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Ledakan dahsyat di Jalan Kruing, Kelurahan Sekip Kecamatan Petisah, Kamis (11/4/2019) malam, hingga menelan 2 korban jiwa dan 6 luka serius, dipastikan tidak ada kaitannya dengan bahan peledak. Hal itu dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs H Agus Andrianto SH MH dengan didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK dan Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H Tobing SIK, saat meninjau lokasi, Jumat (12/4/2019) pagi.
“Kita sudah lakukan TKP bersama Tim Labfor. Jadi dari hasil olah TKP dari kemarin malam hingga saat ini, tidak ditemukan yang berkaitan dengan bahan peledak,” ucap Irjen Pol Agus kepada wartawan di lokasi.
Kapolda Sumut menjabarkan, dari keterangan warga sekitar yang dihimpun pihaknya, semenjak Kamis (11/4/2019) pagi, sudah tercium bau gas di sekitar lokasi.
“Dengan kondisi seperti ini, kita sama-sama olah TKP dengan Perusahaan Gas Negara (PGN), Basarnas untuk mencari sumber ledakan ini dari mana, apakah dari gas negara atau tabung gas,” ucap Kapolda Sumut.
Sambung Jendral Bintang Dua ini, rumah yang bersumber ledakan itu diketahui memakai tabung gas dan gas negara. “Karena korban ini menggunakan keduanya. Kita masih mencari tahu dari gas atau tabung. Mudah-mudahan secepatnya bisa kita simpulkan secepatnya,” jelas Irjen Pol Agus.
Dia memastikan, dalam peristiwa ini menelan dua korban meninggal dunia dan 6 orang harus dirawat di rumah sakit. “12 orang korban, 2 meninggal dunia, 6 harus dirawat dan 4 orang berobat jalan,” ucap Kapolda Sumut.
Dalam peristiwa yang menelan korban jiwa ini, siapapun yang lalai pasti akan ditindak sesuai hukum. “Ini kan ada korban, kita sudah ingatkan PGN untuk segera pengecekan lagi karena masih tercium gas. Jangan smpai ada korban lain. Masyarakat disini cukup padat. Untuk kejadian ini siapapun yang lalai akan kita proses secara hukum yang berlaku,” tegas Kapoldasu.
Untuk itu, ia menghimbau kepada PGN agar benar-benar mengecek instalasi gas dimanapun. “Untuk kepada masyarakat kalau ada mencium bau gas dan hal sebagainya segera melaporkan. Kan sudah ada tanda-tanda sebelumnya, kenapa tidak disikapi sehingga timbul kecelakaan hingga menelan korban meninggal,” ucap mantan Waka Polda Sumut ini.
Sementara itu, Sales Area Had PGN Medan Saiful Hadi yang juga di lokasi mengatakan, pihaknya memastikan jaringan atau instalasi gas (bagian bawah) dalam kondisi aman. “Kita pastikan fasilitas kita aman dan tidak ada kebocoran,” ujarnya.
Dirinya sendiri belum bisa memastikan kalau ledakan itu dari tabung gas atau gas negara. “Selain menggunakan PGN alamat rumah itu (sate rahmat) memakai tabung gas 3 dan 12 Kg. Kita menunggu Labfor hasil investigasi mereka,” ujarnya.
Ia sendiri tidak ada mendapatkan informasi kalau sebelum ledakan sudah tercium bau gas maupun perbaikan. “Tidak ada informasi, begitu juga informasi perbaikan,” sebutnya.
Saiful menyebutkan, untuk sementara pasokan gas negara disekitar lokasi harus dihentikan. “Kapasitas rumah rahmat adalah kapasitas pelanggan rumah tangga,” ucapnya. (W05)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News